Coronavirus

Seorang Penulis Diklaim Telah Memprediksi Kehadiran Virus Corona Sejak 2013

Sayangnya, dari penelusuran kami, klaim akurasi ramalan Sylvia Browne yang diyakini Kim Kardashian itu cuma omong kosong.
18.3.20
Penulis Konspirasi Sylvia Browne Diklaim Kim KardashianMemprediksi Kehadiran Virus Corona COVID-19 Sejak 2013
Sumber foto: Twitter 

beberapa minggu terakhir, sudah beredar banyak rumor, mitos dan informasi tidak benar perihal pandemi virus corona, COVID-19. Salah satunya adalah bagaimana seorang penulis buku—yang juga menyebut dirinya cenayang—bernama Sylvia Browne diklaim sudah memprediksi tentang kedatangan virus mematikan ini lewat bukunya End of Days yang dirilis pada 2008.

Berikut kutipan dari buku tersebut: Pada sekitar 2020-an, sebuah penyakit parah serupa dengan pneumonia akan menyebar di dunia, menyerang paru-paru dan saluran pernapasan dan kebal terhadap semua bentuk perawatan yang ada sejauh ini. Yang lebih membingungkan dari penyakitnya sendiri adalah bagaimana penyakit ini bisa datang dan pergi dengan cepat. Bisa saja ia menyerang lagi sepuluh tahun kemudian, lalu kembali menghilang total.

Banyak orang lantas menyatakan bahwa Browne, yang meninggal pada 2013, secara akurat memprediksi kemunculan pandemi COVID-19—salah satunya seleb Kim Kardashian West. Seorang jurnalis di AS ikut melempar pertanyaan, "Bukankah ini terdengar sangat mirip dengan gejala COVID-19? Mulai dari sifat penyakitnya, tahun terjadinya, hingga bagaimana penyakit ini kebal terhadap semua bentuk perawatan yang ada sejauh ini—semuanya sangat mirip."

1584417721161-v3imagesbin18fb7ad7045ca74d204a91e7fca8aa0b-odif1xtncgkdfftnzt2_t1880

Sumber gambar: Twitter

Yuk mari kita bedah lagi kutipan dari buku tersebut: "Pada sekitar 2020-an [sic], sebuah penyakit parah serupa dengan pneumonia akan menyebar di dunia, menyerang paru-paru dan saluran pernapasan dan kebal terhadap semua bentuk perawatan yang ada sejauh ini. Yang lebih membingungkan dari penyakitnya sendiri adalah bagaimana penyakit ini bisa datang dan pergi dengan cepat. Bisa saja ia menyerang lagi sepuluh tahun kemudian, lalu kembali menghilang."

Pertama, ada keterangan waktu yang tidak spesifik (“sekitar 2020-an”), tergantung seberapa longgar definisimu tentang kata “sekitar”. Browne tidak menulis “pada 2020,” yang tentunya akan menyempitkan definisi waktu yang digunakan. Dan konstruksi tata bahasanya yang agak janggal membuat saya sebagai editor merasa kata-kata ini ditambahkan di menit-menit akhir oleh penulis (atau editornya) agar keterangan waktunya terasa lebih umum. Tipikal seorang cenayang lah ya.

Iklan

“Pada sekitar 2020” bisa bermakna subjektif bagi setiap orang, dan jangkauannya bisa sejauh plus atau minus tiga tahun. Kebanyakan orang mungkin akan setuju bahwa 2017,2018,2019,2021,2022,dan 2023 semuanya masuk kategori “sekitar” 2020. Umm itu jangkauannya setengah dekade loh.

Apa lagi yang Brownie prediksi akan terjadi pada sekitar tahun tersebut? “Penyakit parah menyerupai pneumonia.” COVID-19 jelas tidak masuk definisi tersebut, biarpun dalam beberapa kasus tertentu, bisa menyebabkan pneumonia. Kebanyakan mereka yang terinfeksi COVID-19 (sekitar 80 persen) mengidap gejala ringan dan bisa sembuh. Tingkat kematian COVID-19 adalah 2-4 persen. Ada dua tipe virus corona—Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS)—yang “bisa menyebabkan infeksi pernafasan parah,” tapi COVID-19 bukan salah satunya. Baik SARS ataupun MERS lebih mematikan.

Menurut Brownie, penyakit ini akan "menyebar ke seluruh dunia, menyerang paru-paru dan saluran pernafasan." COVID-19 memang telah menyebar ke seluruh dunia, biarpun frasa "menyerang paru-paru dan saluran pernafasan" bukanlah sebuah prediksi, tapi lebih pengulangan poin bahwa penyakit ini "mirip seperti pneumonia."

Tapi ada satu lagi karakteristik spesifik yang ditulis oleh Browne, bahwa penyakit ini “kebal terhadap semua obat yang ada sejauh ini." Ramalan tersebut tidak menggambarkan COVID-19, yang tidak “kebal terhadap semua obat."

Iklan

Faktanya dokter tahu persis bagaimana harus menangani penyakit ini (biarpun belum secara efektif memvaksinasi ataupun mengkuarantina, tapi itu semua hal yang berbeda) karena kemiripannya dengan influenza dan bentuk infeksi pernafasan lain. Tidak ada yang unik tentang resistansi COVID-19 terhadap perawatan medis kita.

Di kalimat kedua, dia kembali mendeskripsikan penyakitnya: “Yang lebih membingungkan dari penyakitnya sendiri adalah bagaimana penyakit ini bisa datang dan pergi dengan cepat. Bisa saja ia menyerang lagi sepuluh tahun kemudian, lalu kembali menghilang.” Ini juga tidak benar, paling tidak buat sekarang. COVID-19 bukan “datang dan pergi dengan cepat.” Toh, kalaupun nanti ternyata COVID-19 ternyata benar hilang dengan cepat, pola kemunculannya harus dibandingkan dengan data epidemiologi lainnya untuk bisa menggunakan kata “membingungkan.”

Penyakit menular (terutama yang berhubungan dengan pernafasan) memiliki pola yang bisa ditebak. Mengacu pada kasus-kasus distribusi penyebaran penyakit umumnya (kurva menyerupai bel), penggunaan kata “membingungkan” tidak pas untuk menggambarkan penyakit yang jumlah penyebarannya meningkat sama cepatnya dengan tingkat hilangnya. Justru, bakal lebih mengagetkan apabila penyakit tidak mengikuti pola seperti ini. Apabila dalam satu atau dua minggu ke depan, tingkat infeksi tiba-tiba jatuh bahkan tidak ada kasus positif corona baru, itu baru namanya prediksi cenayang kelas dunia.

Perlu diingat juga bahwa “prediksi” ini tidak bisa divalidasi hingga 2030, mengingat dalam bukunya, Browne merujuk pada penyakit ini sepuluh tahun kemudian—trik yang bagus dalam melakukan prediksi yang dibikin sekitar seperempat abad lebih awal. Nah perihal frasa “kemudian menghilang total,” ini bisa dibuktikan benar atau salah ketika dunia sudah mencapai ajalnya, jadi tunggu aja tulisan lanjutan dari saya kalau kiamat sudah tiba.

Untuk merekap, kita disuguhkan prediksi dua kalimat yang ditulis pada 2008 oleh seorang kriminal yang memiliki jejak rekam kegagalan yang panjang. Ya, sebagus-bagusnya, mungkin satu per enam informasi yang Browne tulis bisa dibilang akurat, tergantung seberapa longgar definisi kamu perihal waktu dan deskripsi ambigu yang dia sajikan.

Lewat buku-bukunya, penampilan di televisi, wawancara dan lainnya di sepanjang karier, Browne telah membuat ribuan prediksi. Fakta bahwa prediksi dia soal penyakit ini mungkin tidak sepenuhnya tidak akurat tetap tidak berarti apa-apa. Kita semua menyukai misteri dan prediksi ambigu yang dicocok-cocokan—entah dari Browne, Nostradamus, atau siapapun—dengan kejadian di dunia nyata sekarang. Ini mah akibat kurangnya berpikir secara kritis alih-alih kemampuan cenayang melihat masa depan.


Laporan mengurai hoax ini pertama kali diterbitkan oleh Center for Enquiry

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia