Ngopi Napa???

Kami Menyelidiki Penyebab Es Kopi Harganya Mahal Banget

Millenial sering dituduh ngabisin duit buat ngopi. Nah, ternyata dari semua jenis kopi tadi, capuccino atau latte pakai es biasanya lebih mahal. Hmm, aneh banget. Harus dicari tahu alasannya.
04 Juli 2019, 11:59am
Kami Menyelidiki Penyebab Es Kopi Harganya Mahal Banget
Foto ilustrasi es kopi via akun Flickr users Molly dan Barta IV. Kolase oleh penulis.

Ketika cuaca lagi panas banget, enggak ada minuman yang lebih memuaskan daripada segelas kopi dingin. Bayangin panas yang kayak gini: AC kantor udah diturunin sampai 16 derajat tapi kamu masih berkeringat. Makanya, seperti yang kubilang di awal tulisan, dalam cuaca neraka kayak gitu cocok banget rasanya kalau kita tetap bisa menikmati dosis kafein harian dengan minum es kopi.

Tapi ada satu masalah. Tentu saja perkara harga. Minuman kopi kalau ditambahi es seringnya lebih mahal dari yang biasa. Mau itu Americano, Latter, atau Capuccino. Kalau cuma kopi susu biasa mungkin masih terjangkau ya. Tapi kalau mau enakan dikit, dengan kafein yang dosisnya nendang, harga segelasnya bisa naik menjadi Rp30 ribu.

Persoalan es kopi tuh satu: kita kesulitan membuatnya sendiri di rumah atau kantor. Enggak semua kantor menyediakan mesin kopi canggih. Kalaupun ada, kamu pasti enggak jago bikinnya, seperti barista yang biasan membuatkanmu iced latte di kafe

Kalau sudah gini, pecinta kopi terpaksa mengeluarkan ongkos buat beli es kopi di kafe. Secara teknis, kamu bisa memesan segelas es batu (gratis) dan espresso dobel (murah) dan membuat kopi es sendiri dengan susu yang disediakan. Tapi saya tetap penasaran. Kenapa sih, nambah es batu doang bikin harganya jadi beda.

Begini. Saya enggak merasa es kopi—atau semua minuman kopi dalam bentuk apapun—merupakan hak asasi manusia. Saya juga bukan tipe orang yang mendukung gaji para barista dipotong hanya agar harga kopinya bisa diturunkan, sebab gaji mereka sudah kecil lho. Yang membuat saya kesal keanehan banyak kafe yang bikin harga es kopi jadi lebih mahal dibanding varian kopi panas.

1532519945776-3700563766_f29ba20aba_o

Ada sejumlah teori yang ternyata bisa menjelaskan kenapa es kopi selalu lebih mahal. Tentu faktor pertama adalah penambahan es batu. Kafe yang punya sajian minuman dingin memerlukan lebih banyak perlengkapan dapur, seperti sedotan, gelas plastik, sama lemari es. Bikin es kopi juga butuh waktu lebih lama. Tapi, kalau permintaan konsumen banyak, karena es kopi disukai pelanggan, harusnya enggak perlu lebih mahal dari minuman hangat dong?

Saking pensarannya, saya menghubungi Markman Ellis, akademisi di Queen Mary University of London yang pernah menulis buku Rumah Kopi: Sebuah Sejarah Budaya. Saya ingin tahu, apakah konsumen sebenarnya diakali ketika membayar kopi dingin lebih mahal dari seduhan panas.

"Logika penentuan harga es kopi memang agak misterius, tapi kalau ada yang bilang es batunya bikin harga per gelas lebih mahal maka itu omong kosong," demikian kata Ellis saat saya wawancarai lewat surel. "Es batu terbuat dari air, dan pastinya enggak semahal harga susu atau kopi. Saya rasa ada biaya marginal dari penyediaan lemari es. Apalagi kalau kafenya tidak biasa menyediakan minuman dingin. Satu yang pasti, harga es kopi lebih mahal karena disengaja. Kemungkinan ya sederhana saja. Pemilik kafe mikirnya gini, "mumpung orang-orang suka es kopi, makanya dibikin mahal biar untungnya semakin besar'."

Ellis menjelaskan harga es kopi sepanjang sejarah memang selalu mahal. "Waktu pertama kali kopi dikenal penduduk London antara dekade 1650 hingga 1660-an, secangkir kopi seharga satu sen," ujarnya. "Kamu mungkin bilang itu sekarang terasa murah. Padahal kamu bisa mendapatkan satu botol kecil bir dengan harga yang sama di zaman itu. Jadi memang ada kemiripan seputar penetapan harga kopi di zaman dulu dengan sekarang.”

Setelah mendapat keterangan dari Ellis, saya kepengin tanya barista yang berurusan sama produksi kopi tiap hari. Saya akhirnya mengunjungi kafe di dekat kantor untuk memecahkan misterinya.

Seorang barista di Ozone Coffee Roasters menyatakan es kopi secara waktu pembuatan malah lebih cepat karena enggak perlu di-steam terlebih dahulu. Meskipun demikian, dia menjelaskan beberapa alasan kenapa es kopi bisa mahal.

"Harga es itu, yang kualitasnya bagus ya, ternyata mahal walaupun beli grosiran. Belum lagi kalau kamu harus menyewa dan merawat lemari es," katanya kepadaku. Dia minta agar namanya dirahasiakan, supaya enak ngobrolin topik ini tanpa diketahui bosnya. "Es kopi biasanya disajikan dalam gelas yang lebih besar daripada kopi panas. Itu artinya es batunya juga harus banyak."

"Tapi sebenarnya jarang ada kafe sampai yang naikkin harga es kopi sampai Rp5.000 per gelas dibandingkan kopi panas," imbuhnya malu-malu.

Intinya, tentu saja harga semua produk akan terus naik, selama pemilik kedai masih ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya. Apalagi ketika cuaca panas, banyak pengusaha tahu orang kepengin minum dingin—termasuk kopi.

Jadi. gimana dong caranya mengurangi pembelian es kopi? Saya mau kasih tahu aja, nih, parno lah sama kualitas es batunya. Bisa jadi ada tinja masuk dalam es kopimu walau kamu belinya di franchise kedai kopi internasional sekalipun, seperti pernah ditulis redaksi MUNCHIES beberapa tahun lalu.

Lihat, gampang kan mengurangi minat minum es kopi? Selamat berhemat!

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES