Foto-Foto Suram Dari Kuburan Maskot Yang Terlupakan Dunia
Foto's door Piedad Bejarano
Pemborosan Negara

Foto-Foto Suram Dari Kuburan Maskot Yang Terlupakan Dunia

Curro adalah maskot utama World Expo 1992 di Kota Sevilla, Spanyol. Dia melambangkan harapan, nyatanya kini sosok maskot itu seperti terdampar di antah berantah pascakiamat.
18.7.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Spain

Setiap orang yang lahir di Sevilla akhir dekade 1980-an dan awal 1990 pasti akrab dengan Curro—burung besar ramah dengan patut berwarna-warni. Curro adalah maskot World Expo 1992 yang diselenggarakan di Sevilla yang bertema The Age of Discovery. Curro menyimbolkan harapan akan masa depan yang lebih cerah. Sebagai sebuah maskot, Curro menclok di segala hal dari kaos, handuk, stiker, poster. Pendeknya, Curro muncul di segala penjuru lokasi penyelenggaran expo.

Iklan

World Expo diselenggarakan di Sevilla pada tahun 1992 untuk memeringati ulang ke-500 pelayaran Christopher Columbus menuju Amerika Serikat. Memakan dana sebesar £900 juta (sekitar Rp15,6 triliun), pameran tersebut digelar di sebuah lahan seluas 215 hektar di pulau Cartuja, tempat Columbus diperkirakan merencanakan perjalanannya. Lokasi penyelenggaran pameran itu menjelma menjadi kawasan metropolis penuh dengan paviliun yang memamerkan karya terbaik arsitektur, budaya dan inovasi dari seluruh pelosok dunia. Selama enam bulan—mulai dari tanggal 12 April sampai 12 Oktober 1992, lebih dari 41 juta orang melewati kawasan melalui fasilitas monorail dan mobil kabel.

Menurut orang tuaku, World Expo adalah peristiwa paling penting yang pernah terjadi di Sevilla dalam kurun waktu yang sangat lama—baik dari segi ekonomi atau sosial. Ayah dan Ibu selalu bilang bahwa pameran itu membelah sejarah Sevilla menjadu dua—masa pre-World Expo dan masa pasca-World Expo. "Pameran itu jadi pintu menuju dunia baru," ujar kedua orang tuaku. "World Expo memberi kami kesempatan untuk mencicipi seni, teknologi dan budaya modern."

25 tahun berselang, lokasi penyelenggaraan World Expo kini mirip seperti kota pasca kiamat ketimbang titik tolak menuju masa depan yang lebih cerah. Beberapa tahun setelah pemeran dilakukan, hampir tak ada kegiatan di lokasi tersebut. Dan meski menerima banyak protes, banyak paviliun dan kebun yang dibuat selama pameran dihancurkan. Monorail dan mobil kabel dicopot dari lintasannya dan ditumpuk di salah pojok lokasi World Expo yang kini beralih fungsi menjadi kawasan bisnis.

Mimpi Sevilla akan masa depan sudah mati dan maskot impian itu, Curro disemayamkan di sebuah pemakaman di pojok kota. Sebuah toko barang antik mengumpulkan ratusan Curro—yang bisa ditemukan di atas rollercoaster dan pernah berbaris di depan pintu masuk pameran—dan membuka sebuah tempat yang dikenal penduduk setempat sebagai "Kuburan Curro." kuburan ini dibangun dengan satu niatan luhur: melestarikan curro dan mimpi yang pernah dimiliki Sevilla untuk masa depan yang lebih cerah. Ironisnya, saat ini, tempat ini lebih meninggalkan kesan yang bikin merinding alih-alih masa depan penuh warna.

Iklan

Beberapa waktu lalu, aku pergi ke sana. Berbekal sebuah kamera, aku menghabiskan beberapa jam bersama para Curro.

Scroll ke bawah untuk melihat foto-foto lain dari kuburan Curro.