Yunani

Imam Gereja Ortodoks Siram Air Keras ke Uskup usai Ketahuan Simpan Narkoba

Sepuluh orang, termasuk tujuh uskup, terluka dalam serangan air keras di Yunani. Pelaku, seorang imam, smenjalani sidang disiplin karena kepergok memiliki kokain.
25.6.21
Imam Gereja Ortodoks di Yunani Siram Air Keras ke Uskup usai Ketahuan Simpan Narkoba
Polisi berdatangan ke Biara Petraki di Athena, Yunani, setelah terjadi serangan air keras menyasar para uskup. Foto oleh AP Photo/Petros Giannakouris 

Seorang imam Gereja Ortodoks Timur di Ibu Kota Athena, Yunani, melakukan serangan air keras kepada atasannya pada Rabu (23/6) sore waktu setempat. Dia secara membabi buta menyiramkan air keras kepada para uskup yang tengah berkumpul di ruangan tempat berlangsungnya sidang disiplin.

Akibat serangan asam klorida itu, 10 orang mengalami cedera. Tujuh korban di antaranya adalah uskup-uskup yang masuk dalam majelis etik gereja. Tiga uskup terus dirawat intensif di rumah sakit, karena mengalami luka bakar serius di bagian mata dan tangan.

Iklan

Pelaku, dilansir oleh media lokal bernama Theofylaktos Kombos, adalah imam yang disidang karena kepergok memiliki kokain. Narkoba itu dia sembunyikan dalam jubah yang dia gunakan sehari-hari.

Insiden ini menggegerkan Yunani, yang mayoritas warganya merupakan jemaat gereja ortodoks timur. Imam berusia 37 tahun itu dikabarkan membeli air keras lewat platform belanja online, lalu menyimpannya di dua botol ukuran dua liter yang masih bisa disimpan di balik jubah kerja. Dia menyiramkan air keras itu ke satpam, uskup, serta pengacara yang mewakili gereja di ruangan sidang.

Menurut keterangan saksi yang selamat, Kombos meneriakkan kecaman pada gereja ortodoks, yang dianggapnya munafik karena menyeretnya ke sidang etik. Dia menuding petinggi gereja ada yang lebih berdosa darinya, terutama soal penggelapan dana jemaat, tapi tak pernah disidang.

Saksi menyebut Kombos tidak menyasar satu orang tertentu. “Pelaku menyebarkan air keras ke seluruh ruangan seakan-akan itu air suci saat liturgi,” kata salah satu saksi dikutip media lokal Yunani. Namun, berkat serangan tanpa arah itu, cedera yang dialami mayoritas korban jadi tidak terlalu parah.

Kasus kepemilikan narkoba yang menjerat Kombos sebetulnya terkuak pada Juni 2018. Dalam pemeriksaan acak yang dilakukan polisi, dalam jubah Kombos ditemukan 1,8 gram kokain. Kombos sehari-hari bertugas sebagai imam di Biara Petraki, Athena. Saat diinterogasi aparat, Kombas mengakui bila dia sesekali mengonsumsi narkoba. Sidang disiplin pada awal pekan ini niatnya hendak memastikan apakah Kombos akan dicopot dari posisi imam dan dikeluarkan dari struktur gereja ortodoks.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengecam serangan tersebut dan memastikan akan membantu biaya perawatan korban serangan air keras. “Saya berharap seluruh korban insiden ini segera pulih seperti sedia kala,” ujarnya Mitsotakis seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Citra gereja ortodoks di Yunani sedang kurang bagus beberapa tahun terakhir, dengan adanya kasus biarawan yang tersandung kriminal, terlibat aktivitas politik yang mendukung gerakan Neo-Nazi, atau seperti kasus Kombos, mengonsumsi narkoba. Pada hari yang sama dengan serangan air keras itu, biarawan gereja ortodoks lainnya ditangkap aparat di Provinsi Agrinio, akibat kasus kepemilikan koleksi video pornografi anak.