Melindungi Hutan Itu Penting, Sekalipun Kalian Tinggal di Kota Besar
Sergio Izquierdo
Kelestarian Lingkungan

Melindungi Hutan Itu Penting, Sekalipun Kalian Tinggal di Kota Besar

Penduduk kota mungkin ngerasa hutan sesuatu yang ga ada hubungannya sama hidup mereka. Padahal, sadarkah barang-barang yang kalian pakai setiap hari berasal dari hutan?
8.6.18

Opini ini ditulis Brittany Wienke dari Rainforest Alliance.

Kamu pasti akan sangat sulit menemui hutan kalau hidup di kota. Atau kamu mungkin orang sibuk jadi tidak sempat memikirkan kondisi hutan yang semakin tergerus. Saya maklum kok.

Tetapi, kamu perlu sadar kalau hidupmu tuh sangat bergantung pada hutan.

Semua orang tahu bahwa hutan menghasilkan oksigen dan udara bersih. Tapi, kamu tahu enggak kalau hutan Amazon mengasilkan 20 persen oksigen di atmosfer? Bagaimana dengan peran hutan terhadap siklus air? Sekitar sepertiga dari kota-kota terbesar di dunia memperoleh proporsi air minum yang signifikan dari DAS di hutan, termasuk kota-kota seperti Bogotá, Tokyo, dan New York City.

Selain menyediakan oksigen untuk bernapas dan air untuk minum, hutan juga memproduksi makanan dan produk yang biasa kita pakai setiap hari. Alpukat? Dari kawasan hutan hujan. Kopi? Tumbuh di lereng gunung di kawasan hutan hujan. Cokelat? Terbuat dari biji cokelat di hutan dataran rendah.

Produk yang kamu konsumsi bisa memegaruhi hutan-hutan yang lokasinya jauh dari tempat tinggalmu. Kamu mungkin tidak pernah mengunjungi hutan yang ada di Asia Tenggara atau Amerika Tengah, tapi hidupmu tidak bisa lepas dari hutan-hutan itu dan orang-orang yang tinggal di sana.

Iklan

Kamu mungkin mengira saya hanya mengada-ada. Tapi saya serius. Lanjut baca, yuk.

Hutan Adalah Pengendali Iklim

Emisi gas rumah kaca yang kita hasilkan mampu diserap hutan dalam kapasitas besar: jumlah karbon yang tersimpan di hutan sama besarnya seperti di atmosfer. Hutan menyerap karbon dioksida dari udara, menyimpannya, dan menghasilkan oksigen yang kita hirup.

Hutan juga sangat penting bagi siklus hidrologi (sistem hujan dan air), dan hutan memelihara tanah paling rapuh di dunia. Selain itu, hutan juga berperan sebagai penyejuk udara, menstabilkan suhu global, dan membantu mengatur pola cuaca global.

Faktanya, hutan adalah pertahanan terbaik dunia dari perubahan iklim. Dengan beberapa perkiraan, sekitar 80 persen hutan kita sudah hilang. Kehilangan ini, ketika digabungkan dengan pemanfaatan lahan yang dibuka setelah hutan digundulkan, berkontribusi antara 9 – 11 persen total emisi gas rumah kaca per tahun—jumlahnya hampir sama besarnya dengan keseluruhan kereta, pesawat, dan kendaraan yang ada di dunia.

Dengan menghentikan penggundulan hutan yang sudah tua, kita bisa mencegah sejumlah besar karbon yang masuk ke atmosfer. Apabila kita menggiatkan penanaman yang ramah Bumi dan mengelola hutan yang masih muda, maka hutan dapat menyerap sejumlah besar karbon di atmosfer.

Hutan Adalah Produsen Pangan Terbaik

Buah paling populer di dunia—Pisang—berasal dari hutan hujan. Setelah terkenal akibat pelanggaran pekerja dan lingkungan, industri pisang telah mengubah caranya berkat hasil kerja Rainforest Alliance di Amerika Tengah. Bahan pokok yang berasal dari hutan hujan, yaitu jeruk, singkong, kacang mete, kacang Brazil, dan rempah-rempah seperti vanili dan kayu manis. Kopi, teh, dan cokelat juga berasal dari hutan tropis.

Apabila kita tidak berhati-hati, kesukaan kita terhadap bahan makanan tersebut bisa merusak hutan. Pertanian menyebabkan lebih dari 70 persen penggundulan hutan di daerah tropis, tapi ada cara bertani yang tidak perlu merusak hutan. Rainforest Alliance sudah memberikan informasi metode pertanian ramah Bumi dan cerdas iklim kepada petani dan rimbawan di seluruh dunia.

Hutan Adalah Pemasok Obat Herbal

Banyak obat-obatan Barat yang kita konsumsi saat ini berasal dari tanaman hutan tropis. Obat untuk menyembuhkan peradangan, rematik, diabetes, ketegangan otot, komplikasi bedah, malaria, penyakit jantung, penyakit kulit, radang sendi, glaukoma, dan ratusan penyakit lainnya, berasal dari hutan.

Hutan Adalah Pemasok Kayu Utama

Hutan tropis menghasilkan kayu-kayu bagus, seperti jati, mahoni, rosewood, balsa, cendana, dan banyak lainnya. Kayu-kayu ini bermanfaat untuk membuat furnitur, lemari, pintu, kasur, dll. Tetapi, baru sekarang industri mebel menyadari kalau persediaan kayu semakin terbatas. Sama seperti pertanian, penebangan pohon bisa merusak dan menjaga ekosistem. Kita harus mulai mendukung program penebangan yang bertanggung jawab dan produksi dan penggunaan kayu dengan lebih cerdas di dunia.

Hasil hutan lainnya juga bisa kamu temukan di rumah dan kantor. Serat kayu dari hutan tropis dijadikan karpet, kasur, tali, dan kain.

Alat Pembersih dan Kosmetikmu Juga Dari Hutan Lho

Minyak, getah, dan resin dari hutan tropis digunakan dalam insektisida, produk karet, BBM, cat, pernis dan pemoles kayu. Minyak tropis juga jadi bahan utama di kosmetik, sabun, sampo, parfum, disinfektan dan deterjen.

Oke Deh, Apa yang Bisa Kulakukan Untuk Melindungi Hutan?

Bumi sedang menghadapi krisis kepunahan sejak punahnya dinosaurus 65 juta tahun lalu. Nasib tanaman dan hewan di bumi—dan ratusan budaya manusia—akan ditentukan dalam beberapa dekade mendatang. Berhubung kita sangat membutuhkan hasil-hasil dari hutan, maka kita harus memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Kita harus melindungi hutan agar generasi mendatang bisa tetap merasakan manfaatnya.

Kamu bisa menggunakan produk-produk berlisensi Rainforest Alliance, seperti kopi, pisang dan cokelat. Segel warna hijau berarti bahan-bahannya datang dari pertanian yang melarang penggundulan hutan dan menerapkan praktik yang ramah bumi.

Kamu juga bisa mendalami soal hutan dan bagaimana hutan berhubungan langsung dengan kehidupan perkotaan. Mulailah bertindak, selamatkan hutan kota di tempat tinggalmu.

Kalau kamu punya uang lebih, kamu bisa menyumbang sedikit kepada organisasi konservasi hutan. Dengan melakukan ini, kamu akan melindungi kestabilan air, makanan, dan iklim bagi generasi mendatang. Berikut organisasi yang bisa kamu pilih: Rainforest Alliance, World Wildlife Fund, atau Nature Conservancy.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE IMPACT