Fashion

Tonton Video Sejarah Hijab 100 Tahun Terakhir, Kalian yang Berkerudung Pasti Bangga

Amani Alkhat dari situsweb Muslim Girl menyatakan video terbarunya soal sejarah fesyen hijab amat penting untuk menangkal kesalahpahaman soal busana muslim.
8.6.18

Sebagian pembaca mungkin sudah pernah nonton video 100 Years of Beauty dari The Cut. Gara-gara video itu, saya dan teman-teman jadi terpacu ingin membuat sebuah video yang menampilkan pasang-surut serta perubahan fesyen hijab selama 100 tahun terakhir.

Masalahnya, kami enggak mau membuat proyek yang menyerukan “Eh hijab tuh ngetren lho!” soalnya udah keseringan dan norak. Kami ingin benar-benar mengkontekstualiasikan hijab sebagaimana yang kita ketahui saat ini dan menjelaskan aspek sejarahnya, yang jarang kita temukan di Instagram maupun postingan blog. Intinya, kami ingin merebut kembali makna fesyen hijab.

Sekarang berbagai merek hijab sangat agresif memasarkan produksnya. Konsumen muslim yang terlalu polos mengikuti hype pemasaran yang disebut “modest fashion” akhirnya jadi korban. Situasi kayak gini lucu karena merek-merek ini, yang langsung merilis busana bertema Ramadan, biasanya diam saja saat ada retorika antimuslim meningkat di masyarakat. Hijab pendek kata sekarang telah dikapitalisasi perusahaan-perusahaan yang tidak peduli pada pemberdayaan perempuan Muslim.

Saat kami memutuskan negara mana yang kami ingin sertakan dalam video, kami mulai dengan negara yang paling terkena dampak gagalnya kebijakan luar negara-negara Barat, terutama Timur Tengah. Kami menyertakan negara-negara Asia seperti Pakistan dan Afghanistan, yang juga menerima dampak buruk operasi militer Amerika. Intinya, kami ingin menyertakan negara-negara yang dibentuk dari pemahaman Amerika soal dunia Muslim dan persepsi kita soal orang-orang Muslim. Kita bukan hanya tajuk berita dan statistik.

Kami secara sengaja menyertakan periode-periode saat hijab diwajibkan pada perempuan Muslim, untuk mengonfrontasi tegangan ini secara langsung. Pemerintah Muslim mewajibkan pemakaian, atau bahkan pemaksaan pelepasan, hijab merupakan bagian penting sejarah dan reklamasi perempuan Muslim atas itu. Kami paham betul bahwa tegangan ini juga terjadi di negara-negara Barat yang melarang pemakaian hijab: kontrol apapun terhadap pakaian perempuan—terlepas dari berapa banyak atau sedikit yang ia kenakan—masih langgeng.

Konsep hijab seharusnya jauh lebih dalam dari sekadar tampilan fisik dan tren fesyen. Cara pandang masyarakat kita yang terbatas terhadap budaya Muslim mengabaikan warisan hijab yang sangat menarik.

Hijab punya sejarah yang kaya sebagai simbol pembangkangan. Selain itu, hijab adalah ekspresi hidup kita semua yang beragam dan indah.

Jadi, jangan mau sekadar mengikuti tren busana yang diciptakan perusahaan besar. Banggalah berhijab sesuai yang kalian yakini.