Kuliner

Sori Nih, Kebanyakan Es Krim 'Vanila' Ternyata Enggak Mengandung Vanila, Susu, atau Krim

Dalam sejumlah produk es krim, krim dan susu diganti dengan susu skim kering, protein air dadih, minyak kelapa atau bahkan minyak sawit.
29 Agustus 2018, 9:52am
Foto: Getty Images / Aleksandr Kuzmin

Awal bulan ini, penulis pemenang anugerah James Beard Maura Judkis menyambangi Museum of Ice Cream. Dalam kunjungan tersebut, yang ditulis dalam sebuah artikel Washington Post , Maura dibuat terperangah oleh obsesi museum tersebut terhadap swafoto. Dia juga sempat menyimak kuliah umum seorang pria bernama Maraschino Marcus tentang proses pembuatan es krim. “Vanila,” terang pria itu. “Sangat penting bagi segala macam rasa yang kita tahu dan cintai.”

Tapi, jika kamu doyan mengamati produk-produk es krim seperti saya, ini jelas bukan informasi baru. Di ranah es krim, vanilla sangat penting dalam pembuatan—contohnya—es krim vanila.

Sayangnya, investigasi sebuah tayangan TV inggris menemukan bahwa pada kenyataannya tidak selalu begitu. Hal ini terungkap setelah Which?—nama tayangan tersebut—mensurvei 24 jenis es krim vanila dan menemukan setengahnya tak mengandung vanila, susu, atau krim. Bahkan lima merk di antaranya tak memakai ketiga bahan tersebut dalam proses pembuatannya.

Tiga dari lima merk es krim itu adalah merk yang biasanya dijumpai di supermarket seperti Asda, Morrison, dan Tesco. Adapun dua sisanya adalah merk es krim yang secara khusus dijajakan di Tesco. Suka Haagen-Dazs? Tenang es krim vanila kesayangan anak hardcore sejagat itu enggak bohong alias mengandung susu, krim dan vanila.

Menurut sebuah artikel yang diturunkan The Guardian, krim dan susu dalam beberapa “es krim” tersebut, sudah diganti dengan susu skim kering atau protein air dadih, sedangkan vanilanya sendiri “perasa biasa.” Bahkan sejumlah es krim yang diuji juga mengandung minyak kelapa atau minyak kelapa sawit

Di Inggris sendiri, saat ini tak ada aturan yang mengatur bahan apa yang harus tercantum dalam “es krim.” Menurut artikel The Guardian, hingga 2015, segala macam produk yang dilabeli sebagai “es krim” sekurang-kurangnya harus mengandung 5 persen lemak susu dan 2,5 persen protein susu. Namun, aturan itu kini sudah dikesampingkan

Amerika Serikat punya aturan sendiri tentang bahan es krim. Code of Federal Regulations yang dikeluarkan oleh Food & Drug Administration (FDA) mengatur setiap produk yang dilabeli es krim setidaknya harus mengandung sepuluh persen lemak susu. Jika kandungan lemak susu kurang dari sepuluh persen, maka FDA mengharuskan produk tersebut diberi label dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sudah mempersiapkan berbagai sebutan untuk sebuah produk, berdasarkan jumlah kandungan lemak susunya.

Seperti yang dipaparkan oleh Business Insider, definisi buatan USDA hanyalah istilah pemasaran dan tak diatur oleh hukum federal. Imbasnya, jika produsen ini menamai produk dairy dessertnya yang kandungannya lemak susunya cuma lima persen dengan nama “Light Ice Cream,” mereka boleh saja melakukannya. Yang haram adalah melabeli produk tersebut sebagai es krim.

Pada akhirnya, temuan Which? Bikin kita rajin membaca semua label dalam bungkus es krim, sebab jika kita menemukan frasa macam “Light” atau “Nonfat,” bersiaplah menghadapi fakta pahit kalau kalian sebenarnya enggak sedang makan es krim.