Teknologi Edit Video

Begini Lho Proses Bikin Video Editan Deepfake yang Bikin Kita Parno Itu

Video palsu ditopang kecerdasan buatan sering dijuluki mimpi buruk teknologi modern. Tapi melihat proses pembuatannya (yang membosankan) penting untuk memahami manfaat teknologi ini.
29.6.19
Begini Lho Proses Bikin Video Editan Deepfake yang Bikin Kita Parno Itu
Screengrab: YouTube/Dan it all 

Video-video palsu hasil editan kecerdasan buatan (AI) sedang ngetren. Video macam itu sering disebut "deepfakes". Pakar menyebutnya mimpi buruk teknologi. Editannya bisa sangat meyakinkan, dan berisiko menyebabkan konsekuensi mengerikan, terutama bagi perempuan yang mungkin jadi korban editan video porno. Belum lagi implikasi politik terkait pembuatan video palsu presiden atau perdana menteri. Bayangkan Jokowi bisa diedit video pidatonya seakan-akan menista agama.

Iklan

Kendati kontroversi mengelilingi teknologi ini, menyaksikan pembuatan sebuah video deepfake ternyata sangat membosankan. Kalian harus meilhat sendiri betapa membosankannya pembuatan deepfake, biar lebih paham apa yang ada di balik deepfake yang kalian temukan di Internet.

YouTuber "Dan it all" menyediakan tayangan livestream pembuatan deepfake Linus Sebastian dari kanal YouTube populer, "Linus Tech Tips" dan Louis Rossman, yang juga YouTuber. Para penonton menonton layar komputer menampilkan teks di Command Prompt box; diagnostik kartu grafis, wajah kabur sebagai input dan output program, dan… gitu aja, sih.

Livestreamnya sekaligus menyediakan gambar perangkat PC yang dipakai, tetapi itu kurang menarik bagi kita manusia awam. Stream ini berlangsung selama seminggu, menurut deskripsi videonya.

Jadi, ini sebetulnya apa sih Deepfake itu? Format editan video ini dibuat berdasarkan program pembelajaran mesin yang disebut Generative Adversarial Network, atau GAN. Secara sederhana, GAN mengumpulkan banyak data sebagai input (misalnya, video dan foto wajah seseorang). Mesin lantas "mempelajarinya" untuk menhasilkan gerakan atau mimik baru yang sangat menyerupai orang aslinya.

Setelah dilatih, program-program ini dapat memindahkan wajah seseorang pada tubuh orang lain, atau membuat mereka mengucapkan kata-kata yang tak pernah diucapkan sebelumnya. Contohnya, sebuah deepfake dari pendiri Facebook Mark Zuckerberg, membuat pengusaha tajir itu terkesan membual tentang pengendalian data dunia.

Iklan

Faktor yang membuat pembahasan mengenai deepfake begitu menarik adalah, teknologinya dapat diakses siapapun. Program-program open source tersedia online secara gratis. Ada banyak konten video di internet yang bisa digunakan sebagai input, dan kamu tidak butuh komputer super canggih. Akun Dan it all mengaku hanya mempunyai kartu grafis berkualitas sedang dan VRAM 8GB, yang merupakan jenis PC standar. Nyatanya, dengan modal minim kayak gitu, dia mampu membuat deepfake.

AI hanya butuh seminggu untuk dilatih. Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Samsung, atau institusi penelitian seperti Stanford Princeton mampu membuat video palsu realistis dalam beberapa jam.

Deepfake sebenarnya bisa jadi bahan komedi lucu (bayangkan Sylvester Stallone tampil di Terminator 2?), tetapi juga bisa melanggar privasi secara kejam. Misalnya dalam kasus pembuatan pornografi balas dendam. Terkadang deepfake dibuat hanya untuk konten seru-seruan bocah di YouTube. Apapun konteksnya, sekarang kamu mempunyai informasi membosankan (tapi penting) mengenai cara deepfake dibuat. Jadi hati-hati bila berniat mempergunakannya.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard