Iklan
Misi Luar Angkasa

Badan Antariksa Eropa Merancang Agar Manusia Bisa Tinggal dalam Gua di Bulan

Lembaga ini bakal mengirim misi robot khusus menjelajahi gua-gua belum terjamah yang berpotensi dihuni manusia.

oleh Becky Ferreira
23 Agustus 2019, 3:03am

Foto bulan Flickr/Bob Familiar (kiri); data gua di bulan dari arsip ESA (kanan)

Permukaan Bulan sering dijadikan tempat eksperimen, berlabuhnya robot, dan bahkan tardigrada atau beruang air. Namun, banyak sekali gua di permukaan Bulan yang belum terjamah.

Pada Rabu, Badan Antariksa Eropa (ESA) menyerukan ide agar misi robot luar angkasa selanjutnya mencari cara mengamati, menavigasi dan memetakan gua-gua di bulan. Ini masih menjadi bagian dari proyek eksplorasi tabung lava di Bulan, terutama untuk melihat potensinya sebagai tempat tinggal manusia secara jangka panjang.

Lubang-lubang tersebut bisa “melindungi astronot dari radiasi kosmik dan mikrometeorit, serta menyediakan sumber air es dan sumber daya lainnya yang terkubur di bawah tanah,” demikian bunyi pernyataan Franceso Sauro, direktur pusat pelatihan astrogeologi PANGAEA ESA.

Para ilmuwan menduga tabung lava terbentuk miliaran tahun lalu akibat adanya aliran lahar dari gunung berapi yang meletus. Pencitraan permukaan Bulan menunjukkan dataran basaltik purba mengeras menjadi gua-gua kecil yang dapat membentang hingga berkilometer jauhnya, mirip seperti tabung lahar di Bumi.

Selain rencana misi ESA, NASA juga sedang mengembangkan robot “Penyelam Bulan” yang dirancang untuk menyelami lubang-lubang terdalam yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi purba. Search for Extraterrestrial Intelligence Institute pun telah menguji coba kelayakan pesawat drone di tabung lava Islandia sebelum menerbangkannya ke gua-gua di Bulan dan Mars.

Butuh waktu sangat lama untuk mewujudkan proyek ini. Akan tetapi, kawasan gua tersebut diperkirakan dapat memberikan tempat berlindung dari lingkungan permukaan Bulan yang berbahaya bagi manusia yang sangat ingin pindah ke Bulan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard