Iklan
kesehatan

Para Peminum Miras, Jika Berhenti Mengonsumsi Alkohol Ini yang Langsung Dialami Tubuhmu

Berhenti total menenggak alkohol bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, siklus tidur, sampai dan kulitmu.

oleh Grant Stoddard
02 Juni 2019, 3:00am

Foto ilustrasi minum alkohol oleh Jesse Morrow / Stocksy 

Bagi beberapa tukang minum alkohol versi akut, kalian mungkin harus mendengar pesan ayahku, terutama jika ada yang bertanya kenapa dia memutuskan tak lagi menyentuh minuman keras sepanjang sisa usianya.

"Berhenti minum alkohol takkan membantumu hidup lebih lama. Tapi, minimal rasanya begitu."

Itu memang kenyataannya. Sekalipun di antara pembaca sekalian sangat menyukai alkohol, bahkan tidak membayangkan bisa hidup tanpanya, dampak minuman keras pada tubuh dan otak sangat negatif. Aku sendiri mengalami peningkatan kerja tubuh setelah ikut memutuskan berhenti minum. Sebab, seperti sudah dirangkum berbagai penelitian, tak lagi mengonsumsi alkohol punya dampak instan. Apalagi kalau awalnya kamu tukang mabok, yang tiba-tiba ogah menenggak miras

Berikut daftar yang akan terjadi pada tubuhmu ketika kamu mulai menolak miras, sesuai kajian ilmiah.

Sistem Kekebalan Tubuhmu Berfungsi Lebih Efektif

Terlalu sering atau terlalu banyak minum menimbulkan berbagai dampak kesehatan, terutama melemahnya sistem kekebalan tubuh. Apa maksudnya “terlalu sering” dan terlalu banyak”? Kajian ahli menyatakan perhitungannya kurang lebih empat gelas miras per hari atau 14 gelas miras per minggu untuk konsumen laki-laki. Bagi perempuan, jumlahnya tiga gelas miras per hari atau tujuh gelas miras per minggu.

Rata-rata, peminum rutin alkohol lebih rentan mengidap pneumonia dan gangguan saraf lainnya. Tukang kobam juga cenderung membutuhkan waktu lebih lama pulih setelah terluka, serta lebih rentan terhadap sepsis dan beberapa jenis kanker.

"Sepenuhnya berhenti mengonsumsi alkohol akan memperkuat sistem kekebalanmu dan mempermudah tubuhmu melawan infeksi," ujar Kristin Kirkpatrick, pakar kesehatan dari Cleveland Clinic Wellness Institute. Kirkpatrick mengutip kesimpulan penelitian pada 2015, yang menyatakan alkohol melemahkan sistem kekebalan, sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh menghadapi infeksi.

Dampak menurunnya kekebalan bahkan tetap terasa walau kamu mabuknya hanya sesekali saja. Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Alcohol menyimpulkan satu malam mabuk-mabukan bisa melemahkan sistem kekebalanmu serta menimbulkan peradangan. Kondisi ini dikenal sebagai binge drinking, alias konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka waktu pendek. Akibatnya konsentrasi alkohol dalam aliran darah mencapai 0,08 gram atau lebih. (Kondisi terjadi ketika laki-laki mengkonsumsi lima gelas miras atau lebih dan perempuan mengkonsumsi empat gelas miras atau lebih dalam dua jam).

Untungnya, setelah kamu berhenti minum, sistem kekebalanmu pulih seperti sedia kala. "Sayangnya sains belum bisa memperkirakan berapa lama waktu dibutuhkan tubuhmu untuk pulih setelah memproses alkohol," lanjut Kirkpatrick.

Kalian Tidak Lagi Keranjingan Makan atau Ngemil

Tukang minum pasti juga doyan makan atau ngemil sebagai teman sloki wiski yang kalian beli patungan itu. Makanya, peminum lebih gampang obesitas. Berdasarkan kesimpulan penelitian yang dimuat Jurnal Obesity, rasa lapar cenderung muncul setelah seseorang mengkonsumsi alkohol. Sebab, kerja panca indra kita digenjot lebih keras saat minum. Saat peserta penelitian diberi dua gelas miras, mereka kemudian mengkonsumsi 30 persen lebih banyak makanan dibandingkan peserta yang tidak minum sama sekali. Kesimpulannya? Meskipun kamu hanya minum dua gelas amer, akan terjadi peningkatan aktivitas di bagian hipothalamus dalam otak, yang membuatmu lebih sensitif terhadap bau makanan. Artinya, kamu lebih gampang lapar. Maka, berhenti minum membuatmu tak gampang tergoda cemilan, seperti ketika kamu nongkrong di kafe sambil mabuk-mabukan bareng teman satu geng.

Kamu Akan Tidur Lebih Nyenyak

Ketika aku pergi ke pesta dan minum beberapa gelas miras, tak lama kemudian aku merasa siap tidur. Pas sampai rumah, tiba-tiba mataku melek lagi. Sampai jam 5 pagi, aku enggak bisa tidur. Pasti kamu pernah mengalami hal kayak gitu kan? Ternyata ini ada kajian ilmiahnya. Mabuk emang bikin kita "ngantuk", tapi tubuh kita sulit diajak tidur.

"Alkohol merupakan zat depresan, artinya dia memperlambat kerja dan membuatmu merasa ngantuk," kata Kirkpatrick. Masalahnya, yang timbul cuma rasa kantuk, bukan keinginan tidur beneran. Alkohol justru menggaggu pola tidur karena tubu berusaha keras mengurai miras itu sesampainya di lambung dan masuk ke sistem pencernaan.

Berdasarkan ulasan 27 penelitian berbeda, alkohol dipastikan membuatmu ngantuk, tetapi tidak dianjurkan sebagai solusi insomnia. Saat seseorang rutin minum miras, dia akan sering terbangun. Setidaknya itu kesimpulan Amarjot Surdhar, psikiater di Northwell Health. "Sehari setelah mabuk-mabukan, orang cenderung merasa lelah dan tidak enak badan," katanya. "Akan terjadi juga perlambatan dan pengurangan tidura akibat kekacauan REM (gerak bola mata saat kita tertidur). Siklus tidur REM menstimulasi sistem saraf pusat, memulihkan keseimbangan kimia di otak, dan membantu daya ingatan. Kalau siklus tidur REM terganggu, kemungkinan besar kamu akan merasa capek esok harinya. Pendek kata, tak lagi mabuk membuat siklus ini berjalan normal, dan ketika ngantuk itu betulan tanda kamu butuh tidur.

Risikomu Mengidap Beberapa Jenis Kanker Menurun

Merujuk sebuah laporan yang dibuat Program Toksikologi Nasional Amerika Serikat, alkohol terdaftar sebagai karsinogen alias zat penyebab kanker. Keseringan minum alkohol meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker leher, kanker kerongkongan, kanker hati, kanker payudara, dan kanker kolorektal. Ada pula bukti ilmiah bahwa konsumsi alkohol terkait dengan risiko mengidap melanoma, serta kanker prostat dan pankreas. Mengurangi konsumsi alkohol jelas menurunkan berbagai risiko tersebut.

Bagi Perempuan, Kesuburan Kalian Meningkat Jika Berhenti Minum Alkohol

Dampak alkohol terhadap kesuburan perempuan jarang dibahas, tapi bukannya tak pernah dikaji peneliti. Berdasarkan studi di Denmark, para peneliti berhasil memantau konsumsi alkohol sejumlah perempuan sehat yang ingin mempunyai anak. Konsumsi alkohol mereka diukur dalam sajian standar: 1-3, 4-7, 8-13 dan 14 atau lebih minuman keras per minggu. Sebanyak 37 dari 307 perempuan yang mengkonsumsi 14 atau lebih miras per minggu berhasil hamil, sedangkan 1.381 dari 8.054 perempuan yang mengkonsumsi lebih sedikit melahirkan dengan lancar. Angka-angka ini menandai pengurangan kesuburan sebesar 18 persen bagi perempuan yang terlalu sering mabuk-mabukan.

Setidaknya, penelitian ini menyatakan konsumsi alkohol kurang dari 14 miras per minggu "tidak mempengaruhi kesuburan."

Risiko Impotensi Buat Lelaki Turut Berkurang

Sebuah penelitian yang terbit 2017 menyimpulkan bila alkohol tidak otomatis mempengaruhi kualitas sperma. Tetapi konsumsi alkohol terlalu intensif meningkatkan produksi sperma yang mengandung DNA bermasalah. Peneliti studi ini menyarankan laki-laki yang "berencana menjadi ayah berhenti minum sebelum melakukan seks yang berpotensi menimbulkan kehamilan."

Rekomendasi ini mungkin terdengar sedikit berlebihan. Konsumsi alkohol ringan memang dapat mempengaruhi bentuk sperma, tetapi sebagian besar penelitian berkesimpulan jika konsumsi alkohol sedang tidak mempengaruhi kesuburan.

Kulitmu Akan Nampak Lebih Segar dan Sehat

Alkohol punya sifat diaretik. Artinya, kamu akan lebih sering buang air kecil setelah mabuk dibandingkan saat kamu minum air putih biasa. Karena kamu lebih sering buang air kecil, tubuhmu kesulitan menarik kandungan H20 dari ginjal. Hasilnya? Kulit kering dan kusam.

"Kalau kamu tidak sering minum-minum, kemungkinan besar kamu takkan melihat perbedaan drastis pada kulitmu," kata Kirkpatrick. Tetapi dia memperingatkan bahaya minum berlebihan dapat menyebabkan pengeringan kulit wajah. Alkohol juga mengurangi produksi hormon antidiuretik vasopressin, yang membantu tubuh menyerap air. Jadi sebelum menjajal berbagai skincar, periksa dulu kebiasaan hidupmu. Kamu tukang minum? Berhenti minum tak ada salahnya untuk membuat kulit lebih sehat dan bercahaya.

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic