Hikmah di Balik Drama 'TeleNovanto'

Tak semua cerita dari saga Papa Setnov harus ditanggapi nyinyir. Di balik semua drama skandal korupsi e-KTP ini, bermacam hikmah bisa kita petik lho.

|
Nov 20 2017, 12:40siang

Setya Novanto (rompi oranye) tiba di Gedung KPK, Jakarta, sebelum dipindah ke rutan khusus. Foto oleh Antara Foto/ Rosa Panggabean / via REUTERS.

Babak pertama drama ‘telenovanto’ yang super berliku semalam diakhiri dengan Setnov yang dijemput masuk ke rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akhirnya diantar ke KPK setelah perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memeriksanya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyatakan bahwa Setnov tidak perlu lagi dirawat inap. Lika-liku perjalanan penangkapan Setnov membuktikan tidak ada lagi politisi di kancah perpolitikan Indonesia yang sefenomenal dan sedrama belio! Eits, enggak percaya?

Sosok Ketua Umum Partai Golkar itu semacam ironi. Setnov didaulat jadi pimpinan tertinggi wakil rakyat, enggak tanggung-tanggung sampai dua kali malah. Anehnya, Setnov, malah jadi bulan-bulanan dan sumber olok-olok rakyat itu sendiri.

Alasan lain kenapa ia begitu fenomenal, adalah kehidupan yang layaknya episode sinetron. Aku jadi teringat obrolanku ketika membuat tulisan soal Dilema Para Penulis Pabrik Naskah Sinetron. Seorang penulis naskah atau plotter sinetron jelas membeberkan rahasianya agar bisa tahan membuat ribuan episode sinetron. Kuncinya adalah membuat plot sebanyak mungkin, agar cerita yang dibuat paralel dan berjalan sendiri!

Sejak KPK menyinggung keterlibatan Setnov dalam kasus megakorupsi e-KTP, Setnov pernah mengajukan sidang praperadilan pada 30 September 2017 lalu, kemudian memenangkankannya. Ketika dipanggil lagi sebagai saksi ia kemudian sakit, muncullah berbagai meme dan reaksi masyarakat di jagat sosial media, plot baru pun muncul di mana Setnov kemudian melaporkan pembuat meme guyonan soal dirinya.

Tunggu, masih belum selesai! Ketika KPK kembali menyatakan Setnov sebagai tersangka, Ia pun pergi menghilang, tagar #IndonesiaMencariPapa pun muncul. Malahan, ada plot lain yang tidak kalah lucu dengan sendirinya muncul, misalnya seperti sayembara mencari Setnov. Tidak lama, keberadaannya ditemukan ketika mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik. Plot simpati masyarakat dalam #SaveTiangListrik pun naik ke permukaan menjadi trending topic, dan pembuat memenya pun lagi-lagi akan dilaporkan.


Baca juga liputan VICE soal kebiasaan koruptor di Indonesia yang unik banget:

Sebentar, masih belum selesai! Akibat kecelakaan tersebut, plot baru muncul. Pengacara Setnov, Fredrich Yunadi menyebut Setnov harus dirawat intensif lantaran ‘nyaris game over’. Kini Setnov sudah bersarang di rutan KPK, tapi sepertinya Ia tidak berhenti begitu saja. Menengok pada kesuksesan praperadilan sebelumnya, Ia berencana akan mengajukan praperadilan jilid II. Tidak lupa, Ia pun minta perlindungan Presiden Joko Widodo yang mungkin akan jadi potensi plot baru.

Kalau begini, jangan sampai lah kasusnya seperti sinetron terpanjang dalam sejarah Republik ini, Tukang Bubur Naik Haji, yang plot utama ceritanya sudah menghilang sama sekali ketika tokoh utama, Haji Sulam meninggal pada episode 1001, kurang dari setengah total episode sebanyak 2133. Iya, jangan sampai koruptor utama hilang begitu saja di tengah penyelesaian kasus. Nanti yang ramai malah sidang meme atau praperadilan berjilid-jilid.

Namun, bicara soal sinetron dan tayangan layar kaca, tidak ada yang muncul tanpa pesan moral dan hikmah kan? Dari kisah Setnov ini, semestinya kita belajar banyak hal tentang kehidupan. Jujur, aku sih sarankan daripada terus-terusan mencela Setnov, yang akan bikin pelakunya dilaporkan dan bikin plot baru lainnya. Lebih baik kita ambil hikmahnya saja...

SETNOV MENYATUKAN RAKYAT YANG TERPOLARISASI

Aku mau tanya, apa kalian enggak capek terus-terusan menuduh Jokowi antek Aseng dan Asing? Terus-terusan menuding Ahok yang sudah dipenjara dan minta maaf sebagai penista agama? Tidak henti-henti menghina Bibib yang menghilang akibat terjerat kasus cabul dan katanya sekarang kabur ke Arab? Apa kalian enggak bosan mempreteli Anies-Sandi sebagai pasangan Cagub-Cawagub penuh penciteraan yang enggak ngerti apa-apa dan rasis?

Sejak Pemilihan Presiden 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dipenuhi kampanye kotor, polarisasi antar rakyat yang berbeda pilihan politik, agama, dan ras makin menjadi-jadi. Indonesia kini sedang sangat terpecah belah, dan sepertinya tidak pernah separah ini sebelumnya.

Namun, ternyata kasus korupsi e-KTP yang melibatkan papah Setnov memberikan secercah harapan. Kasus yang memakan uang rakyat sebesar 2,3 Triliun, bikin kita semua, iya KITA SEMUA, baik yang dukung Prabowo atau Jokowi, yang dukung Anies atau Ahok enggak bisa bikin KTP baru! Otomatis, kita juga enggak bisa mengakses beragam fasilitas negara yang mengharuskan penggunaan KTP. Lantas, kalau begini caranya, kita semua ternyata aktif terlibat mendukung KPK menangkap Setya Novanto. Populasi massa yang mendukung tagar sarkastik #ThePowerOfSetnov, #IndonesiaMencariPapah atau #SaveTiangListrik menunjukkan bahwa Indonesia masih punya harapan untuk lepas dari jerat politik sektarian (asalkan punya musuh bersama).

SETNOV MENGAJARKAN KITA MAKNA SAHABAT SEJATI

Hingga saat ini, makna paling umum dari sahabat sejati adalah mereka yang selalu ada di masa-masa tersulit kita. Hal tersebut yang berhasil ditunjukkan oleh bekas wartawan Metro TV, Hilman Mattauch kepada Papah Setnov. Di saat-saat tersulit papah Setnov, yakni ketika dirinya diuber-uber KPK sebagai tersangka kasus korupsi triliunan rupiah, Hilman lah orang yang membawa Setnov di dalam mobil Toyota Fortunernya. Walaupun akhirnya mobil tersebut naas menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Selain itu, definisi sahabat sejati konon adalah mereka yang rela bersahabat tanpa mengenal status sosial. Hal itu pun ditunjukkan oleh Setnov. Papah Setnov yang seorang ketua DPR dengan kekayaan yang melimpah ruah, masih mau bersahabat dengan wartawan yang konon kata Prabowo Subianto, gajinya kecil sehingga belanja di mall pun tak kuasa.

Beberapa kali Setnov tertangkap kamera keluar dari mobil Hilman. Namun puncaknya sejak Hilman Mattauch ketahuan menyupiri Papah Setnov dalam pengejaran KPK, kita semua jadi tahu bahwa kabar kedekatan Hilman dengan petinggi Senayan ini bukanlah angin lalu. Hilman memulai karirnya sebagai kontributor Metro TV pada 2008 ditempatkan di wilayah Jakarta Barat, beberapa saat kemudian Ia pindah meliput ke Senayan, sejak saat itu Ia bergelut sebagai wartawan politik. Ia kerap muncul bersama dengan para Anggota Dewan seperti Setya Novanto, Fadli Zon, Ade Komarudin, hingga Fahri Hamzah.

Persahabatan Papah Setnov dan Hilman, mah lebih-lebih dari level Boy dan Emon. Lebih mirip persahabatan ala Warkop DKI lah. Kalau yang satu jatuh dari sepeda yang lain juga jatuh dari sepeda. Atau, minimal kalau salah satunya duluan kecebur kolam, yang nolong dari atas belakangan pasti ikut kecebur juga.

SETNOV MEMBANGKITKAN KEPEDULIAN TERHADAP HYPERSOMNIA

Jangan tanya berapa kali papah Setnov tertidur saat acara-acara penting negara. Di ruangan rapat yang adem, ber-AC, beralaskan kursi empuk itu papah pernah tidur saat rapat penentuan nasib rakyat. Media lokal merekam kebiasaan tidur papah Setnov yang kelewat sering itu. Misalnya, saat Rapat Paripurna Perppu Ormas, saat mengheningkan cipta di Pembukaan Munaslub Golkar, saat Forum Parlemen Dunia yang dihadiri perwakilan parlemen dari 47 negara, dan saat mendengarkan pidato mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama di Kota Kasablanka 1 Juli lalu. Untung saja Obama, coba kalau papah Setnov tidur saat Kim Jong Un pidato? Rutan KPK mah enggak ada apa-apanya dibanding penjara musim dingin Korea Utara, Pah!

Peristiwa tidur paling baru tentunya saat pernikahan anak perempuan Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. Warganet menuduhnya tidur, tapi Setnov langsung menampik dan beralasan bahwa dirinya terlampau khusyuk.Masuk akal toh?!

Dari semua peristiwa tidur di muka umum yang dilakukan papah Setnov, kenapa sih masyarakat Indonesia enggak pernah bisa positif menanggapinya? Ketika di luar sana sudah banyak kampanye soal pencegahan HIV/AIDS, soal kanker serviks, dan soal diabetes (meskipun ya belum juga efektif). Rasanya belum ada kampanye soal hypersomnia! Padahal kan sama-sama penyakit dan punya efek yang berbahaya. Nah, anggap saja papah Setnov sedang menggalang kepedulian bagi hypersomnia yang masih sangat langka. Sesekali sebagai wakil rakyat enggak salahnya dong ya gak pah untuk peduli sedikit sama rakyatnya?

Orang dengan hypersomnia punya jam tidur di malam hari yang sama, tapi kebanyakan dari mereka bermasalah dengan bangun pagi dan sulit terjaga di siang hari. Serangan kantuk tersebut bisa terjadi sepanjang hari di mana penderitanya selalu punya dorongan untuk tidur dan berulang-ulang, bahkan pada saat tidak tepat seperti ketika sedang mengendarai kendaraan, sedang rapat kebijakan rakyat, ataupun sedang di kondangan Presiden! Tertidur di depan kamera media massa adalah bentuk kampanye kepedulian terhadap hypersomnia (jika bukan bentuk perlawanan terhadap sistem). Siapapun yang punya keluhan serupa, sebaiknya periksakan! Jangan tunda-tunda! Ingat-ingat pesan Papah!

SETNOV MENGINGATKAN NEGARA SOAL KACAUNYA INFRASTRUKTUR LISTRIK

Bentuk kepedulian warganet terhadap tiang listrik dalam tagar #SaveTiangListrik semestinya ditanggapi secara serius oleh pemerintah, bukannya malah saling lempar-lemparan apakah itu tiang listrik milik PLN ataukan tiang lampu milik Pemkot. Harusnya, introspeksi hari gini masih saja jaringan listrik pakai tiang. Coba tengok, sudah banyak negara maju yang membangun jaringan listik bawah tanah yang konon jauh lebih aman tanpa perlu melihat kabel listrik semrawut dan acakadut dan potensial tersambar petir.

Coba kalau infrastruktur listrik negara kita sudah dibenahi. Memangnya ada apa cerita papah Setnov menabrak tiang listrik? Tentu tidak pernah ada! Apa perlu banyak korban papah-papah lainnya berjatuhan demi menyadarkan pemerintah kalau infrastruktur kelistrikan wajib sesegera mungkin dibenahi!

More VICE
VICE Channels