Peristiwa Alam

Peneliti Coba Memahami Penyebab Nyaris 200 Paus Mati Terdampar Massal di Selandia Baru

Insiden yang sering terjadi pada November hingga Maret ini menimbulkan pertanyaan. Penyebabnya ternyata tragis banget...
4.12.18
Belasan bangkai Paus Pilot yang mati terdampar di Pulau Chatham Selandia Baru
Belasan bangkai Paus Pilot yang mati terdampar di Pulau Chatham, pada November 2018. Sumber: NZDOC

Sepekan lalu, hampir 200 paus mati akibat terdampar di kawasan pesisir Kepulauan wilayah Selandia Baru. Hanya di hari Kamis (29/11) saja, 51 paus pilot tewas akibat terdampar di pantai dekat Owenga, Kepulauan Chatham yang terpencil di Samudra Pasifik. Peristiwa ini menyusul insiden terdampar massal pada Sabtu sebelumnya yang membunuh 145 paus di Pulau Stewart.

Sebagian besar paus tersebut mati sebelum tim penyelamat sempat mencapai lokasi di pesisir untuk mengembalikan mereka ke perairan. Beberapa paus yang selamat, berhasil dikembalikan ke laut, tetapi separuh paus pilot lainnya terpaksa dibius. Satu paus di Pulau Chatham terpaksa dibunuh tim penyelamat agar tidak menderita.

"Aku enggak akan bisa melupakan erangan yang mirip tangisan paus itu. Hewan-hewan itu menatapku sembari aku duduk menemani mereka di pantai. Paus-paus itu berusaha berenang kembali ke tengah lautan, tapi mereka hanya menjadi lebih terdampar karena bobot mereka," tulis Liz Carlson, penulis sekaligus traveller yang jadi saksi mata awal insiden paus terdampar massal di Pulau Stewart dan melaporkannya ke pemerintah setempat lewat akun Instagramnya.

"Saat menyadari bahwa kita enggak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka adalah perasaan terburuk yang pernah kurasakan."

Pulau Stewart dan kepulauan Chatham rupanya sejak lama dikenal sebagai "titik panas" yang rutin jadi lokasi terdamparnya paus pilot, merujuk keterangan Departemen Konservasi Lingkungan Selandia Baru. Paus-paus ini, yang masih kerabat dekat jenis paus pembunuh alias Orca, biasa berenang dalam kelompok besar sepanjang musim panas di perairan belahan bumi selatan.

Para ilmuwan menduga paus-paus yang terdampar ini awalnya bergerak menuju tepi laut demi mencari makanan. Sayangnya, perairan dangkal membingungkan sensasi ekolokasi dan navigasi mamalia laut tersebut. Itulah sebabnya mengapa insiden terdamparnya rombongan paus pilot di pesisir Selandia Baru selalu naik pada bulan-bulan hangat, dari November sampai Maret.

Iklan

Garis pantai Selandia Baru tampaknya memang amat mematikan bagi paus pilot, tapi mereka juga kerap terdampar di lokasi-lokasi lain. Di awal Desember ini, misalnya, 29 paus pilot mati terdampar di pantai-pantai Australia.

Paus pilot pun, setelah diteliti, mengalami kemungkinan terdampar massal lebih sering dibandingkan semua jenis paus lainnya. Menurut NOAA, spesies ini rentan karena sifat mereka yang sangat sosial. Ketika seekor paus pilot terdampar, paus-paus lain di rombongan berusaha mengikutinya dan menyelamatkannya.

Pendamparan terbesar yang pernah dicatat terjadi pada 1918, ketika lebih dari 1.000 paus pilot hanyut ke daratan dan mati di kepulauan Chatham. Sedangkan pada Februari 2017, 252 paus pilot mati dalam pendamparan massal tragis dekat Cape Farewell, sebuah pulau di Selatan Selandia Baru.

Bangkai-bangkai paus yang mati akibat terdampar itu biasanya dikubur dan diupacarakan oleh komunitas Maori lokal.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard