Iklan
media sosial

Para Influencer Medsos Disebut Mulai Kehilangan Daya Pengaruh

Penelitian baru menemukan angka interaksi pengguna Instagram dengan postingan influencer semakin turun.

oleh Erica Euse; Diterjemahkan oleh Jade Poa
13 Juli 2019, 2:00am

Foto via YouTube.

Saat Instagram mengumumkan sedang berencana menghapus fitur “like” awal tahun ini, kita mulai bersiap-siap buat akhir zaman influencer. Akan tetapi, studi baru mengungkap bahwa kejatuhan kaum influencer ternyata sudah berlangsung. Menurut penelitian baru, angka engagement, atau komunikasi interaksional dengan postingan influencer, kini mencapai titik terendah sepanjang masa.

Menurut Mobile Marketer, perusahaan analitik InfluencerDB baru-baru ini melapor angka postingan non-sponsor terjun menjadi 2 persen pada tiga bulan pertama 2019 dari 4,5 persen tiga tahun sebelumnya, sementara postingan sponsor turun menjadi dua persen dari 4 persen.

Studi ini juga menemukan angka interaksi pengguna Instagram dengan postingan para influencer pada setiap kategori, termasuk kecantikan, fesyen, makanan, dan gaya hidup telah menurun dalam tahun terakhir. InfluencerDB percaya penurunan ini terjadi karena pengguna Instagram dibombardir postingan sponsor dan melewatinya selagi browsing.

Penelitian baru ini sesuai dengan laporan The Streetwear Impact yang diterbitkan Hypebeast awal tahun ini yang mengakui para influencer mulai kehilangan efektivitas mereka. Menariknya, studi baru ini melapor jika influencer dengan jumlah follower antara 1.000 dan 5.000 mendapatkan angka engagement lebih tinggi dibandingkan influencer dengan jumlah follower lebih dari 5.000.

Kami belum yakin apakah penemuan ini betul-betul menandakan akhir masa berjayanya influencer, tetapi mereka jelas harus mempertimbangkan strategi baru karena followers mereka sudah mulai ogah.