Iklan
Pendakian Maut

GoPro Rekam Momen Terakhir Mencekam Regu Pendaki Himalaya yang Bernasib Nahas

Kameranya ditemukan di ketinggian 5.800 meter, saat aparat perbatasan India dan Nepal melakukan pencarian jasad delapan pendaki tersebut.

oleh Meera Navlakha; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
11 Juli 2019, 7:48am

Foto ilustrasi Pegunungan Himalaya oleh Raphael Rychetsky via Unsplash

Delapan pendaki hilang di gunung Himalaya sejak Mei 2019. Setelah pencarian panjang, aparat India baru saja menemukan GoPro mereka yang hilang. Kamera portable yang masih berfungsi ini bagaikan "kotak hitam", karena berisi rekaman gambar yang dapat menjelaskan mengapa para pendaki tadi hilang.

Kepolisian Perbatasan India-Tibet (ITBP) telah merilis videonya ke publik melalui akun Twitter resminyaa. Dalam rekaman berdurasi kurang dari dua menit tersebut, kelompok pendaki itu perlahan mencapai puncak tak bernama, sebelum tiba-tiba bernasib nahas.

"Kami takjub menonton rekamannya" kata wakil inspektur jenderal ITBP APS Nambadia saat jumpa pers.

Tim pendaki itu mengantongi izin untuk naik ke puncak Nanda Devi timur—gunung tertinggi kedua di India. Kantor Berita Reuters melaporkan kedelapan orang tersebut mendaki puncak yang belum pernah didatangi sebagai persiapan. Di tempat inilah peristiwa nahas terjadi.

Berdasarkan video tersebut, dapat diasumsikan bila mereka tewas akibat longsoran salju tak terduga. Juru bicara ITBP Vivek Kumar Pandey menduga kelompok itu berjalan terlalu dekat dengan satu sama lain, sehingga bobot mereka memicu hancurnyayang rapuh.

Kelompok tersebut beranggotakan empat orang Inggris, dua orang Amerika, satu orang Australia, dan satu liaison officer dari India. Ketujuh jasadnya ditemukan sebulan setelah mereka hilang. Tinggal satu jasad belum berhasil ditemukan, yakni Martin Moran. Dia ketua ekspedisi ini asal Inggris yang telah menjadi pemandu gunung sejak 1985.

Tim SAR ITBP menemukan GoPro rombongan tersebut pada ketinggian 5.800 meter ketika menelusuri wilayah sekitar tempat jasad pertama kali ditemukan. Videonya menjadi bukti penting bagi penyelidikan ITBP. Menurut Pandey, kameranya digunakan untuk "menganalisis apa yang membuat rombongan ini celaka."

Selain GoPro, mereka juga menemukan peralatan pendakian, dokumen, dan satu boneka penguin kecil.

Kawasan Pegunungan Himalaya telah merenggut banyak nyawa beberapa tahun terakhir. “Kemacetan” lalu lintas manusia di Gunung Everest bahkan menewaskan dua pendaki pada Mei lalu. Keduanya tewas akibat penyakit ketinggian dan lemas. Tahun ini saja, Everest menewaskan 11 jiwa pendaki yang berusaha muncak.

Meski 'kemacetan' di area menuju puncak memicu banyak kematian, penelitian terbaru menyatakan penyebab para pendaki tewas masih akibat sebab alami. Gletser di wilayah Everest dikabarkan semakin menipis, yang pada akhirnya menyebabkan longsor mematikan.

Follow Meera di Twitter dan Instagram .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.