10 Pertanyaan Bikin Penasaran yang Ingin Kalian Sampaikan Pada Ahli Kung Fu

Benarkah ahli kung fu bisa melayang? Kenapa ada guru kung fu kalah digebukin atlet MMA? Apakah penis biksu shaolin sekeras baja? Guru kung fu dari Jakarta menjawab semua pertanyaan iseng itu blak-blakan.

|
Ags 29 2018, 8:11pagi

Semua foto oleh penulis.

Odi adalah seorang guru kung fu modern yang dimiliki Indonesia. Sepanjang dua dekade terakhir, Pak Odi sudah menguasai segala macam senjata identik dengan kung fu. Sepanjang kurun waktu itu pula, Odi melatih murid-muridnya memenangi berbagai kejuaraan wushu di Indonesia. Odi tinggal di Jakarta Barat, tapi mengajar keliling Pulau Jawa. Dia dulu membangun reputasi sebagai pengajar kung fu di perguruan daerah Senayan, Jakarta Selatan. Saking seringnya murid Odi jadi kampiun, dia sampai tak ingat berapa juara wushu di Tanah Air yang sudah dia didik selama ini.

Indonesia baru-baru ini memboyong lima medali dalam cabang olahraga wushu—salah satunya emas yang disumbangkan Lindswell Kwok—dalam pentas Asian Games ke-18. Nah, mumpung hype wushu sedang tinggi-tinggi di Indonesia, kami rasa ini adalah waktu yang ideal untuk ngobrol dengan Pak Odi guna menuntaskan rasa penasaran kami terhadap beladiri asal Tiongkok ini.

Kami membahas berbagai steretotipe soal pakar kung fu, menguji kebenaran gambaran kung fu seperti di film-film Hong Kong (seperti apakah biksu bisa meringankan diri dan punya zakar sekeras batu). Kami pun ngobrol menilik masa lalu, masa kini serta masa depan dari kungfu.

Berikut hasil obrolan kami berdua:

VICE: Halo Pak Odi, sudah berapa lama sih anda menggeluti Kung Fu?
Pak Odi: Saya jadi pelatih kung fu sejak tahun 1996. Saya juga belajar macam-macam bela diri seperti Pencak Silat dan Brazilian Ju-Jitsu, tetapi yang paling saya tekuni adalah Kung Fu.

Kung Fu tradisional sama wushu bedanya apa sih Pak? Katanya kung fu zaman sekarang sudah direduksi jadi koreografi tarian doang.
Kalau menurut saya, perbedaannya adalah Wushu mengutamakan keindahan. Speednya luar biasa. Tapi, makna bela dirinya hampir tidak ada karena lebih menggunakan gerakan yang sifatnya kembangan. Contohnya gerakan-gerakan yang tidak bisa diaplikasikan pertarungan. Sebaliknya, Kung Fu tradisional tetap mengutamakan nilai bela diri melalui bentuk dan conditioning. Kalau Wushu, khususnya Taolu, itu sifatnya seni keindahan. Maka dibentuklah Sanda, cabang olahraga tarung dalam wushu. Jadi bisa dibilang, Sanda adalah jawaban atas anggapan bahwa wushu hanya tarian indah semata.

Apa sih yang paling sering disalahpahami orang awam dari Kung Fu?
Orang awam sering menyalapahami kalau kung fu cuma tarian saja, dancing aja gitu. Mereka juga kerap mikir kalau kung fu itu cuma satu aliran. Orang menganggap kung fu itu Bruce Lee, padahal tidak hanya seperti itu.

Ada banyak video di YouTube ngeliatin petarung MMA menantang 'kung fu master' dalam pertandingan terbuka dan akhirnya menang. Menurut Pak Odi, aliran kung fu mana yang paling manjur digunakan untuk bertanding MMA?
Menurut saya masing-masing aliran mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi kalau bisa, kita harus belajar banyak aliran. Kita ambil yang terbaiknya dan meninggalkan yang tidak berguna. Jangan membatasi diri pada satu aliran saja.

Sebenarnya efektivitas Kung Fu itu tergantung siapa yang menggunakannya. Kalau yang menggunakan seorang ahli yang berlatih cukup lama, maka akan mematikan, tapi kalau orang yang baru belajar kemarin sore, dia bisa dikatakan hanya mengetahui kulit atau kembangan seninya.


Tonton dokumenter VICE mengenai atlet MMA di Tiongkok yang kontroversial karena gemar menantang master kung fu:


Dari semua Kung Fu yang saya pernah pelajari, yang paling simple itu Wing Chun. Wing Chun yang paling mudah dipelajari—paling gampang diaplikasikan, enggak banyak hafalan jurus, enggak banyak kembangan, kuda-kudanya bisa juga dikatakan aplikatif kalau menurut saya. Masing-masing orang pasti punya sudut pandang yang berbeda, tapi ini dari pengalaman saya.

Menurut Pak Odi, adakah jurus kung fu yang paling bikin geleng-geleng itu apa sih?
Hmm, yang paling umum itu mematahkan benda-benda keras. Lempengan besi, beton, dan balok es besar, semua itu sudah umum. Tapi yang paling "wow" yang saya pernah lihat itu ilmu Baju Besi. Ilmu ini dilukukan lewat pernapasan dan penyaluran chi ke bagian tubuh tertentu biar bisa badannya kebal dan tahan pukul juga. Guru saya sendiri menguasai, dan saya sendiri pernah lihat beliau memamerkannya.

Adakah skill yang enggak lazim dikuasai guru kungfu, atau bikin orang biasa terpana?
Ya, ilmu-ilmu itu. Penyaluran tenaga ke tangan dan kepala untuk memecahkan benda-benda keras atau menjadi kebal. Kalau ilmu meringankan tubuh bisa dikatakan masih misteri, mungkin hanya ada di film. Kalau ilmu macam itu beneran ada, mungkin atlet-atlet kita sudah menang medali di Olimpiade di cabang lompat tinggi dan lompat jauh.

Chi itu apa dan bagaimana kita bisa mengelolanya?
Chi itu energi yang ada di dalam tubuh manusia. Setiap manusia mempunyai chi, cuma kondisinya aktif atau pasif. Untuk mengaktifkannya, perlu pengolahan dengan metode-metode tertentu, contohnya pernafasan atau bersemedi. Tentu saja perlu bimbingan guru yang berpengetahuan. Tidak bisa autodidak karena bisa salah. Tanpa bimbingan (pelatihan qigong), pengaktifkan chi bisa menyebabkan saraf putus atau pembuluh darah pecah.

Jadi jurus 'telur besi' beneran ada Pak? Kok orang-orang yang menguasainya tetap bisa punya anak padahal tititnya sering ditendang?
Oh itu ada! Ilmu Telur Besi itu yang tenaganya disalurin ke testisnya biar bisa menarik mobil. Emang Shaolin banget sih. Tapi itu memang ada dan saya pernah lihat ilmu-ilmu kaya gitu lah. Biksu-biksu di Shaolin latihan keras banget biar burungnya bisa buat menarik mobil.

Kita tahu bahwa Ip Man menguasai ilmu tersebut dan dia punya anak. Pakar-pakar Kung Fu lain juga bisa berkeluarga. Jadi menurut saya ilmu itu tidak menggangu kemampuan reproduksi manusia.

Pak Odi bisa ngeluarin api dari tangan atau terbang pakai qigong?
Kalau menurut saya, itu hal-hal yang mungkin ada di luar batas pemikiran kita dan termasuk ilmu gaib. Manusia normal tak mungkin melakukannya tanpa bantuan tanpa bantuan 'oknum-oknum' tertentu.

Menu latihan Kung Fu Pak Odi tiap hari seperti apa sih?
Latihan rutin saya dibagi menjadi dua bagian yang saling menunjang. Pertama ada latihan fisik—lari, push-up, sit-up, dan yang lain-lain untuk menempa tubuh biar kuat. Terus yang kedua itu teknik, terutama jurus dan aplikasinya. Apa artinya fisiknya bagus kalau tekniknya jelek? Dan sebaliknya apa artinya kalau teknik bagus tapi fisiknya jelek?

Terakhir nih Pak, potensi perkembangan kungfu tradisonal di masa depan kayak gimana sih?
Kung Fu tradisional itu harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jadi kita sebagai pelatih tidak boleh terkekang sama tradisi. Contohnya ponsel—tiap tahun keluar model yang semakin modern. Kalau kita memaksakan diri dengan model lama kita akan ketinggalan jaman. Jadi kuncinya tradisi harus kita tetap jalankan, metode-metode tradisional tetap kita jalankan sembari menyerap unsur-unsur modern.

Wawancara ini sudah disunting agar lebih ringkas dan enak dibaca.


10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE Indonesia yang mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok/profesi jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan Penting Buat Penjaga Konser yang Selama Ini Bikin Kamu Jiper

10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Caddy Golf Perempuan

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Kamu Ajukan Untuk Pawang Harimau

More VICE
VICE Channels