Naga-Naganya, 2019 Bakal Jadi Tahun Menyenangkan Bagi Penggemar Film Horor

Ada 'Ma' dibintangi Octavia Spencer, hingga remake filmnya David Cronenberg 'Rabid'. Berbagai indikasi menunjukkan 2019 bakal jadi tahun menyenangkan penggemar film horor bertokoh utama perempuan.

|
08 Maret 2019, 11:27am

Cuplikan dari film 'Paradise Hills'

Beberapa tahun terakhir ini, kita lumayan banyak disuguhi film horor berkarakter utama seorang perempuan. Film-film ini mendapatkan pujian dari kritikus. Sejumlah contohnya adalah Prevenge (2016), film tentang serial killer yang sedang hamil garapan Alice Lowe, film gore tentang masa akil balik Raw (2016) karya Julia Ducornau, antologi horor perempua n XX (2017) serta thriller berlatar belakang kehidupan PSK Cam (2018).

Oleh sebagian kritikus, film-film ini danggap memantik sebuah gerakan baru dan memperkenalkan kita pada sineas-sineas perempuan baru yang piawai mewujudkan fantasi menyeramkan-dan tentunya penuh darah—ke layar perak. Di sisi lain, film-film semisal The Babadook (2014) dan A Girl Walks Home Alone At Night (2014) membuka arah baru dalam perkembangan film horor, utama dalam gaya, keterwakilan perempuan dan adegan-adegan gore.

Tentu sineas atau aktris perempuan bukan baru-baru ini saja tertarik menggarap film horor yang mencekam. Sejak dulu mereka sudah melakukan itu. Bedanya, sekarang industri film akhirnya mau menengok kisah yang digarap para sineas perempuan ini. Tahun ini, jumlah film horor yang berkarakter utama perempuan dan disutradai sineas perempuan serta akan bertambah. Dan bukan tak mungkin, film-film tersebut mendulang pujian di festival-festival film kelas atas seperti The Berlin International Film Festival, sampai Sundance.

Sebagai salah satu pendiri kolektif film horor The Final Girls—yang didirikan untuk mengkaim kembali film-film horor yang terlupakan serta menyiapkan arena bagi sineas-sinear horor perempuan baru, saya senang betul mengingat tahun ini sepertinya akan jadi tahun klasik bagi penggemar horor. Sejumlah film horor yang rencananya dilepas tahun ini menghadirkan karakter perempuan yang kompleks sehingga cerita yang terjalin di dalamnya bisa menyentuh ketakutan dan kecemasan yang umumya dirasakn perempuan.

Pendeknya, film-film ini, saya rasa, bisa menggali imaji-imaji menyeramkan yang menyusup menolak minggat selama bertahun-tahun dalam kesadaran kami.

Di bawah ini adalah lima film horor dengan karakter utama seorang perempuan yang ditulis atau disutradarai seorang perempuan. Semua film yang rencananya tayang tahun ini menjanjikan kisah-kisah yang bikin bulu kuduk kita berdiri dan dihantui ketakutan berhari-hari.

1551885176146-knives-and-skin
Cuplikan 'Knives and Skin'

Knives and Skin, Disutradarai Jennifer Reeder

Dengan modal pengalaman panjang menggarap film-film pendek sudut pandang yang khas, film panjang kedua sutradara Amerika Serikat Jennifer Reeder adalah titik pertemuan semua ketertarikannya: kehidupan remaja, mistisisme, dan keanehan sebuah kota kecil. Knives and Skin mengisahkan insiden misteriys hilangnya Carolyn Harper di sebuah kota kecil di kawasan Midwest, serta dampaknya pada anak-anak remaja lainnya dan orang tua mereka.

1551885244430-MV5BODkyMzQwZWUtMzNhZC00Njg3LTg4MTktYmE5M2NmZTUzOWY3XkEyXkFqcGdeQXVyNTUwOTkzMzY_V1_
Cuplikan adegan 'Paradise Hills'

Paradise Hills, disutradarai Alice Waddington

Dengan latar belakang fesyen yang kuat dan pengalaman menyutradarai film pendek yang penuh gaya Disco Inferno, Alice Waddington membuat sejarah sebagai sutradara perempuan termuda di Spanyol yang berhasil menggarap sebuah film panjang. Paradise Hill tayang pertama kali di Sundance Film Festival. Berlatang belakang di sekolah reform perempuan kelas atas yang menyimpan rahasia kelam, film ini akan menyajikan akting dari Emma Roberts, Akwafina, and Milla Jovovich. Waddington sendiri mendedikasikan debut film panjangnya bagi “semua gadis ysng tumbuh besar menonton film fantasi dan sci-fi namun tak sedikit pun merasa nyaman bila mereka berada di dalamnya."

1551885295760-1_6_8_1283168_Make-Up
Adegan film 'Make Up' disutradarai Claire Oakley

Make Up, Disutradarai Claire Oakley

Dikenals sebagai penghasil film pendek menyeramkan, penulis skenario dan sutradara otodidak Claire Oakley akhirnya melahirkan film panjang pertamanya yang merupakan eksplorasi psikologis terhadap hasrat perempuan. Make Up bercerita tentang seorang perempuan muda (diperankan oleh pemenang BAFTA Molly Windsor) yang terobsesi dengan dugaan bahwa pacarnya bermain serong.

1551885413035-MV5BMGEwZmMzMzEtMzk2ZC00Y2IyLTg1NTgtN2UyNzBjZDcxYmVjXkEyXkFqcGdeQXVyNDcxNjkzNg_V1_
Poster film 'Rabid.'

Rabid, disutradarai Jen dan Sylvia Soska

Dua saudari kembar sekaligus sepasang sutradara film penuh darah Jen dan Sylvia Soska akan kembali dengan karya terbarunya setelah debut mereka American Mary (2012) memeroleh sambutan hangat. Kali ini, mereka me-remake film klasik body horor garapan—siapa lagi kalau bukan—David Cronenberg yang beredar 1977, Rabid. Di tangan sutradara kembar ini, Rabid diberikan twist feminin. Setelah parasnya rusak berat karena kecelakaan, Rose (Laura Vedervoot), seorang desainer baru yang tengah naik daun, menjalani pengobatan eksperimental yang memiliki konsekuensi tak terduga.

1551885483279-MV5BMTA2MjA3ODU0NjBeQTJeQWpwZ15BbWU4MDE3NTQxNDcz_V1_SY1000_CR006311000_AL_

Ma, disutradarai Tate Taylor

Kalian semua pasti tak pernah menyangka sutradara film semisal The Help (2011) dan Get on Up (2014) bakal menggarap film horor. Tapi mohon maaf, kenyataan memeng begitu. Ma dibintangi aktris peraih Oscar Octavia Spencer yang berperan sebagai Sue Ann, seorang perempuan penyendiri. Sue berkawan dengan sekawanan remaja dan mengundang mereka nongkrong di rubahan rumahnya. Ma diproduseri taipan horor Jason Blum dan digadang-gadang bakal jadi film horor menyenangkan yang menyedikan ruang sentuhan humoris.

Artikel ini pertama kali tayang di Broadly.