Kebodohan Anak Muda

Prank Pocong Makin Meresahkan di Berbagai Wilayah, Polisi Terpaksa Bertindak

Polisi menangkap satu remaja tengil yang mengganggu warga Pemalang, Jawa Tengah. Jika memantau medsos, tren bodoh ini semakin menjadi sepanjang bulan puasa. Padahal udah banyak lho yang ditangkap.

oleh Arzia Tivany Wargadiredja
28 Mei 2019, 10:15am

Ilustrasi oleh Yasmin Hutasuhut

Orang-orang di Indonesia akrab dengan pemeo bahwa selama Ramadan, setan-setan dikurung. Kata siapa? Enggak juga tuh. Buktinya, salahs atu setan lokal paling ditakuti di Indonesia, pocong, justru asyik menghantui warga selama bulan suci ini. Saking usilnya, polisi di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terpaksa turun tangan menangkap sang setan.

Warga Pemalang, khususnya yang melintas malam-malam di ruas Jalan Tentara Pelajar, beberapa pekan ini sering diganggu setan pocong. Pocong, seperti digambarkan banyak media dan film horor, berbalut kain putih dengan wajah pucat atau bahkan yang tampak seperti terbakar. Ciri khasnya adalah gaya berjalan mereka yang biasanya melompat-lompat. Wujud ataupun tindak-tanduk mahluk yang muncul di Pemalang tidak sama persis. Tapi pastinya lumayan bikin degdegan pengendara motor.

Saking banyaknya laporan warga, polisi jadi curiga. Insiden munculnya pocong ini biasanya terjadi sesudah salat tarawih sampai mendekati waktu sahur. Kapolsek Pemalang Kota, I Ketut Mara, mengaku menerjunkan anggotanya pekan lalu untuk memburu pocong yang meresahkan warga.

Hasilnya, boro-boro takut. Ternyata teror pocong ini ulah remaja 15 tahun, yang mari kita sebut Adam* saja untuk penulisan artikel ini, karena usianya masih di bawah umur.

Sayang, polisi Pemalang tidak sempat merekam proses penggerebakan pocong jadi-jadian tersebut. Yang jelas mereka buru-buru meringkus si pocong karena tindakannya berbahaya. "Pengendara yang kaget dapat saja terjatuh atau bahkan terjadi tabrakan dengan pengendara lainnya," kata I Ketut Mara.

Kepada petugas, Adam mengakui kesalahannya. Dia iseng mengikuti tren prank pocong yang marak di media sosial. "Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya seperti dikutip media lokal.

Prank pocong semakin populer di kalangan remaja selama tiga tahun belakangan. Jika mengacu pada tren di medsos, prank macam ini justru meningkat intensitasnya kala Ramadan.

Di Twitter, ambil contoh, banyak netizen mengaku jadi korban prank pocong semacam itu selama dua pekan terakhir.

Coba pula ketik kata kunci "prank pocong" di Youtube, segera muncul beberapa video yang dibuat paling awal dalam jangka waktu tiga minggu ke belakang sejak awal Ramadan 2019.

Misalnya saja video yang dibuat cupstuwerd dan dipublikasikan 12 Mei lalu, ditonton sebanyak 1,8 juta kali. Si pembuat berusaha merekam reaksi jumpscare orang-orang yang ketakutan sambil dibumbui backsound yang diharap menambah unsur kelucuan. Sekalipun "lucu" (menurut yang bikin), prank ini dianggap mengganggu bagi banyak orang. Tapi bocil-bocil alay akan tetap membuatnya, sebab video macam itu terbukti mendatangkan views.

Misalnya video yang diunggah akun Raka Azmi, dintonton 161 ribu kali, atau prank pocong akun Andikaputra CS yang baru tayang 20 Mei lalu, sudah ditonton 20 ribu kali dalam hitungan hari. Padahal, youtuber yang dulu rajin bikin prank pocong, Erlangga Alfreda Davian, sampai dibekuk polisi Jakarta Selatan. Walau banyak yang sudah tersandung masalah, prank ini tetap saja populer.

Keusilan berbalut kain kafan ini pun bukan cuma melanda remaja Indonesia saja. Anak muda Malaysia pun berulang kali ketanggor masalah gara-gara melakukan prank pocong. Selera keisengan alay dua negara serumpun ini sama.

Tapi, polisi Pemalang tampaknya masih terlalu baik dalam memberi hukuman. Polisi di Bukit Pinang, Kuala Lumpur, menghukum remaja yang sering melakukan prank pocong dengan cara melompat dibungkus kafan selama 15 menit nonstop. Warga Depok, Jawa Barat, juga lebih kreatif menghukum remaja iseng macam itu. Tahun lalu, dua bocah yang kepergok suka menganggu pejalan kaki dengan berpose sebagai pocong dihukum tidur di makam semalaman.

Kayaknya mending gitu sih. Jika memang ada pelaku prank pocong ini yang tertangkap, sebaiknya mereka dihukum dengan cara yang bisa menghibur kita semua. Konten dibalas dengan konten. Adil kan?!

Tagged:
YouTube
indonesia
prank
Budaya
media sosial
Takhayul
Remaja Alay
Hantu Pocong
Prank Pocong
Pemalang
Panjat Sosial
Kenalakan Remaja