Aktivisme Sosial

Kelompok Anarko Duduki Rumah Mewah Kosong Agar Tunawisma Tidak Kedinginan di Jalan

Inisiatif sosial macam itu sudah dijalankan kolektif anarkis di London, dan kini mulai ditiru di berbagai kota besar dunia.
13 April 2020, 4:33am

Keberadaan tunawisma dan gelandangan berkeliaran di jalan adalah persoalan sosial laten di berbagai negara. Terutama di negara yang sistem jaminan sosialnya tidak mendukung gelandangan bisa mendapat tempat perlindungan layak untuk menghabiskan malam dari kedinginan dan kelaparan.

Di Inggris, sekelompok aktivis sosial berideologi anarkis, memikirkan sebuah solusi untuk mengatasi sementara persoalan tunawisma. Mereka di jalan karena tidak punya rumah. Sementara ada sekian rumah yang dibiarkan kosong pemiliknya, karena si pemilik sudah amat kaya sehingga punya lebih dari satu properti.

Dalam alur berpikir kelompok anarko, kalau memang orang kaya cuma butuh properti itu sebagai aset di atas kertas untuk memperkaya diri, sebaiknya rumah tersebut diduduki saja supaya bisa menjadi tempat tinggal bagi gelandangan dan tunawisma.

Realitasnya, berdasarkan data tahun lalu, ada 4.134 orang yang benar-benar tidur di jalanan di seantero Inggris. Angka ini 16 persen lebih tinggi dari jumlah yang tercatat pada 2015 dan dua kali lebih banyak dari tahun 2010.

Sementara kaum gelandangan berjuang mencari tempat yang aman dan hangat untuk melewati malam, ada lebih dari 200.000 rumah/apartemen di Inggris yang sudah tak dihuni pemilik selama lebih enam bulan. Angka setinggi ini kerap membuat aktivis geram. Bagi mereka, bangunan-bangunan lebih dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berfaedah.

Ada satu grup yang bertekad memanfaatkan kekosongan ini buat kaum terpinggirkan. Autonomous Nation of Anarchist Libertarians (ANAL) adalah sekelompok aktivis yang telah menduduki (squatting) bangunan-bangunan kosong bernilai jutaan Poundsterling tapi tak pernah ditempati pemiliknya.

Mereka membuka akses ke rumah-rumah mahal itu bagi para tunawisma, memberi mereka tempat berlindung dari cuaca musim dingin yang menyiksa.

Beberapa hari setelah kelompok ini diusir dari mansion yang sedang mereka tempati, VICE mendapatkan kesempatan langka untuk melongok bangunan baru yang mereka duduki hanya selemparan batu dari Buckingham Palace. Untuk menyaksikan dokumenternya, klik tautan di awal artikel ini.