Social Media

Fitur 'Ask Me Anything' di Instagram Malu-Maluin, Tapi Akui Saja Kalian Suka Memakainya

Bagi beberapa orang, fitur ini nyebelin. Tapi adanya opsi tanya follower itu menggambarkan realitas fungsi media sosial di zaman sekarang.
16.7.18
Ilustrasi oleh penulis

Seiring media sosial terus berevolusi, yang mana sekarang semakin melayani impuls terburuk dan keinginan tubir online umat manusia, siapapun yang masih memiliki kesadaran atau kewarasan pasti akan berkata: “medsos sekarang makin ga jelas deh?!”

Fitur terbaru Instagram, sebuah stiker yang bisa dicantumkan ke Instagram story dan mengundang followermu untuk “bertanya semua hal,” memberi gambaran soal makin gejenya medsos.

Tidak seperti pendahulunya seperti Formspring dan Honesty Box, fitur AMA (Ask Me a Question) Instagram menghindari potensi kekacauan dan kekurangajaran yang timbul dari sistem pertanyaan anonim.

Iklan

Caranya? Dengan cara menunjukkan identitas penanya, tapi tidak menunjukkan identitas mereka apabila kamu memutuskan untuk me-repost pertanyaan mereka. Menggunakan fitur ini mengingatkan saya akan masa lampau ketika saya benar-benar menikmati percakapan dengan orang asing di internet dan semua keanehan yang kadang timbul karenanya.

Begitu fitur ini dirilis Instagram, sudah bisa ditebak, ada banyak orang mencibirnya. “Siapa juga sih yang peduli tentang ‘ask me a question’ di instagram,” ujar seorang pengguna Twitter. “Fitur itu jelek banget dan perlu dibuang secepatnya,” ujar pengguna lain. “Ask fm sudah hidup dan mati pada 2014, kita enggak perlu versi begituan lagi,” ujar akun lainnya.

“Ini fitur yang menyebalkan dan mengusik privasi,” ujar Taylor Lorenz, seorang penulis teknologi untuk Atlantic. “Saya dulu bisa tahu perkembangan terbaru yang menyenangkan dari kehidupan teman-teman, sekarang isinya cuman barisan pertanyaan bodoh dan jawaban membosankan. Membanjiri feed teman-temanmu dengan jawaban-jawaban tentang diri sendiri itu pasti akan saya unfollow.”

Biarpun mungkin memang mengganggu melihat banjirnya jawaban trivial terhadap berbagai pertanyaan tidak penting, saya justru menyukai fiturnya karena sifatnya yang tidak tahu malu sama sekali. Kita semua mengunggah konten ke sosmed karena kita semua terobsesi dengan diri sendiri.

Kita semua menggunakan sosmed karena kita semua haus perhatian. Kita memikirkan tentang diri sendiri dan ingin tahu pendapat orang tentang kita. Inilah alasan kenapa fitur “ask me a question” tidak akan turun popularitasnya, dan kenapa juga mungkin kita merasa terganggu olehnya. Ketika teman-teman kita mengunggah 106 update ke IG story berisikan jawaban membosankan tentang film atau warna atau makanan favorit, mereka bahkan tidak berpura-pura sedang mempedulikan audiens di luar diri mereka sendiri.

Bentuk narsisisme tidak tahu malu yang memang didorong oleh sosmed biasanya menarik ketika dibalut dengan sesuatu yang lain, misalnya anekdot tentang harimu, atau observasi tentang sebuah meme viral.

Masalahnya, dengan adanya AMA Instagram, konten di IG kini semakin tak malu-malu lagi fokus mengksploitasi tentang kamu seorang. Wujud transparansi ini tentu cukup sulit diterima oleh beberapa orang—tapi bagi seseorang yang ‘sesat’ seperti saya, adanya fitur tersebut adalah berkah.

Kalau kamu memang enggak suka fiturnya, tinggal log off aja dari Instagram. Gampang kan?

Follow Eve Peyser di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US