Views My Own

Sosok-Sosok Ini Rasanya Bakal Sulit Kita Maafkan, Sekalipun di Hari Lebaran

Terinspirasi meme kejam terhadap salah satu provider internet Indonesia, kami bikin daftar sosok yang terkesan konsisten dibenci netizen. Masa iya, warganet mau memaafkan tukang parkir ninja sampai koruptor?

oleh Ikhwan Hastanto
22 Mei 2020, 7:26am

Foto ilustrasi menolak lupa dan memaafkan oleh Victor Grigas/Wikimedia Commons/lisensi CC 3.0

Lebaran sebentar lagi. Pesan broadcast klise "Ketika tangan tak mampu berjabat…" yang makin mendapat relevansinya gara-gara pandemi corona, siap dikirim ke ponsel jutaan orang Indonesia. Dalam sehari, seliweran jutaan kata maaf diobral muslim Indonesia untuk melengkapi suasana kembali menjadi suci.

Tapi… jujur saja nih, rasanya tetap ada beberapa pihak rasanya berat buat dimaafin. Pepatah netizen yang sedang ngetren: "Tuhan Mahapemaaf, saya tidak", rasanya pasmenggambarkan kekalutan hati. Di satu sisi, jahat banget kalau enggak maafin seseorang di hari yang fitri. Di sisi yang lain, kok ya hati terlampau kesal dengan kelakuan sosok-sosok tertentu yang konsisten ngeselin.

Inspirasi daftar ini muncul melihat banyaknya warganet di Indonesia yang menyimpan amarah tersendiri terhadap layanan penyedia internet IndiHome yang dikelola Telkom. Sepekan terakhir, Indihome kembali dirundung di media sosial.

Pemicunya? Karena sebagian orang menganggap harga dan kualitas IndiHome tidak sepadan. Kadang ada konsumen yang memilih Indihome lantaran cuma provider satu ini yang jaringannya sampai rumah mereka.

Melihat komentar-komentar netizen yang tajam sekali soal Indihome, bisa dibilang kelompok masyarakat yang sakit hati sama Indihome dilandasi tiga hal. Pertama, keluhan kecepatan internet yang lelet padahal udah bayar mahal. Kedua, tidak responsif menanggapi pengaduan. Ketiga, pemblokiran Netflix yang semena-mena dilakukan BUMN ini. Sangking kesalnya, ada orang bikin petisi di situs change.org, menuntut Erick Thohir memeriksa IndiHome supaya lebih pro-rakyat Indonesia.

Cuitan akun @faizaufi yang viral diamini banyak orang. Sampai-sampai muncul meme joker berbunyi "Orang jahat adalah orang baik yang pakai IndiHome". Kok kayaknya momen saling memaafkan setahun sekali enggak cukup ya buat bikin kita menerima Indihome apa adanya? Semoga Ares, Meika, Yonu, dan admin-admin Twitter IndiHome lainnya mendengar keluh kesah ini.

Karenanya, saya menyusun sosok-sosok yang rutin dibenci semua golongan di medsos sekian tahun terakhir, seperti nasib apes Indihome, sehingga kecil kemungkinan mereka dimaafkan masyarakat bahkan di momen lebaran. Mereka adalah:

Tukang parkir ninja

Sosok satu ini agak susah dimaafin bukan karena kesal, tapi karena gemes aja gitu. Suka kebayang pengalaman, tidak ada tanda-tanda keberadaan tukang parkir pas kita mau parkir kendaraan, termasuk di beberapa toko kelontong modern yang malahan punya papan bertuliskan "Parkir Gratis". Begitu kita mengeluarkan kendaraan, tiba-tiba ada bunyi peluit dan muncullah sosok tukang parkir ninja ini.

Ya emang ada beberapa kemungkinan sih kenapa doi menghilang, misalnya karena waktu kita dateng doi lagi di toilet sehingga lebih bisa dimaafin di suasana Lebaran. Tapi emang ada orang yang berbaik sangka segininya?

Orang yang nge-chat manggil nama doang

Kalau ini susah dimaafin karena bikin gelisah. Khususnya ketika dikirimin pesan dari orang yang sebenarnya jarang berhubungan sama keseharian kita. Apakah dia mau minta jabatan? Apakah dia ingin menanyakan kabar semata? Apakah dia kangen? Ke mana saja selama ini kok bisa-bisanya baru hadir sekarang? Pertanyaan-pertanyaan liar di otak segera mengudara hanya karena seseorang ini manggil nama kita doang tanpa lanjutan yang to the point. Mau kamu tuh apa sih?!

Menjelang perayaan hari raya, ada baiknya momen ini kita manfaatkan untuk menyampaikan permintaan untuk menjelaskan maksud chat sejak awal agar penerimanya tidak keburu terbawa perasaan.

Ide abstrak bernama 'koruptor'

Masyarakat Indonesia sanggup memaaafkan diktator, pembunuh, penculik aktivis, atau pelanggar HAM, tapi tidak untuk koruptor. Lebih tepatnya sih, yang tidak akan pernah dimaafkan adalah "gagasan koruptor". Ide pembebasan koruptor di tengah pandemi sukses memicu penolakan keras, sehingga langsung dibatalkan. Sayangnya, keengganan memaafkan 'koruptor' itu tidak diiringi dengan kemampuan mengingat, siapa saja politikus, pejabat publik, atau pengusaha yang sudah membobol APBD atau APBD, khususnya yang nilainya jumbo dan merugikan masyarakat.

Sebab, bekas koruptor sudah bolak-balik bisa berkarir lagi di parlemen atau bahkan nekat menjabat ketua PSSI. Situasi di negara ini paradoks memang. Makanya, ada survei bilang masyarakat yang mereka wawancarai mayoritas benci korupsi, tapi masih memberi suap ke polisi lalu lintas ketika dikasih surat tilang.

Pelaku kekerasan seksual

Jangan masuk daftar sosok lelaki berkacamata yang masuk thread tertuduh penjahat kelamin di Twitter. Karena, berbeda dari meme Harambe dan teman-teman di gerbang surga yang abadi karena kenangan manis, "boyband" pelaku kekerasan dan pelecehan seksual ini bakal 'abadi' tapi untuk di-bully. Kesadaran penyintas dan aktivis untuk berkolaborasi menuntut pertanggungjawaban terduga pelaku turut meningkat beberapa tahun terakhir. Sampai-sampai bisa muncul petisi diteken ribuan orang, menuntut Australia membatalkan beasiswa bagi mahasiswa S2 asal Indonesia yang ditengarai terlibat pelecehan seksual di kampus UII.

Sekali lagi, jangan masuk daftar pelaku kekerasan seksual, apapun jenis kelamin dan orientasi seksualmu. Tidak ada yang berminat memaafkan pelakunya, sekalipun sedang lebaran. Jangan memerkosa. Titik.

BuzzeRp

Wah, kalau yang ini selain susah dimaafin (atau malah enggak termaafkan), kayaknya mereka juga enggak akan minta maaf atas kelakuan mereka deh. Penggiringan opini, cuitan adu domba bikin emosi, sampai penyebaran tagar pro-pemerintah lewat giveaway pulsa cukup mampu membatalkan puasa bahkan sebelum bulan puasa itu dimulai. Satu kalimat untuk golongan ini: We never forgive, never forget.

Tagged:
indonesia
meme
Budaya
Netizen
Idul Fitri
Budaya Pop
Lebaran
Konten Viral
Minta Maaf