The VICE Guide to Right Now

Girlband Jepang Beri Denda Bagi Penggemar yang Datang ke Acara Jumpa Fans Tanpa Masker

Menurut mereka, cara ini lebih baik daripada menunda atau membatalkan acaranya di tengah panik penularan virus Corona. Warganet di Jepang justru tidak setuju.

oleh Lia Savillo
28 Februari 2020, 3:36am

Gambar ilustrasi. [Kiri] Foto oleh Andhi Firmanda via Flickr (CC BY-NC 2.0). [Kanan] Foto oleh Nauris Pūķis via Unsplash

Kasus penyebaran novel coronavirus (COVID-19) semakin meningkat secara global. Wabahnya kini ditetapkan sebagai darurat kesehatan global setelah dua bulan terakhir menginfeksi 80.000 orang lebih dan menyebabkan 2.800 kematian.

Populasi Asia berusaha sebaik mungkin mencegah tertular penyakit. Mereka menjauhi kerumunan besar, menstok keperluan medis, dan tidak bepergian. Penyelenggara festival musik, ajang kompetisi olahraga, dan pesta cosplay juga telah menunda atau membatalkan acara mereka.

Girlband Jepang, 20 Love to Sweet Bullet, takkan membiarkan virus merusak ‘fan appreciation party’ atau fan meeting mereka. Acaranya akan tetap dilanjutkan dengan syarat penggemar harus menggunakan masker. Jika tidak, mereka akan didenda 1.000 yen (Rp130 ribu). Keputusan ini diumumkan dalam pernyataan Twitter pada 24 Februari.

“Guna mencegah penularan virus corona jenis baru, peserta fan meeting 2o Love wajib mengenakan masker selama acara. Mereka akan didenda 1.000 yen (Rp130 ribu) jika tidak menggunakan masker saat berfoto [dengan anggota grup],” bunyi pernyataannya.

Disebut “cheki” di Jepang, fan meeting adalah acara jumpa fans yang memungkinkan penggemar bertemu idola. Mereka bisa jabatan tangan dan foto bersama grup favorit. Banyak grup musik Jepang yang menunda dan membatalkan fan meeting di tengah wabah coronavirus. Sejauh ini, 214 orang di Jepang dinyatakan terjangkit COVID-19 dengan 4 kasus kematian.

Meski membuat peraturan wajib maskeran, 2o Love to Sweet Bullet sadar stok masker di negara mereka makin menipis. Di sisi lain, sejumlah warganet melihatnya sebagai pemerasan uang penggemar.

“Palingan mereka cuma ingin menambah keuntungan,” seseorang berkomentar. “Mendenda penggemar yang tidak pakai masker takkan membantu apa-apa. Mencegah coronavirus cuma kedok doang,” ujar netizen lain.

Beberapa penggemar meminta idola mereka untuk menunda acaranya sampai persediaan masker membaik.

Namun, ada satu penggemar yang bersikukuh datang tanpa masker. Mereka siap didenda. “1.000 yen-nya buat siapa? Apakah buat sang idola? Kalau iya, aku ogah pakai masker!”

Nominal dendanya tidak seberapa bagi penggemar fanatik, mengingat ada saja yang rela mengeluarkan biaya besar demi ketemu langsung atau makan malam bareng idola. Faktanya, industri girlband Jepang dikabarkan menghasilkan pemasukan sekitar $1 triliun (Rp14 kuadriliun) dalam setahun.

Follow Lia di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
girlband
Coronavirus
Jepang
Kultur Idola
jumpa fans
Virus Corona
Girlband Jepang