hoax

WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Supaya Keluarga Kalian Ga Bisa Kirim Broadcast Hoax

Akhirnya.... semoga fitur ini bisa menghentikan penyebaran cocoklogi dan teori konspirasi yang sering banget beredar di grup-grup WA keluarga.
14 April 2020, 6:12am
Pesan hoaks yang disebar lewat whatsapp

Coba ingat-ingat lagi, sudah berapa banyak hoaks dan cocoklogi terkait virus corona yang kalian baca dari grup WhatsApp keluarga? Aku sendiri pernah menemukan broadcast kita bisa mengecek ketularan COVID-19 atau tidak dengan tahan napas 10 detik. Terus ada juga yang bilang corona adalah senjata biologis Tiongkok, atau diciptakan oleh Amerika Serikat (????). Intinya, semua berita palsu itu menggegerkan para boomer yang tak bisa atau malas membedakan antara fakta dan rumor.

Maraknya disinformasi seputar coronavirus pada akhirnya memaksa WhatsApp untuk mengambil tindakan guna menghentikan penyebaran kabar bohong di platform mereka. WhatsApp kini meluncurkan fitur yang membatasi pengguna meneruskan pesan ke orang lain. Dengan pembatasan baru ini, seseorang yang sering menerima pesan forward hanya bisa meneruskannya ke satu ruang chat pada satu waktu. Sebelumnya, pengguna bisa meneruskan pesan ke lima ruang chat sekaligus.

“Apakah meneruskan pesan tidak baik? Tentu tidak,” bunyi pernyataan WhatsApp. “Kami tahu banyak yang meneruskan informasi penting, video lucu, meme, kata-kata mutiara dan doa ke pengguna lain. Banyak juga yang menggunakan WhatsApp untuk membantu tenaga medis di garis depan. Akan tetapi, kami melihat peningkatan signifikan jumlah pesan berpotensi hoaks yang diteruskan. Rasanya sangat penting memperlambat penyebaran pesan agar WhatsApp bisa tetap menjadi wadah percakapan yang personal.”

Pembatasan pesan adalah langkah terbaru yang diambil anak perusahaan Facebook untuk memerangi penipuan dan spam pada platform mereka. Selain membatasi pesan forward, WhatsApp juga menyediakan laman "coronavirus hub" yang memberikan saran dan kiat-kiat kepada tenaga kesehatan, guru, organisasi amal, bisnis lokal dan pemerintah daerah.

"Kami percaya orang-orang semakin terhubung secara pribadi sekarang," seperti dikutip dari pernyataan tertulis. "Tim kami bekerja keras untuk mempertahankan WhatsApp sebagai platform yang dapat diandalkan selama krisis global. Kami menerima semua masukan dari pengguna, dan meningkatkan pengalaman pengguna berbagi pesan di WhatsApp."

Kalau fitur ini beneran berfungsi, kita para anak muda enggak perlu lagi berantem sama orang tua setelah memberi tahu pesan yang mereka kirim adalah hoaks.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D.