Seks

Penyelidikan Kecil-Kecilan: Bisakah Astronot Masturbasi di Luar Angkasa?

Di stasiun luar angkasa atau dalam pesawat ulang alik, seks agak mustahil dilakukan lantaran kendala logistik dan gravitasi. Tapi bagaimana dengan masturbasi? Kami pun melacak isu ini ke pakarnya.
04 Juni 2020, 10:10am
cara astronot masturbasi di luar angkasa
Foto ilustrasi astrono via Pixabay (kiri); ilustrasi masturbasi viaDainis Graveris / Unsplash (kanan)

SpaceX milik Elon Musk baru saja menciptakan sejarah dengan menjadi pesawat luar angkasa swasta pertama yang mendarat di International Space Station (ISS), membuka jalan menuju masa depan di mana warga sipil mungkin juga bisa ikut mengeksplor misteri alam semesta.

Ketika berbicara tentang meninggalkan planet Bumi, kita sudah pasti harus merelakan banyak hal-hal duniawi. Kita mungkin masih bisa merelakan ponsel dan makanan yang dimasak segar, tapi bagaimana dengan kebutuhan dasar manusia seperti tidur dan istirahat yang cukup, dan gairah seks?

Banyak yang sudah mengatakan kalau luar angkasa bukan lingkungan yang kondusif untuk bersenggama. Selain karena nihilnya gravitasi membuat sulit bagi manusia untuk berada dalam posisi yang diinginkan, tapi ilmuwan dan para ahli di NASA juga selalu skeptis perihal dampak psikologis dari hubungan seksual terhadap sebuah misi luar angkasa.

Alhasil, NASA dan ISS seringkali menghindari pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan seks di luar angkasa, biarpun rumor tentang astronot "skidipapap" di atas sana kerap bermunculan. Nah okehlah kalaupun memang berhubungan seks tidak praktis untuk dilakukan di luar angkasa, bagaimana dengan sekedar masturbasi?

Beberapa tahun lalu, Marjorie Jenkins, seorang penasehat NASA dan ahli seks dan kesehatan gender, menulis makalah berjudul Effects of Sex and Gender On Adaptations to Space: Reproductive Health (Kesehatan Reproduktif: Dampak dari Seks dan Gender Terhadap Adaptasi Ke Luar Angkasa) yang mengatakan bahwa ejakulasi esensial bagi lelaki untuk menghindari risiko bakteri terkumpul dalam prostat, yang dapat menyebabkan infeksi urogenital.

Berbagai penelitian lain menyimpulkan bahwa masturbasi adalah cara yang baik untuk meredakan stres dan kecemasan, jadi masuk akal dong kalau seseorang yang berada dalam tekanan tinggi seperti astronot kadang butuh pelampiasan.

Penelitian lama NASA menunjukkan perubahan gravitasi menyebabkan aliran darah manusia berubah atau berbalik arah bergerak menuju kepala dan dada alih-alih bersirkulasi di bagian bawah tubuh. Wah, berarti enggak bisa ereksi dong? Untungnya, beberapa astronot sudah membantah dugaan ini.

Dalam sebuah wawancara dengan Men’s Health Magazine pada 2014, astronot bernama Michael Mullane mengatakan ketika sedang berada dalam misi luar angkasa, kadang dia "mendapatkan ereksi yang saking kerasnya bisa menembus kryptonite."

Astronot lain bernama Ron Garon mengatakan di thread Ask Me Anything Reddit, bahwa "setahuku semua bentuk reaksi fisik yang bisa terjadi di Bumi ya bisa juga terjadi di luar angkasa" ketika ditanya apakah astronot bisa mendapatkan ereksi di atas sana.

Biarpun belum ada astronot perempuan yang mengakui pernah terangsang di luar angkasa, rasanya tidak aneh untuk berasumsi bahwa tidak akan sulit bagi perempuan untuk bermasturbasi di atas sana. Namun, sifat lingkungan yang bebas gravitasi, ditambah gejala mabuk, pusing dan kebas yang kerap dialami astronot bisa mengganggu rencana mereka untuk bermasturbasi.

Kendati NASA cenderung tutup mulut soal apakah astronot mereka bermasturbasi di atas orbit planet lain, antariksawan Rusia justru buka-bukaan. Seorang antariksawan Uni Soviet yang sudah pensiun bernama Valeri Polyako menulis dalam jurnalnya, kalau "Departemen Jasa Dukungan Psikologis Rusia mengirimi kami beberapa film bagus ‘penuh warna’ yang membantu kami memulihkan mood, agar kami bisa berlaku seperti layaknya lelaki dewasa. Tidak ada yang salah dengan itu."

Polyakov juga mengklaim atasannya mendukung dia untuk mengepak boneka seks tiup sebelum memulai misinya selama 14 bulan sendirian di stasiun luar angkasa Mir. Namun, dia mengatakan bahwa dia "menolak dengan kuat solusi macam itu. Seseorang yang menggunakan mainan semacam itu nanti bisa mengidap ‘sindrom boneka’ dan mulai memilih berhubungan boneka mereka alih-alih dengan pasangan sendiri ketika kembali ke Bumi."

Sementara itu, astronot Rusia lainnya bernama Aleksandr Laveykin membahas topik ini dalam buku Packing for Mars garapan Mary Roach. Dia membahas tentang bagaimana “Semua orang itu masturbasi di atas sana, dan semua paham kok. Ini bukan masalah besar. Teman-temanku kerap bertanya, "Di luar angkasa urusan seks gimana tuh?" Jawabanku,

"Ya dengan tangan!’" kata Laveykin tegas. "Ada banyak cara" dan juga menyiratkan bahwa dia kadang bermasturbasi ketika sedang tidur.

Menurut seorang dokter anonim yang pernah bekerja dengan NASA pernah berkomentar dalam salah satu edisi Mel Magazine, astronot bisa dengan mudah merangsang dirinya sendiri karena adanya dress code “lengan pendek” di stasiun luar angkasa. Lagipula, mengingat kebanyakan astronot mengaku bisa mengontrol kamera di dalam stasiun luar angkasa, akan sangat mudah bagi mereka untuk bermasturbasi secara aman ketika sedang mandi atau ketika berada di dalam stasiun tidur mereka yang berukuran kotak telepon umum.

Tak sedikit pengguna Quora dan Reddit juga berspekulasi bahwa di dalam lingkungan seperti pesawat luar angkasa, di mana privasi dan ruangan tertutup sangatlah langka, astronot bisa dengan mudah “pura-pura tidak melihat”. Ini adalah taktik yang umum digunakan dalam banyak barak tentara juga.

Terakhir, ada juga pertanyaan berhubungan dengan air mani apabila astronot bermasturbasi. Biarpun tisu dan tisu basah tersedia di pesawat luar angkasa, mereka mungkin akan membuang cairan tubuh dengan cara yang sama seperti ketika kencing: membuangnya keluar ke luar angkasa di mana cairan akan membeku menjadi kristal es. Paling enggak mereka tidak perlu khawatir mengotori pesawat.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Indonesia