Iklan
Melawan Kecanduan Medsos

Fitur 'Like' Postingan Instagram Mulai Dihapus di Enam Negara

Kalau Indonesia sudah ikut mengalaminya, pihak paling pusing jelas influencer yang jualan likes.

oleh Liam Hess
19 Juli 2019, 6:34am

Ilustrasi pemakaian Instagram dari arsip film Ingrid Goes West (2017). 

April 2019, Instagram mengumumkan bakal menguji fitur yang menyembunyikan jumlah ‘like’ di bawah setiap postingan. Kabar itu cukup kontroversial. Banyak pihak memuji manajemen Instagram karena akhirnya serius menanggapi kritikan terhadap fungsi aplikasi yang mempengaruhi kesehatan mental penggunanya secara negatif. Tak sedikit anak muda merasa harga diri seseorang diukur dengan jumlah like yang mereka dapat tiap kali posting.

Namun, masih ada juga yang mempertanyakan efektivitas keputusan ini untuk melawan berbagai isu yang terus menjadi masalah di Instagram: mulai dari pelecehan dan cyberbullying hingga kritik terhadap tubuh perempuan dan dunia influencer.

Penghapusan like pertama kali diuji di Kanada, tetapi Instagram mengumumkan sejak Kamis (18/7) sudah menyediakan pilihan menyembunyikan jumlah ‘like’ publik bagi penggunanya di enam negara lain: Irlandia, Jepang, Brazil, Australia, dan Selandia Baru. Intinya fitur 'like' sekarang tidak wajib mucul.

Tersedianya opsi memposting selfie kita tanpa harus memikirkan pendapat publik lumayan melegakan kecemasan yang disebabkan tanggapan instan ‘likes'. Menurut para psikolog, likes merangsang orang untuk memikirkan reaksi publik, bagaikan cara kerja otak seorang penjudi di kasino.

Ketika like tak lagi terpampang, maka beban sebagian orang yang merasa harus memposting selfie yang diedit habis-habisan akan berkurang. Cewek-cewek tak perlu foto pakai bikini seksi, atau foto makan malam untuk keseribu kalinya demi diakui kalau dia anak "gaul". Foto pamer selama ini memang cenderung mendapatkan jumlah ‘like’ paling besar, sehingga orang berlomba-lomba memamerkan semua aspek kehidupannya.

"Kami ingin Instagram menjadi tempat orang merasa nyaman mengekspresi diri," kata Mia Garlick, direktur kebijakan Facebook Australia dan Selandia Baru kepada ITV, saat menjelaskan keputusan menghapus likes. "Kami berharap uji coba ini akan mendorong pengguna kami fokus mengunggah hal-hal yang mereka suka."

Tampaknya, keputusan platform medsos ini sangat membantu buat orang biasa. Tapi jangan lupa, ucapkan duka cita bua para influencer yang akan kehilangan fitur andalan mereka saat jualan impression ke klien.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D