Kebodohan Remaja

YouTuber Ngehe Ferdian Paleka Tertangkap Polisi Usai Tiga Hari Kabur, Medsos Bersorak

Penangkapan sosok pengecut yang menipu transpuan di Bandung ini sampai disambut prank balik 'kamu bebas tapi bohong'. Kepada polisi doi mengaku bersikap sejahat itu demi "tambah subscriber."
08 Mei 2020, 6:15am
YouTuber Ferdian Paleka Tertangkap Polisi Jabar Usai Tiga Hari Kabur
Ferdian Paleka saat masih aktif sebagai YouTuber [kiri] dari screenshot YouTube; Paleka setelah ditangkap Polda Jabar dari akun @garizluiz13

Ferdian Paleka, YouTuber berusia 21 tahun yang mengerjai transpuan di Bandung dan menjadikannya konten YouTube, berhasil ditangkap Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung tengah malam tadi (8/5) pukul 00.30 di Tol Merak-Jakarta km 19.

Dia ditangkap bersama Aidil, temannya yang terlibat video prank tersebut, serta Jamaludin, paman Ferdian. Berhubung ni anak jago juga bisa buron tiga hari, kabar penangkapannya disambut syukuran netizen di medsos.

Kami bikin kronologi singkat buat yang lupa kenapa Paleka sampai trending melulu di medsos:

Ferdian dan dua temannya, Aidil dan Tubagus Fahddinar, mengunggah video prank transpuan di YouTube pada 1 Mei. Video itu langsung mengundang semua kata-kata kotor dari netizen di media sosial. Besoknya, pada 2 Mei, Ferdian dan Aidil buru-buru kabur ke Ogan Ilir, Sumatra Selatan, untuk bersembunyi di rumah Aidil. Pada 3 Mei, rumah keluarga Ferdian yang dihuni ayah dan ibu tirinya digeruduk warga yang kesal, tapi Ferdian cukup cerdik dengan minggat duluan. Dua hari kemudian, 5 Mei, polisi menetapkan tiga bocah tukang prank ini sebagai buronan.

Saat tertangkap, Ferdian, Aidil, dan Jamaludin sedang dalam perjalanan menuju Bandung. Belum ada kabar gimana mereka bisa menerobos penjagaan PSBB dan ngapain mereka balik ke Bandung.

"Baru dari pelarian dari Palembang mau menuju Bandung. Kita amankan di KM 19 daerah Balaraja, Tangerang," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga kepada Kompas. Saat ini orang paling diinginkan nomor satu di internet ini sedang diinterogasi Reskrimum Polda Jawa Barat.

Saat ditangkap, Ferdian sudah mengubah sedikit penampilannya. Rambutnya yang dicat pirang telah dihitamkan, serta kumisnya dicukur. Tampilan gahar sebelumnya berubah jadi anak baik-baik, tapi tidak menyurutkan polisi untuk membully. Mungkin saking keselnya. Soalnya setelah bikin video prank jahanam itu, ia sempat bikin video klarifikasi di Instagram yang ternyata adalah prank kedua.

Cukup kesal lihat lelaki songong yang nge-prank orang sampai dua kali gini? Daftarnya enggak berhenti di situ. Ia sempat mengunggah IG Stories yang menyatakan "gw bener2 lgi down sekarang" dan akan menyerahkan diri… kalau follower IG-nya tembus 30 ribu.

Yang salah siapa, yang kena getahnya siapa. Waktu rumah ortunya digeruduk warga, ibu tirinyalah, Nita Novianti (ada yang menulis Mita Novianti), yang harus sampai menangis-nangis minta maaf kepada korban.

"Saya memohon maaf atas kelakuan anak saya dan teman-temannya. Tentu mereka harus mempertanggungjawabkannya," kata Nita pada 6 Mei, dikutip Detik. Nita enggak bener-bener tahu kelakuan Ferdian gimana aja karena anak itu tinggal di kos yang terpisah dari rumah keluarga.

Eh, ternyata enggak gitu doang dong. Pada 6 Mei, warga melihat mobil Ferdian melintas di wilayah Cileungsi, Bogor. Polisi buru-buru mengejar, tapi di mobil itu cuma ada bokap Ferdian. Nah, si bapak ini enggak mau ngasih tahu keberadaan anaknya.

Setelah ngobrol-ngobrol, polisi menduga Ferdian playing victim ke bokapnya sehingga bersedia melindungi. "Setelah kita jelaskan dia [bokap Ferdian] baru tahu bahwa yang dilakukan oleh anaknya itu salah," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri Galih, dilansir CNN Indonesia.

Sebelum Ferdian tertangkap, salah satu partner nge-prank_-nya duluan menyerahkan diri. Tubagus Fahddinar diantar keluarga datang ke kantor polisi pada 4 Mei. Saat diinterogasi polisi soal motif bikin video _prank itu, niscaya bikin kita makin kesel. "[Paleka ingin] Iseng tambah subscriber," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri kepada Tirto.

Pengejaran Ferdian dkk dilakukan setelah keempat transpuan korban mereka melapor ke Polrestabes Bandung pada 4 Mei dini hari. Mereka adalah Sani, Dini, Luna, dan Pipiw. "Sakit hati saya. Mereka ngasih dus gitu, katanya bantuan. Eh pas dibuka toge busuk,” ujar Sani yang dihampiri Ferdian saat sedang berada di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Bandung.

Dengan tertangkapnya Ferdian, ada informasi penting yang netizen perlu tahu. Ternyata adalah Aidil, si rekan, yang punya ide dan bikin konsep nge- prank transpuan buat video YouTube. Nak, Nak, disekolahin jauh-jauh cuma buat bikin malu (kalimat ini juga ditujukan kepada pembuat video pembelaan buat Ferdian).