Penelitian 'Penting' Nih: James Bond Diduga Kecanduan Alkohol Parah

Kok ya ada penelitian kayak gini. Segala alkohol yang dia tenggak dituding memicu berbagai perilaku berbahaya: dari judi dengan taruhan selangit, baku hantam, ngebut, sampai ngewe' tanpa kondom.
27.12.18
james bond hobi menenggak martini
Foto James Bond dari arsip MGM 

Selain kepastian bahwa Daniel Craig akan kembali memerankan James Bond untuk kelima sekaligus terakhir kalinya serta kabar sutradara Cary Fukunaga sedang merombak habis-habisan skenarionya, tak banyak informasi yang beredar tentang film terbaru James Bond, yang akan jadi film ke-25 franchise ini.

Terlepas dari detail plotnya atau kemungkinan Rami Malek terpilih menjadi pemeran musuh utama Bond yang baru keok di 15 menit terakhir filmnya, satu-satunya yang mungkin hampir pasti adalah dugaan bahwa jagoan mata-mata Inggris ini bisa asumsikan sedang teler saat menghajar musuhnya, ngewe atau pokoknya melakukan segala tugasnya sebagai agen mata-mata Inggris. Bagi kita, aspek ini baik-baik saja kok.

Barangkali kita sudah maklum bahwa Bond identik dengan minuman beralkohol. Namanya juga film action. Cuma bagi sekelompok peneliti dar University of Oregon, Selandia Baru, kebiasaan James Bond minum-minum adalah masalah serius yang enggak bisa dianggap enteng.

Dalam sebuah makalah berjudul “License to Swill” (plesetan dari judul salah satu film Bond License To Kill) yang diterbitkan baru-baru ini, empat penulisnya menyimpulkan karakter Bond punya “masalah alkohol yang kronis” dan sudah semestinya “mencari pertolongan dari tenaga profesional.” Dengan demikian, agen mata-mata flamboyan ini bakal lebih bisa mengatasi stres pekerjaannya dengan baik. Kesimpulan ini mereka dapat setelah mereka nonton 24 film Bond dan menemukan minimal lima adegan mabu-mabuan dalam setiap filmnya.

james bond drinking in bath

Sean Connery sebagai pemeran awal James Bond, minum alkohol saat mandi di film 'Diamonds Are Forever' yang rilis pada 1971. (Foto oleh Terry O'Neill/Iconic Images/Getty Images)

Minuman-minuman yang ditenggak Bond—mau itu dikocok, diaduk, atau disajikan dengan cara lainnya—secara tidak langsung dianggap mendorongnya berani melakukan tindakan-tindakan berbahaya di antaranya berjudi dengan taruhan tinggi, baku hantam, kebut-kebutan mengejar musuhnya, menerbangkan helikopter, mengoperasikan peralatan berat PLTN, mendekati hewan-hewan berbahaya dan ngeseks.

Khusus yang kegiatan yang terakhir ini, Bond gemar banget melakukannya. Malah, kadang Bond ngeseks sama cewek yang jelas-jelas pengin membunuh dirinya. Parahnya lagi, menurut para peneliti di atas, Bond mainnya enggak bersih dan sepertinya enggak punya stok kondom (apalagi pas dia ngeseks impromptu di dalam air!).

Kebiasaan Bond mabu-mabuan tetap konsisten meski zaman atau pemainnya sudah berganti. Namun, konsumsi alkohol Bond paling tinggi terjadi dalam film Quantum of Solace yang dirilis pada 2008 lalu.

"Dalam sebuah penerbangan jet pribadi, bartender yang berada di atas pesawat mencatat Bond sudah menenggak enam gelas “vesper Martini. Berdasarkan deskripsi rinci yang diberikan sang Bartender mengenai Vesper, kami bisa menakar kadar alkohol dalam darah Bond sekitar 0.36 g/dL," tulis tim peneliti dalam laporan tersebut. "Gerakan Bond terkesan melamban dari biasa. Tapi, omongannya keluar dengan lancar. Hati Bond butuh sekitar 24 jam untuk mengolah alkohol sebanyak itu. Dan performa Bond sehari setelahnya akan terganggu."

Empat penulis laporan penelitian ini mengacu definisi alkoholisme pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), dan Bond setidaknya memenuhi enam dari 11 kriteria alkoholisme. Dengan demikian, Bond diperkirakan memiliki masalah alkohol yang “gawat.”

Lalu, bagaimana Bond mengatasi masalah segawat ini? Para mengusulkan agar Bond tak sok-sok jagoan membereskannya sendirian. “Kantor Bond harusnya lebih bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjanya. Bond mestinya diarahkan untuk menjadi konseling dan menemui psikiater untuk mengatasi masalah konsumsi alkoholnya,” demikin tulis mereka dalam laporannya.

"Nantinya, layanan penunjang ini menentukan apakah Bond mengala stres pascatrauma setelah menghabisi nyawa banyak orang dan kelewat sering disiksa."

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Bond “rekan lapangan yang lebih banyak" dan rincian pekerjaan baru yang tak terus menerus menempatkannya dalam situasi dengan tingkat stres tinggi.

Plus, satu lagi: James Bond harus punya stok kondom!

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES