Iklan
The VICE Guide to Right Now

Anak Muda di Tiongkok Ikut Tantangan Lilitkan Earphone di Pinggang Supaya Dibilang Kurus

Tantangan konyol semacam ini kerap muncul di medsos Weibo, yang tujuannya cuma untuk pamer seberapa kurus tubuh mereka.

oleh Koh Ewe; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
20 Februari 2020, 7:31am

(Kiri) Foto dari Weibo. (Kanan) Foto milik Lukas via Pexels

Warganet di Tiongkok mempunyai standar kecantikan tidak masuk akal. Tren tantangan yang fokus pada tubuh sering viral di media sosial seperti Weibo. Setiap ada tantangan baru, tak jarang mereka beradu satu sama lain untuk menjadi yang paling langsing.

Sebelumnya pernah ada tantangan pinggang A4, yang mengukur tubuh dengan kertas A4. Lalu ada tantangan tulang selangka untuk melihat seberapa banyak uang koin yang bisa diletakkan di tulang selangka mereka. Kemudian muncul tantangan sentuh pusar dan tantangan mengukur tempurung lutut dengan iPhone 6, yang intinya mereka ingin memamerkan badan mungilnya.

Semua tantangan ini menggunakan benda random yang bisa untuk mengukur tubuh seseorang. Mereka yang berhasil menyelesaikan tantangan cenderung akan belagu dan bikin yang lain minder.

Sekarang muncul tren yang menggunakan earphone untuk menguji lingkar pinggang.

Weibo Earphones Waist challenge in China
“Coba cek kalian makin gendutan atau tidak karena sering malas-malasan di rumah. Lilitkan earphone di pinggang, dan perhatikan berapa banyak lilitan yang berhasil kalian lakukan… Tag kami, dan ajak teman-temanmu mengikuti tantangannya. Ayo kita melakukannya bersama-sama!” Bunyi caption Toutiaoxinwen, akun berita di Weibo. Gambar dari Weibo.

Sesuai dugaan, warganet Tiongkok membanjiri Weibo dengan foto-foto yang memamerkan pinggang langsing.

Weibo China earphones waist challenge
“Saya masih bisa melakukannya kalau menahan perut sedikit,” bunyi postingan seorang pengguna. Gambar dari Weibo.
China Weibo earphones waist challenge
“Ah, tantangan gampang ini mah haha,” pamer pengguna lain. Gambar: Weibo.

Tantangannya menuai berbagai reaksi. Ada yang ngiri, ada juga yang skeptis.

Weibo comment on China earphones waist challenge
“Ini tantangan siapa yang punya earphone terpanjang, ya?” kata seorang pengguna, sarkastis. Tangkapan layar dari Weibo.
Weibo comment on China earphones waist challenge
“Saya tidak gemuk, tapi pinggang dia bikin ngiri,” seorang netizen berkomentar. Tangkapan layar dari Weibo.
Weibo comment on China earphones waist challenge
“Sebagian besar orang yang mengikuti tantangan ini paling cuma mau memamerkan tubuh mereka,” komentar lainnya. Tangkapan layar dari Weibo.

Memang benar, ada pengguna yang jelas-jelas pamer punya pinggang kecil.

Weibo comment on China earphones waist challenge
“Saya mau makan sebanyak apapun juga tetap kurus. Ini bukan tantangan buatku,” kata pengguna satu ini. Tangkapan layar dari Weibo.

Warga Tiongkok sangat terobsesi memiliki tubuh langsing, sehingga tidak mengherankan jika tren tantangan semacam itu banyak diikuti orang. Di negara ini, menghina orang bertubuh gemuk dianggap biasa saja. Apabila ada seleb yang berat badannya naik sedikit saja, mereka harus siap menerima kritikan pedas dari netizen. Artis perempuan bahkan sering dibanding-bandingkan dengan artis lainnya.

Anggapan badan kurus adalah bentuk ideal sangat meresap di kalangan perempuan muda di Tiongkok. Saya masih ingat tetangga kosanku yang membingkai tulisan “Kalau berat badan saja tidak bisa dikontrol, gimana mau mengendalikan hidup?” di atas meja kamarnya.

Padahal, perempuan asal Beijing ini badannya sudah mungil dan langsing. Catatannya membuktikan dia telah termakan standar kecantikan tidak realistis, bahwa tubuhnya masih kurang oke.

Obsesi Tiongkok dengan perempuan langsing juga menciptakan peribahasa “Pilih langsing atau mati”. Ungkapan ini sering dijadikan motivasi menurunkan berat badan.

Follow Koh Ewe di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
cina
media sosial
Standar Kecantikan
Konten Viral
Bentuk Tubuh