Serba-serbi Antariksa

Kebocoran Udara di Pesawat Luar Angkasa Rusia Bisa Jadi Karena Sabotase

Menurut kepala Roscosmos Dmitry Rogozin, “mencari pelaku” penyebab kebocoran adalah “suatu kehormatan” baginya.
5.9.18
Soyuz capsule di International Space Station . Gambar milik NASA

Senin kemarin, Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos, menganggap kebocoran udara yang terjadi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai tindakan sabotase. Rogozin menjelaskan selama konferensi pers bahwa kebocorannya bisa saja disebabkan oleh “ulah manusia.”

“Kira-kira apa penyebabnya? Ada barang cacat atau tindakan terencana?” tanyanya.

Tanda-tanda kebocoran terdeteksi pada Rabu pekan lalu oleh tim pengontrol di Houston dan Moskwa ketika awak ISS sedang tidur. Berhubung tidak menimbulkan ancaman serius, mereka baru memberi tahu soal kebocoran setelah awak ISS bangun tidur. Pada Kamis, para astronot dan kosmonot melacak wilayah kebocoran dan menemukannya di pesawat Soyuz MS-09 Rusia yang baru saja merapat ke ISS. Lubang sebesar dua milimeter yang berada di lambung pesawat, yang berfungsi untuk mengangkut astronot, itu ditambal dua kali pakai epoxy.

Laporan awal menduga adanya kemungkinan mikrometeorit yang menyobek lambung Soyuz. Namun, Rogozin melihat kalau lubang bocornya berasal dari dalam pesawat. Dia beranggapan ada yang sengaja atau tidak sengaja membolongkannya, baik itu saat sedang persiapan di bumi maupun di luar angkasa yang dilakukan oleh awak ISS itu sendiri.

Iklan

Sumber anonim yang dikutip oleh kantor berita Rusia RIA Novosti mengatakan bahwa “lubangnya” terjadi karena “kelalaian.” Sumber tersebut mengklaim bahwa anggota Energia bisa saja telah menusuk lambung, dan menutupnya dengan lem supaya pesawat bisa lolos tes tekanan udara sebelum diluncurkan.

Teori yang lebih gila lagi muncul dari mantan kosmonot Maxim Surayev, yang kini menjabat sebagai anggota parlemen di partai United Russia Presiden Putin. Surayev berspekulasi bahwa salah satu anggota kru ISS kemungkinan dengan sengaja menusuk Soyuz supaya mereka bisa dipulangkan ke Bumi lebih awal.


“Kita semua hanya manusia, dan siapapun pasti ingin pulang, tapi cara ini sungguh tercela,” ujar Surayev, yang merupakan anggota ekspedisi ISS 21/22 dan 40/41, pada agensi berita Rusia, RIA Novosti. “Kalau kosmonot melakukan hal seperti ini—dan kita perlu melihat kemungkinannya—ini adalah hal buruk.”

Rogozin, yang mengambil alih jabatan direktur umum Roscosmos pada Mei 2018 setelah melayani selama tujuh tahun sebagai wakil perdana menteri untuk industri pertahanan Rusia, mengatakan bahwa itu adalah “masalah kehormatan” bagi produsen Soyuz Energia untuk “menemukan orang yang bertanggung jawab” atas kejadian tersebut. Dia memiliki reputasi untuk pernyataan bombastis, termasuk twit pada 2014 yang terkenal sebagai tanggapan terhadap sanksi AS atas aneksasi Rusia Crimea, di mana dia menyatakan bahwa NASA akan dipaksa untuk menggunakan trampolin untuk mengirim astronotnya ke luar angkasa tanpa kapsul Soyuz Rusia.

NASA dan European Space Agency belum memberikan komentar atas klaim-klaim ini, dan dibutuhkan investigasi yang lebih substantif untuk menentukan penyebab kebocoran ini.