Kesepian

Stop Ejek Orang Tua yang Caper di Media Sosial, Bisa Jadi Mereka Kesepian

Rasa kesepian ini bisa menjurus ke penyakit depresi, malnutrisi, sampai sakit jantung. Yuk, mulai toleran sama konten-konten bapak-ibu absurd Indonesia di medsos.
14 Maret 2020, 6:51am
Penyebab Orang Tua Caper di Medsos Akibat Kesepian
Ilustrasi orang kesepian di bangku [kanan] via Unsplash; screenshot guyon bapak-bapak via Twitter.

Kadang cara para orang tua dalam bermedia sosial emang enggak bisa diterima kita-kita yang muda ini. Konten para manusia paruh baya yang cari teman di media sosial cenderung bikin kita cringe, nyebelin lah pokoknya.

Banyak dari kita mengalami dilema stadium IV sewaktu melihat mereka bikin status Twitter dan WhatsApp: ingin berkata kasar, tapi takut kualat. Nah, buat yang suka kesel sendiri dalam hati gara-gara enggak sengaja ngeliat oknum orang tua cari perhatian di era digital, VICE punya pesan mulia: jangan dihakimi terus ya, siapa tau mereka sedang kesepian.

Pesan redaksi VICE tentu saja berdasarkan kepada hal-hal saintifik dong, studi di University of California salah satunya. Dalam publikasi jurnal mereka, disebut para orang tua cukup rentan merasa kesepian karena beberapa alasan.

Usia yang semakin bertambah namun keterampilan sosial yang tidak memadai jadi yang utama. Bisa dilihat dengan jelas dong gimana kadar keterampilan sosial mereka saat bikin status Twitter dan Facebook yang cringe banget sambil ngunggah foto selfie lengkap dengan jempol.

"Beberapa orang bahkan menyebutkan penyebab kesepian karena kehilangan pasangan, saudara kandung, dan teman mereka. Beberapa lainnya menyebutkan bagaimana menjalin pertemanan baru dalam komunitas senior pun tidak dapat menggantikan teman yang sudah meninggal bersama mereka," ujar peneliti di Departemen Psikiatri di Fakultas Kedokteran University of California San Diego School of Medicine, Alejandra Paredes Dalam melakukan penelitian, mereka mewawancarai 30 orang dewasa berusia 67-92 tahun yang tinggal di San Diego.

Tentu bahaya kalau cara mereka bermedia sosial untuk keluar dari rasa sepi ini justru kita olok-olok. Dokter Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Prof. Siti Setiati mengatakan lansia yang kesepian akan terganggu kesehatannya. Lansia yang menderita stres berisiko besar depresi dan ujung-ujungnya jadi mudah sakit. Selain itu, penelitian Bournemouth University’s Ageing and Dementia Research Centre malah bilang rasa kesepian oleh orang tua mengacaukan kebiasaan makan sehingga menyebabkan malnutrisi, serta memicu risiko penyakit jantung dan Alzheimer.

Enggak cuma lansia doang, ternyata orang tua muda juga rentan kesepian. Penelitian di Inggris yang diterbitkan Coram Family and Childcare mengatakan 56 persen orang tua yang punya anak di bawah lima tahun mengalami kesepian. Masa-masa setelah melahirkan adalah waktu paling sepi bagi seorang ibu. Perasaan ini terbawa ketika sang ibu tidak fit atau bayinya sedang sakit sehingga ia tak bisa bergerak bebas keluar rumah.

Ternyata, menurut penelitian ini, faktor finansial pun berpengaruh terhadap rasa kesepian orang tua. Mereka dengan pendapatan rendah jauh lebih rentan terhadap rasa kesepian (33 persen) dibanding orang tua dengan pendapatan gaji tinggi (16 persen). Salah satu saran peneliti: para orang tua yang kesepian ini perlu terlibat dalam aktivitas sesamanya yang bernasib sama, jadi bisa membentuk semacam support group gitu untuk saling bertukar pikiran.

“Oleh karena itu penting bagi keluarga untuk mengatur bagaimana agar orang tua mereka tidak merasa kesepian. Bisa dengan tinggal bersamanya, bergantian mengunjungi mereka, serta melibatkan tetangga sekitar sehingga yang bersangkutan bisa terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya," kata Direktur Age UK Caroline Abrahams.

Nah, daripada menghakimi konten orang tua kita yang bikin sebel, mending mulai deh ajak mereka makan bareng. Atau, paling minimal, jangan marah lagi kalau mendadak ada jokes lawas “hati-hati ada keluarga teroris Dr. Azahari di mal-mal Jakarta yang siap menebar teror. Mereka adalah Ayu Azahari dan Sarah Azahari” milik orang tua kita.

Tertawa lah. Bisa jadi tertawanya kita itu yang paling mereka butuhkan untuk mengalihkan pikiran dari rasa kesepian.