Cash Confession

Seni Sanggup Membumikan Konsep Abstrak Seputar Uang

Hal itu dibuktikan tiga fotografer dengan karya menantang dalam gelaran 'C.R.E.A.M' kolaborasi VICE X PermataBank.
25.1.19
Sacrifice, foto oleh Fahreza Aditya untuk acara Cash Rules Everything Around Me
Foto oleh Fahreza Aditya

Uang dan seni seakan-akan tidak bisa akur. Seni melambangkan kemurnian ekspresi manusia, sementara uang menjadi simbol pertukaran nilai, sehingga tak murni lagi. Asumsi itu keliru banget. Uang dan seni bisa menjadi paduan kolaborasi menarik. Apalagi ketika para seniman, melalui kreativitasnya, membicarakan hubungan antara manusia dan uang yang tak terpisahkan dari sudut pandang segar.

Pendekatan itu bisa kita saksikan dari beberapa karya fotografi eksperimental yang meramaikan acara ‘Cash Rules Everything Around Me’ disingkat C.R.E.A.M, kolaborasi VICE bersama PermataBank mengajak anak muda siap menghadapi kedewasaan, termasuk dalam mengelola uang.

Pada acara yang digelar 1 Desember lalu, pengunjung tak hanya mengikuti diskusi dan alunan musik Dipha Barus lho. Mereka juga bisa menyaksikan beberapa karya fotografi seni karya seniman Indonesia yang amat menarik, mengajak kita merenungi hubungan antara manusia dan uang.

1548267221574-_Masa-Depanmu_

'Masa Depanmu' oleh Anton Ismael.

Anton Ismael, fotografer kawakan sekaligus pendiri gerakan nirlaba Kelas Pagi memamerkan karyanya bagi pengunjung C.R.E.A.M. Seri foto eksperimental darinya menyelami keterkaitan uang dan keluarga di Indonesia. Judul-judulnya saja sudah langsung menarik perhatian kita, misalnya ‘Ayah Cari Uang Dek’ atau ‘Saya Memilih Yang Punya Uang’.

"Tema utama dalam pameran ini dikemas dengan tema 'Rumah', tempat awal pendidikan itu ditanamkan dalam diri kita semua. Semua berawal dari Rumah," kata Anton kepada VICE.

1548317795347-cantik-aja-gak-cukup

'Cantik aja ga cukup' oleh Muhammad Fadhil.

Fahreza Aditya, salah satu seniman kelahiran Jakarta yang karyanya ditampilkan, mengusung konsep ‘Sacrifice'. Karyanya secara menggelitik menggambarkan perjuangan anak muda menyisihkan penghasilan, disimbolkan oleh celengan ayam yang muncul berulang kali dalam seri fotonya.

1548267578839-_Ayah-kemana-Ma_-Ayah-cari-uang-Dek_

'Ayah ke mana Ma? Ayah Cari Uang Dek' oleh Anton Ismael

Seniman lain yang terlibat dalam pameran mini tempo hari adalah Muhammad Fadhil. Untuk C.R.E.A.M, fotografer kelahiran Pekanbaru ini mengusung pendekatan gabungan dua media, sehingga karyanya menjadi kombinasi foto dan video instalasi. Adapun konsep karyanya adalah penggambaran pola hidup anak anak muda yang kurang dewasa dalam hal keuangan. Dari riset Fadhil, dia melihat banyak anak muda sering memaksakan gaya hidup di luar pemasukan rutin yang mereka terima.

Fadhil berharap karyanya bisa mengajak orang untuk merenungi konsep keseimbangan hidup. "Generasi muda juga harus bisa kerja keras yang positif untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan jangan liat ke atas terus sekali kali liat ke bawah," ujarnya.

1548267361177-2

'Sacrifice' oleh Fahreza Aditya

Foto-foto yang mereka sajikan menyulut kesadaran pengunjung, betapa topik yang terkesan abstrak—seperti uang, kesuksesan, serta menjadi manusia dewasa—sebetulnya sangat mungkin diterjemahkan menjadi karya seni. Seharusnya pameran macam ini makin sering digelar di masa mendatang, mengingat kedewasaan dan definisi sukses menghantui jutaan anak muda di negeri ini.

Agar anak muda tidak terlalu terbebani, maka harus ada yang berani mengubah persepsi kita tentang definisi dewasa dan sukses. Dua konsep ini menakutkan ketika terlalu abstrak. Seni bisa menjadi salah satu cara membumikannya.

1548267439150-_saya-memilih-yang-punya-uang_

'Aku Pilih yang Punya Uang' oleh Anton Ismael

Lewat jepretan kamera dan kreativitas, kedewasaan dan sukses tak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan gagasan menarik yang menantang untuk dijalani dan tak lagi meneror kita semua.

1548317854023-Sacrifice-5-of-5

'Sacrifice 5' oleh Fahreza Aditya

1548317893338-hutang

'Utang' oleh Muhammad Fadhil