VICEhttps://www.vice.com/id_idRSS feed for https://www.vice.comidThu, 18 Oct 2018 12:08:09 +0000<![CDATA[Arkeolog Menemukan Bocah “Vampir” yang Dikubur 1.500 Tahun Lalu]]>https://www.vice.com/id_id/article/bj4ak8/arkeolog-menemukan-bocah-vampir-yang-dikubur-1500-tahun-laluThu, 18 Oct 2018 12:08:09 +0000Wajar kalau sebuah kawasan yang dinamakan Pemakaman Bayi pasti penuh dengan hal-hal yang bikin bulu kuduk berdiri. Kesan seram kawasan ini makin menjadi-jadi saat sejumlah peneliti menemukan bahwa di dalam kompleks pemakaman berumur 1.500 tahun di desa Lugnano, Italia itu terdapat tempat penguburan vampir. Kesimpulan ini diambil lantaran salah satu sisa-sisa tengkorak yang dikubur di sana ditemukan dengan posisi mulut menganga. Diduga anak yang meninggal pada abad ke-5 ini dikubur dengan batu di rongga mulutnya—temuan yang bahkan bikin para ilmuwan merinding ketakutan.

"Saya tak pernah menyaksikan cara pemakaman seperti ini. Ini benar-benar menyeramkan dan ganjil,” kata anggota tim ekskavasi David Soren, yang juga seorang arkeolog dari University of Arizona, dalam sebuah pernyataan resmi minggu lalu. "Masyarakat sekitar pemakaman menyebut sisa kerangka bocah ini sebagai “Vampir dari Lugnano.”

Jenazah vampir ini dipercaya milik seorang bocah berumur sepuluh tahun (dengan jenis kelamin yang belum diketahui) diperkirakan meninggal karena wabah malaria yang menimpa wilayah Umbria, Italia pada abad 5, terang direktur ekskavasi David Pickel. Hasil analisa terhadap sisa tulang dan DNA dari bayi-bayi yang dikebumikan di reruntuhan kawasan pemakaman ini—terletak di dalam Villa bergaya Roma dari abad pertama yang sudah ditinggalkan—mendukung hipotesa di atas. Kepala tengkorak anak 10 tahun tersebut memiliki sebuah gigi yang rusak, yang mungkin diakibatkan oleh malaria.

1539710585720-183020_web
Image: David Pickel/Stanford University

Proses pemakaman jenazah memiliki nilai penting dalam kajian arkeologi lantaran menyediakan “jendela mengintip cara manusia berpikir di masa lalu,” kata Jordan Wilsom, seorang bioarkeolog dari University of Arizona yang dipercaya menganalisis sisa-sisa tulang Vampir Lugnano, dalam sebuah pernyataan resmi.

“Dalam bioarkeologi, kami mengenal satu prinsip “mayat tak bisa mengubur dirinya sendiri.” kami bisa memelajari kepercayaan dan harapan orang pada satu masa dari cara mereka memperlakukan jenazah,” imbuh Wilson.

Keputusan untuk memasukkan batu ke rongga mulut anak yang sudah meninggal mungkin disebabkan kepanikan dan takhayul yang berkembang 1.500 tahun lalu. Menurut tim yang dipimpin Pickel, jenis pemakaman yang ditemukan Lugnano dirancang guna mengatasi ketakutan akan mayat yang kembali hidup dan menyebarkan penyakit pada yang masih hidup.

Cara pemakaman yang nyaris serupa juga dilakukan pada “Vampir dari Venesia,” seorang perempuan dari abad 16 yang dimakamkan dengan batu bata di antara rongga mulutnya dan jasad lelaki berusia 1.700 tahun yang lidahnya diganti dengan sebuah batu.

Penemuan jasad vampir anak-anak ini juga memiliki nilai tersendiri sebab sejak pertama kali penggalian dilakukan di Pemakaman Bayi, jasad-jasad yang ditemukan kebanyakan milik anak di bawah 3 tahun. Akibatnya, para pakar berasumsi bahwa pemakaman ini dikhususkan untuk bayi dan balita. Penemuan jasad bocah sepuluh tahun ini mempertanyakan keabsahan asumsi tersebut.

Jenazah anak-anak lain yang dimakamkan di kawasan ini ditemukan bersama cakar gagak, tulang katak dan kepala anjing yang mengindikasikan masyarakat Lugnano pada abad kelima mempraktekan ritual kurban dan takut kepada manusia yang sudah meninggal, menurut Soren. Buktinya, jenazah seorang anak perempuan berusia tiga tahun ditemukan dengan batu di tangan dan kakinya, mungkin untuk mencegah agar dia tak jadi mayat hidup.

“Adalah sesuatu yang sangat manusiawi sekali jika kita punya perasaan yang campur aduk tentang orang sudah meninggal dan bertanya-tanya apakah kematian akhir segalanya,” tukas Wilson.

]]>
bj4ak8Becky FerreiraAnanda BaduduRomavampirpenelitianarkeologiSejarah
<![CDATA[Internet Mengubah Kebiasaan Belanjaku Jadi Sebuah Obsesi]]>https://www.vice.com/id_id/article/xw9kvk/internet-mengubah-kebiasaan-belanjaku-jadi-sebuah-obsesiThu, 18 Oct 2018 12:00:00 +0000Kamu baru diputusin, kamu kesel seharian di kantor, kamu lagi mens, kamu ketinggalan bus. Pokoknya kamu bete, dan karena itu kamu terdorong untuk meraih ponsel dan membuka aplikasi belanja. Kamu menambahkan cardigan ke keranjang digitalmu. “Belanja itu terapi,” kamu ucapkan, sambil memilih sebuah syal. Aku sudah menyaksikan anak-anak generasi sekarang habis uangnya sebelum gajian karena mereka terlanjur gila-gilaan di situs Glossier.

Selama teknologi terus berevolusi, kita terus mendapat cara-cara yang baru untuk mengeluarkan duit. Sebelum ada internet, kamu harus tunggu sampai hari Sabtu untuk bisa ke toko atau baca katalog – tapi sekarang, semua ada di ponselmu 24 jam.

Minggu lalu, sebuah laporan yang diterbitkan oleh peneliti mengusulkan bahwa ada hubungan langsung antara penggunaan internet dan gangguan kesehatan mental tertentu, salah satunya adiksi atau obsesi belanja. Peneliti-peneliti ini merupakan anggota dari Jaringan Penelitian Penggunaan Internet Problematis Eropa, dan telah menganjurkan penelitian yang lebih dalam untuk masalah ini. Konsultan National Health Service di Inggris dan kepala jaringan tersebut Naomi Fineberg menyatakan “Baru sekarang kami mulai memahami fenomena ini.”

Jelas bahwa jaringan tersebut memiliki agenda tertentu – untuk mengingatkan kita bahwa internet ada bahayanya — dan masih ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan.

Banyak orang, termasuk aku, harus mengurus impuls konsumeris. Membeli sesuatu sebagai hadiah untuk dirimu sendiri habis gajian jelas berbeda dengan menghabiskan jutaan Rupiah per bulan akibat kebosanan, harga diri rendah, dan materialisme. Belanja – seperti banyak hal adiktif lainnya – dari dulu dianggap sebagai cara untuk merawat diri, tetapi adanya internet telah mempersulit masalah ini ( 68 persen dari pengguna internet di EU telah belanja online tahun lalu).

Bagaimana kenyamanan internet mendorong obsesi seseorang berbelanja online? Aku sempat ngobrol dengan beberapa maniak belanja untuk tahu lebih banyak.

INSTAGRAM MEMBOMBARDIR KITA

Semua postingan aspiratif di Instagram memang dimaksudkan untuk memancing konsumen berbelanja. Ini merupakan cara yang efektif bagi si penjual. Penjual memperhatikan tren-tren di Instagram, lalu memproduksi barang-barang tersebut secara massal – ASOS, Missguided, Pretty Little Thing, In The Style, dan Miss Pap – belum lagi situs dan aplikasi penjual barang bekas, seperti eBay dan Depop, di mana kamu bisa mengorbankan tagihan listrik satu bulan demi sepasang joggers bekas orang.

Emily, 24 tahun, hobi belanja baju online, percaya bahwa “memilih dan membeli baju membuatmu merasa lebih PD dengan identitasmu. Ini bisa membuat aku tenang kalau lagi bete.” Dia memanfaatkan shopping sebagai “penyangga saat aku merasa sedih,” karena belanja dapat “meringankan pikiran-pikiran negatif yang ada di benak.”

Menariknya, dia juga menjelaskan bagaimana detox dari medsos – terutama Instagram – telah mempengaruhi kebiasaannya: “Aku kaget melihat nafsu belanja aku turun. Aku kadang masih pengin beli barang, tapi enggak separah dulu. Karena aku memang suka fesyen, aku mengikuti banyak blogger fesyen, jadi aku terus-terusan melihat ‘inspirasi’.”

APLIKASI BELANJA TERLALU MUDAH DIGUNAKAN

Kalau aku merasa gelisah, aku selalu maunya ke supermarket. Aku suka nuansanya yang penuh kesederhanaan dan keseragaman: lampu yang cerah, keceriaan yang hambar. Semua barang di situ ada tempatnya. Aplikasi-aplikasi belanja merupakan versi digital dari ketenangan yang dihasilkan dari jalan-jalan di dalam supermarket.

App seperti ASOS, Urban Outfitters, dan Topshop sangat rapi dan mudah dinavigasi. Desain yang sederhana membedakan app-app ini dari desain yang berat dan rame di app-app seperti Facebook dan Twitter. ( The Economist mengutip Sean Parker, presiden pendiri Facebook, yang mengatakan bahwa platform ini dapat berfungsi dengan cara “mengeksploitasi kelemahan psikologis manusia.”) Situs-situs medsos memang bisa menyebabkan kegelisahan, sedangkan aplikasi-aplikasi belanja rupanya bisa membawa ketenangan bagi si pengguna; untuk menikmati sendiri semua pesona diri lewat baju dan sepatu yang sedang kamu cari-cari. Rasa damai juga timbul ketika kamu sedang asik scrolling pilihan koleksi fesyen yang tersusun rapi di situs.

Hayley*, 29 tahun, setuju. Dia percaya bahwa aplikasi belanja berusaha untuk meniru app-app sosial yang desainnya sederhana, seperti Instagram dan Tumblr. “Seperti aku berinteraksi dengan Tumblr dan Instagram secara estetika, buat aku aplikasi belanja itu sama. Rasanya ramah,” ujarnya. “Di ASOS kamu bisa ‘like’ barang untuk menyimpannya, jadi aku nge- like barang-barang tertentu seperti aku nge- like postingan di medsos.”

Baik Emily dan Hayley mengatakan bahwa seringkali yang bikin mereka ketagihan bukanlah proses belanjanya sendiri (Emily pernah ngomong “Kadang nih, proses belanjanya sendiri bikin aku stress akibat perasaan bersalah menghambur-hamburkan uang.), melainkan pengalaman saat mereka menggunakan aplikasinya. Ini menggambarkan bagaimana kita menyerap informasi di era modern sekaligus juga cara ajaib kita berusaha mencari ketenteraman.

SERBUAN PROMO DAN REWARD TANPA HENTI

Hayo ngaku aja deh, siapa di antara kalian yang sering ngubrak-ngabrik internet cuma buat dapat kode diskon khusus dari toko online terentu? Atau siapa dari kalian yang berani bilang kalau kalian bisa bersikap biasa saja, alias enggak kalap, setelah dapat email bahwa kalian dapat promo diskon satu aplikasi belanja atau semacamnya dan langsung meluncur ke website mereka untuk ngecek harga celana trainer yang sudah diincar dua bulan lamanya?

Aplikasi belanja seringkali membombardir penggunanya dengan reward deals, loyalty point dan potongan harga. Kalian semua pasti sudah paham betul kalau yang namanya “deals” adalah senjata andalan aplikasi belanja untuk memancing pengguna menghabiskan lebih banyak uang. Namun, serangan deal ini makin kejam belakangan setelah internet bisa dengan bebas mengirim email-email promo deal ke inbox kita, memampangnya di iklan yang diarahkan pada kita selagi internetan atau membuka sosial media. Ujung-ujungnya, kita belanja juga deh. Biasanya kita berdalih dan mengaku menggunakan deal-deal tersebut sebagai bentuk penghematan. Padahal kita tahu itu bohong belaka.

RAYUAN FITUR 'BELI SEKARANG BAYAR NANTI'

Belakangan ini muncul setan baru yang bikin kita terus belanja. Namanya manis banget: fitur “Beli Sekarang Bayar Nanti.” Sepintas tak ada yang salah dengan fitur yang biasanya digunakan untuk pembelian dalam skala kecil ini. Namun, menurut sebuah artikel yang baru-baru ini tayang di Financial Times fitur ini cuma akal-akalan "makelar utang yang menulis ulang retorika utang dalam era Instagram.”

Gratifikasi instan dari belanja jelas jadi daya tarik utama dari kegiatan ini. Dan meski selalu ada delay dalam proses pembelian online, sebelumnya kita bisa berhenti belanja bila isi angka rekening sudah mengkhawatirkan atau kita tidak punya kartu kredit. Sekarang, kondisinya sudah berubah, terutama sejak munculnya aplikasi utang berbasis jaringan.

Matt. 24 tahun, menceritakan pengalamannya menggunakan Klarna, sebuah aplikasi utang berbasis jaringan dari Swedia, ketika membeli barang jauh-jauh hari sebelum gajian: “Ujung-ujungnya saya menggunakan Klarna pas mau checkout dari online shop. Saya memilih Klarna karena bunganya nihil dan ingin mencoba fitur “coba sekarang, bayar nanti. Kayaknya, kalau mereka membebankan bunga atau biaya sedikit saja, saya pasti males menggunakanya. Tapi, lewat fitur macam ini, aku jadi bisa ngeles ke diri sendiri dengan bilang ‘aku beli baju buat bulan depan kok, cuma barangnya datang sekarang.’”

Mereka yang sudah menggunakan Klarna membeberkan bagaimana mereka jadi kecanduan layanan Klarna dan susah berhenti. “Aku sampai mati-matian mencoba berhenti beli baju baru. Aku kurang becus mengatur keuangan dan aku khawatir kalau terlalu sering menggunakan layanan ini, Klarna akan menghabiskan gaji bulananku. Jadi, untuk menggunakan Klarna lagi, aku sekarang perlu alasan yang kuat. Kan percuma kalau gaji setiap bulan habis duluan sebelum bahkan masuk ke bank.”

*Nama telah diubah

]]>
xw9kvkLauren O'NeillAnanda BaduduBroadlyONLINEKulturBudayamedia sosialKonsumerismeBelanja
<![CDATA[Sampul Album Joy Division Jadi Salah Satu Artwork Paling Berpengaruh di Dunia]]>https://www.vice.com/id_id/article/pabjam/bagaimana-sampul-album-joy-division-jadi-sekian-artwork-album-rock-yang-paling-berpengaruhThu, 18 Oct 2018 09:20:46 +0000Kemungkinan besar, kamu sudah melihat artwork album Unknown Pleasures jauh sebelum benar-benar menyimak musiknya atau tahu ada band asal Salford, Manchester yang namanya Joy Division. Mungkin salah satu om atau temanmu yang lebih tua beruntung memiliki piringan hitam orisinal album itu yang dikeluarkan Factory Records di awal tahun 80-an. Atau, ini yang lebih mungkin terjadi, kamu duluan menemukan artwork ikonik ini di kaus-kaus bajakan Joy Division dan bejibun pelesetannya di gig-gig indie yang kamu datangi. Yang jelas, kamu bisa saja mengenali artwork ini tanpa tahu bila itu adalah gambar sampul sebuah album post-punk legendaris.

Selama 40 tahun setelah Joy Division merilis debut albumnya tersebut, artwork album Unknown Pleasures sudah diakui secara luas oleh kalangan desainer fesyen, rekan sesama musisi, fan-fan superkreatif yang menciptakan kaus bootleg plesetannya hingga Disney sekalipun. Bahkan, kini kamu bisa menciptakan versi artwork Unknown Pleasure-mu sendiri.

Garrett Finucane, seorang penulis kode program komputer, telah berhasil menciptakan generator online sederhana yang memungkinkan penggunanya untuk menciptakan variasi artwork Unknown Pleasures sendiri dan mengunduhnya dalam bentuk file gif. Kendati seniman bernama Peter Saville dinilai sebagai orang yang bertanggung jawab atas artwork ini, nyatanya pola gelombang radio dalam di dalamnya bukan sepenuhnya buah pemikiran Saville.

Dalam sebuah video pendek yang dibuat untuk konferensi desain tahunan, Visualized, pada 2012 Saville menjelaskan: “Seperti sebuah band-band lainnya pada rilisan pertama mereka, Joy Division tahu benar apa yang ingin mereka pajang di artwork mereka. Mereka memberiku satu folder berisi materi referensi dan satu halaman dari The Cambridge Encyclopedia of Astronomy." Imej yang kini jadi salah satu artwork paling ikonik dalam kancah musik rock itu menunjukkan gelombang radio dari pulsar CP 1919, radio pulsar yang pertama ditemukan. “Sinyal yang tergambar artwork itu punya frekuensi, yaitu tiap 1,337 detik. Diagramnya sendiri adalah potongan dari imej gelombang yang panjang, yang kemudian ditumpuk,” jelas Saville.

Imej tersebut diciptakan pertama kali diciptakan oleh astronom Harold Craft du Arecibo Observatory untuk desertasinya pada 1970, seperti dikutip dari Scientific American. Artinya, imej gelombang radio ini lahir satu dekade sebelum Joy Division merilis album debutnya dan jauh sebelum Saville menjadi desainer album-album Factory Records.

"Yang jelas ada semacam nuansa cult di sekitar Unknown Pleasures, terutama di sekitar imejnya," lanjut Saville dalam video tersebut, sambil mengatakan bahwa dia telah menemukan ribuan interpretasi ulang imej tersebut dalam berbagai bentuk, dari kaos, tembikar, desain fesyen dan tato seluruh punggung. Malah, artwork Unknown Pleasure ini telah mengalami apropriasi dengan hasil yang kadang melodramatik atau malah konyol, mulai dibentuk jadi kue, kondom, gameboys, bahan crossover brand-brand besar macam Powell-Peralta and Carhartt. Pada 2003, Raf Simons mempresentasikan koleksinya yang paling banyak diburu penggemar fesyen, Closer, sebuah ode untuk karya-karya artwork Saville bagi band-band semacam Joy Division dan reinkarnasinya, New Order. Dalam rancangannya, Raf menaruh artwork Unknown Pleasures di atas parka berbahan canvas, jaket kulit pengendara sepeda motor dan sweater rajutan. Dua tahun berselang, pada 2005, Supreme meluncurkan kolaborasi perdananya dengan Saville berupa sejumlah kaus dan papan skateboard bergambar artwork Unknown Pleasures.

Tentu saja, di kancah musik sendiri, artwork album panjang pertama Ian Curtis cs. Ini tetap menjadi sumber inspirasi musisi-musisi setelahnya. Selain mengilhami entah berapa kaus band (termasuk t-shirt album Astro Coast-nya Surfer Blood), Unknown Pleasures juga jadi inspirasi utama artwork debut album Vince Staples, Summertime 06. Staples adalah seorang penggemar berat Joy Division. Rapper asal North Long Beach, California itu mengaku bahwa dia “diracuni” untuk mendengarkan Joy Division oleh tetangganya yang berdarah Meksiko di Long Beach dulu.

Tapi, tentu saja, hasil kontekstualisasi ulang artwork Unknown Pleasures justru yang paling tidak disangka-sangka. Di awal 2012, Disney menjual kaus Mickey Mouse resmi yang mengadopsi artwork Seville. Di kaus itu, muka Mickey Mouse tampak sebagai gelombang-gelombang dalam artwork Unknown Pleasures. Jelas ini keputusan yang diambil tanpa berpikir panjang sebab nama Joy Division saja sudah punya asal usul yang kontroversial.

Belum lagi fakta bahwa Ian Curtis, frontman grup ini, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Meski begitu, Disney awalnya keukeuh dengan keputusannya dan mengatakan “Terinspirasi oleh artwork ikonik di sampul album Joy Division, Unknown Pleasures album, kaus Mickey Mouse memasukkan wajah Mickey ke dalam grafis gelombang radio dari sebuah bintang. Ini jelas pilihan yang tepat karena hanya ada beberapa bintang yang mampu mengeluarkan gelombang yang lebih besar dari Mickey.”

Dua hari setelah dijual, kaus ini dicabut dari website Disney pasca jadi bahan perbincangan di berbagai blog musik. Hingga kini, kaus ini masih memiliki nilai jual tinggi di eBay. “Semoga Disney sama-sama memahami intensi kami, kalau kami nanti bikin kaus Donal Bebek,” ujar mantan basis Joy Division Peter Hook pada MTV kala itu.

"Artwork ini sudah menjelma menjadi semacam template yang terus diinterpretasikan,” ujar Saville. "Interpretasi-interpretasi yang tak pernah berhenti atas artwork inilah yang membuatnya begitu kuat, dan begitu berguna untuk sebuah sampul album.”

]]>
pabjamEmily ManningAnanda BaduduNoiseypost-punkArtworkJoy DivisionBandIndustri MusikLaguindependenbrit rockDesain Produk
<![CDATA[Begini Rasanya Disandera Gerombolan Penculik Berperilaku Terpuji]]>https://www.vice.com/id_id/article/qv9mwp/begini-rasanya-disandera-gerombolan-penculik-berperilaku-terpujiThu, 18 Oct 2018 08:36:26 +0000 Athar Hameed Khan masih 19 tahun ketika dia diculik. Dia dan bibinya dalam perjalanan pulang sehabis menemui calon suami kakaknya ketika bus yang mereka tumpangi dihentikan oleh sekelompok perampok di Budaun. Khan takut bukan kepalang saat itu. Para penculik bersenjata tersebut—mereka membawa senapan dan pedang—menyandera empat anak laki-laki yang kelihatan anak orang kaya. Khan salah satunya.

"Saya akan selalu ingat tanggal kejadiannya. 19 Oktober 1986. Tante sangat histeris waktu itu, tapi saya mengikuti perintah mereka," katanya. Khan tinggal bersama penculik selama sebulan. Peristiwa ini jelas mengubah hidupnya di kemudian hari. Dia disembunyikan di sebuah daerah yang tertutup pohon bambu tinggi di sepanjang sungai Gangga di Qaimganj, Uttar Pradesh. Dia dan para penculik akan berjalan kaki setiap malam sampai berkilo-kilo jauhnya. Khan khawatir dia tidak bisa bertahan hidup dan bertemu kembali keluarganya.

Ternyata, para penculik tidak seseram yang dibayangkan. Khan malah memberi tahu VICE kalau penculiknya sangat 'baik.'

"Mereka berbudi luhur. Kebanyakan dari mereka berasal dari kasta Dalit yang membenci brahmanwad (Brahmanisme). Mereka menjadi kriminal gara-gara insiden yang terjadi di luar kendali mereka," kata Khan, 50 tahun, di rumahnya di Sahawar. Khan terlahir dari keluarga politisi paling berpengaruh di kampungnya. Saat ini, dia memiliki gelar kedokteran Unani (pengobatan tradisional yang populer di Asia Selatan) dan menjalankan bisnis real estate.

Sindrom Stockholm, kondisi di mana para sandera mengembangkan perasaan simpati kepada penculik, sering diangkat jadi film seperti Dog Day Afternoon, V For Vendetta dan Highway. Sindrom Lima adalah kondisi sebaliknya, di mana penyandera merasakan simpati kepada orang yang mereka tangkap. Dalam kasus Khan, perasaan simpati tumbuh di antara kedua belah pihak.

Dia menjalin pertemanan dengan penculiknya selama sebulan hidup bersama mereka. Para penyandera memanggilnya ‘Khan sahab' dan dia justru akhirnya membantu mengerjakan pembukuan mereka. "Mereka tidak pernah menyiksa atau membuatku kelaparan. Mereka benar-benar tidak seperti penculik yang ada di bayanganku. Mereka juga tidak pernah menggunakan kata kasar dan memperlakukan saya dengan hormat."

Khan menjelaskan betapa para kriminal tersebut sebenarnya tidak berencana menculik dirinya. Mereka mendapatkan informasi mengenai seorang pengusaha beedi kaya. "Mereka lalu mencoba peruntungan di bus kami."

Para penculik baru mengetahui seberapa besar pengaruh keluarga Khan setelah menculiknya. Meskipun begitu, mereka tetap menahannya. Dua minggu kemudian, mereka membebaskan pengusaha beedi dan tiga anak laki-laki lainnya setelah mendapat tebusan dari keluarga mereka. Khan memilih tetap tinggal bersama para penculik, dan tinggal di pondok sementara yang dibangun dari bambu dan rumput. Para penyandera tidak pernah mengikat tangannya. "Mereka beberapa kali merantai kaki saya ketika tidak ada yang bisa jaga malam."


Tonton dokumenter Akarasa dari VICE, menyorot kalinan persaudaraan budaya serta kuliner India-Indonesia dalam sepotong roti canai:


Penduduk desa yang ramah di dekat mereka melimpahkannya dengan makanan lezat. "Kami biasanya dikasih aloo poori atau sabzi labu. Para perampok suka ikan. Kami hampir setiap hari makan ikan." Kalau sedang beruntung, Khan bisa makan ayam yang disembelih halal sesuai ajaran Islam yang ia peluk. "Saya lalu memasak kari ayam buat mereka."

Seorang penculik membawakannya beberapa novel berbahasa Hindi supaya Khan tidak bosan. "Setiap kali bertemu penduduk setempat, mereka akan menyapaku dan menawarkan susu." Para penyanderanya sering mabuk, tetapi mereka menghormati (sanskari) perempuan. “Mereka yakin tidak akan bisa menjadi gangster kalau menculik perempuan, karena mereka akan segera dibunuh."

Beberapa hari setelah penculikan, mereka memberikan pakaian bersih dan sajadah kalau Khan sahab sedang ingin salat. "Saya biasanya tidak salat isya karena mereka tidur di sore hari dan berjalan di malam hari," kata Khan. Dia tidak pernah terpikir melarikan diri karena dia tahu para penduduk tahu siapa yang menyanderanya. "Saya seringnya disembunyikan di daerah sekitar sungai Gangga yang tiga sisinya dikelilingi sungai dan tertutup rumput tinggi di Terai. Saya enggak mungkin bisa kabur."

Ketika Khan masih disandera, keluarganya berusaha mencari mediator yang bisa membuat kesepakatan dengan penculik. Ada Anggota Majelis Legislatif (MLA) setempat yang menemukan kontak kerabat penculik. Suatu pagi, mereka meninggalkan Khan dan membagikan lokasinya dengan mediator setelah sebulan menyanderanya. "Di tradisi kami, orang tua biasa memberikan uang ke anak muda. Mereka memberiku 200 Rupee (setara Rp20 ribu) sebagai hadiah perpisahan. Mereka juga memelukku sebelum pergi."

Seluruh penduduk di kota menunggu kepulangan Khan ke Sahawar. Dia akhirnya bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Momen yang emosional buat mereka. "Saya tidak pernah tanya ke ayah seberapa banyak uang tebusannya. Rumornya sih hampir Rs 25.000 (Rp5,1 juta)."

Peristiwa penculikan Khan ternyata masih banyak dibicarakan orang hingga 30 tahun kemudian. Khan terkenal dengan julukan ‘si bocah yang diculik’. "Mereka membayangkan penculik seperti yang ada di film-film. Masih ada saja orang yang menanyakanku seperti: Mereka menunggang kuda, gak? Apakah mereka menari mengelilingi api dengan perempuan?"

Setelah kejadian tersebut, berat badan Khan turun. Dia juga tidak pernah lagi keluar malam selama beberapa tahun. "Hipertensi saya kambuh kalau keluar malam." Walaupun begitu, dia sama sekali tidak membenci atau dendam dengan penculiknya. "Saya memahami kalau para kriminal juga manusia biasa dari insiden ini. Mereka memilih jalan pintas karena sudah putus asa, terpaksa, atau ingin balas dendam atas kekejaman yang pernah mereka alami."

Saat ini, Khan berprofesi sebagai politikus untuk Partai Bahujan Samaj—partai lokal yang memperjuangkan hak kaum Dalit seperti kaum penculiknya dulu di India. "Kasta bawah tidak mampu secara finansial, tidak berpendidikan, dan didiskriminasi oleh kasta atas. Sama seperti orang Islam. Saya rasa satu-satunya cara bertahan hidup buat mereka yaitu dengan bekerja sama."

Khan bilang dia sudah dua kali bertemu dengan ketua komplotan sejak pembebasannya. "Saya pernah bertemu dengannya di sebuah upacara di desa. Di lain waktu, kami bertemu ketika dia sedang ikut pemilihan MLA. Kami ngobrol tentang masa lalu."


Follow Zeyad Masroor Khan di Twitter .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India.

]]>
qv9mwpZeyad Masroor KhanRituparna SomIslamHinduBudayaStockholm syndromeKejahatanKriminalitasVice Indialima syndromePenyanderaanSkenario Film BollywoodKasta DalitSistem Kasta
<![CDATA[10 Pertanyaan Bikin Penasaran Pengin Kamu Sampaikan ke Pengidap Narkolepsi]]>https://www.vice.com/id_id/article/7xqxbq/10-pertanyaan-bikin-penasaran-pengin-kamu-sampaikan-ke-pengidap-narkolepsiThu, 18 Oct 2018 06:29:31 +0000Sekitar tiga juta orang di seluruh dunia menderita narkolepsi, kondisi otak yang mengakibatkan kamu tertidur mendadak tanpa peringatan sebelumnya. Gejala utamanya termasuk rasa mengantuk hebat pada pagi hari, kehilangan kontrol otot, dan kelumpuhan sesaat saat tidur.

Hal paling mengesalkan bagi pengidap narkolepsi, sesuai pengakuan Anu Jovanović yang bersedia diwawancarai VICE untuk artikel ini, adalah fakta penyebab narkolepsi tidak kunjung diketahui secara medis. Perempuan 21 tahun ini menduga narkolepsinya dipicu stres dan emosi yang berlebihan.

Saya ngobrol bareng Anu, anak muda asal Serbia, demi mengetahui lebih banyak tentang rasanya hidup dengan gangguan yang bisa membuatnya ketiduran kapan saja, dan apa yang sebaiknya tidak kamu ucapkan pada seorang pengidap narkoleptik.

VICE: Halo Anu. Sejak kapan kamu sadar menderita narkolepsi?
Anu Jovanović: Aku belum pernah dengar yang namanya narkolepsi sampai akhirnya aku didiagnosis pas periksa ke dokter pada 2017. Dulu aku ingat keluarga mulai khawatir karena aku sering suka tidur-tiduran di ranjang seharian. Enggak bisa bangun. Psikiater akhirnya merekomendasikan agar aku datang ke satu-satunya dokter di Serbia yang punya spesialisasi gangguan tidur.

Pas kamu tiba-tiba ketiduran tuh kayak gimana prosesnya?
Berkat obat yang sekarang rutin dikonsumsi, aku sudah enggak mengalami gejala-gejala narkolepsi separah masa remaja. Dulu, aku nyaris enggak bisa bergerak sama sekali selama setengah jam. Orang di sekitar mengira aku ketiduran, padahal enggak. Aku sadar sama apa yang terjadi disekitarku, tapi aku enggak bisa bergerak atau berbicara.


Tonton dokumenter VICE meyorot ritual anak muda Serbia menggantung tubuh pakai kait demi mencapai kedewasaan spiritual:


Kalau keseringan tidur kayak gitu apakah kamu masih bisa bermimpi?
Masih dong. Mimpi-mimpiku jelas banget, bahkan bisa diingat. Biasanya kan orang susah bermimpi kalau cuman tidur sebentaran, tapi untuk kami yang mengidap narkolepsi, mengingat detail mimpi jauh lebih gampang.

Gimana rasanya jadi pengidap narkolepsi semasa sekolah?
Dulu pas SMA, aku harus tidur selama setengah jam setiap hari, terus aku punya mimpi yang jelas banget. Katanya penyebabnya tekanan darah rendah, tapi sekarang aku tahu penyebabnya narkolepsi.

Apa yang paling mengesalkan tentang narkolepsi sebelum kamu dirawat secara medis?
Sebelum aku mulai makan obat, aku kesel banget karena aku enggak bisa tetap sadar pas lagi di kelas. Kapan saja aku bisa ketiduran. Untungnya sekarang sudah mendingan. Udah enggak pernah lagi aku lumpuh selama setengah jam seperti dulu, sekarang aku paling merasa capek saja. Kalau aku mau jalan-jalan, aku harus memperhatikan seberapa banyak alkohol yang aku minum. Obatku kalau dicampur dengan alkohol bisa menyebabkan insomnia.

Biasanya kapan kamu mengalami gejala narkolepsi parah-parahnya?
Biasanya pas lagi di acara atau ruang publik. Datangnya rasa ngantuk tuh mendadak banget, terus tiba-tiba aku kelewatan adegan film atau konser yang aku tonton. Rasanya canggung banget kalau teman-temanku lagi di situ juga. Mereka tahu apa yang terjadi, mereka tahu aku gampang tertidur, tapi aku tetap saja merasa enggak enak sama mereka.

Kamu boleh bawa mobil sama dokter?
Aku sebenarnya enggak yakin bakal dibolehkan, jadi aku enggak pernah nyetir mobil selama ini. Ada beberapa negara yang memperbolehkan pengidap narkolepsi menyetir mobil selama mereka bisa membuktikan bahwa kondisi mereka terjaga.

Kamu biasanya mengonsumsi obat jenis apa saja?
Modafinil itu obat yang paling efektif untuk penderita narkolepsi, tapi kebetulan enggak tersedia di Serbia. Enam bulan lalu, aku mengajukan izin ke pabean untuk mengimpornya, tapi permohonanku masih belum diproses sampai sekarang. Aku bisa beli di internet sih, tapi aku agak ragu-ragu sama lapak yang menjual obat itu seharga 30 Euro, padahal harga pasarannya 400 Euro. Selain itu, aku rutin menenggak pil yang tujuannya untuk merawat ADHD.

Efek samping paling parah dari narkolepsi itu kayak gimana sih?
Narkolepsi menurutku dapat dipicu keadaan emosional yang ekstrem, jadi biasanya aku kena gejalanya habis berantem sama orang atau pas lagi senang banget. Kadang aku harus memaksa diriku supaya enggak merasa terlalu senang jadi gangguan narkolepsinya tidak parah.

Biasanya bagaimana reaksi orang setelah tahu kamu menderita narkolepsi?
Pas aku menjelaskan apa itu gangguan narkolepsi, kadang ada orang yang suka ngaku-ngaku kalau mereka juga menderitanya. Atau mereka bilang "enak ya, kamu bisa tidur kapan aja, di mana aja." Komentar kayak gitu tuh nyebelin banget.


Artikel ini pertama kali tayang di VICE Serbia

10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE Indonesia yang mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok/profesi jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan Bikin Penasaran yang Ingin Kalian Sampaikan Pada Ahli Kung Fu di Jakarta

10 Pertanyaan Unik yang Ingin Kamu Ajukan Kepada Seorang Cenayang

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Kamu Ajukan Untuk Pawang Harimau

]]>
7xqxbqLana NikolićMagda JanjićTonicVICE SerbiakesehatanTidurGangguan TidurKerja TubuhPengalaman UnikNarkolepsiKelainan Otak
<![CDATA[Suka Duka Julian Assange Numpang di Kedubes Enam Tahun Terakhir: Internetan Saja Diatur]]>https://www.vice.com/id_id/article/bj4aq3/suka-duka-julian-assange-numpang-di-kedubes-enam-tahun-terakhir-internetan-saja-diaturThu, 18 Oct 2018 05:20:31 +0000 Julian Assange, aktivis kebebasan internet berusia 47 tahun, dilarang internetan kalau dia belum mematuhi peraturan tuan rumah. Aturan-aturan bahkan terdengan seperti buat bocah. "Rumah" di sini maksudnya Kedutaan Besar Ekuador di London yang sudah ditinggali Assange sejak enam tahun lalu. Mau tahu apa peraturannya? Kira-kira begini isinya: dilarang berdebat politik, memastikan kamar selalu rapi, mencuci pakaian kotor sendiri, dan jangan lupa kasih makan ke kucing peliharaan.

ABC melaporkan Pemerintah Ekuador telah menghentikan akses internet Assange pada Maret lalu, setelah pendiri WikiLeaks ini menunjukkan dukungannya kepada kelompok separatis Catalonia di Spanyol lewat media sosial.

Para pejabat mengklaim mereka mengecualikan Assange dari pembicaraan online untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara Eropa dan "mencegah potensi bahaya." Mereka memberikan memo setebal sembilan halaman yang menjelaskan peraturan-peraturan baru yang harus dipatuhi Assange kalau dia masih mau tinggal di komplek kedutaan.

Memo tersebut, yang pertama kali diterbitkan oleh situs Ekuador Código Vidrio dan kemudian diperoleh The Guardian, menyebutkan aktivitas yang gemar membocorkan dokumen rahasia itu hanya boleh menggunakan wifi kedutaan. Assange dilarang membawa "perlengkapan yang tidak diizinkan" oleh pihak kedutaan. Assange dan tamunya wajib menjaga kebersihan kamar mandi. Dia juga harus menggunakan uangnya sendiri untuk membeli makanan dan mencuci pakaian terhitung sejak 1 Desember 2018 nanti.

Pihak kedutaan mengancam akan memberikan kucing peliharaan Assange ke orang lain atau tempat penampungan hewan apabila dia tidak "mengurus dan memberi makan kucingnya dengan benar."

Masih belum jelas dari mana kucing itu berasal, tetapi menurut The Verge hewan peliharaan tersebut punya akun Twitter dan Instagramnya sendiri. Kucingnya dikenal sebagai “Michi” dan “Embassy Cat.” Parahnya lagi, larangan bermain internet ini membuat Assange tidak bisa memperbarui profil sang kucing di media sosial sejak Maret lalu.

"Rasanya seperti dipenjara," kata Carlos Poveda, pengacara Assange di ibu kota Ekuador, Quito.
"Rezim baru ini menentang martabatnya sebagai pencari suaka."

Assange mencari suaka di Kedutaan Besar Ekuador pada 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia sehubungan dugaan Assange terlibat kejahatan seksual. Kasus itu diduga rekayasa saja oleh aparat beberapa negara, untuk mengkriminalisasi aktivitas Assange dan timnya menyebar dokumen rahasia melalui Wikileaks.

]]>
bj4aq3Gavin ButlerMahmood FazalMotherboardLondonInternetWikiLeaksJulian AssangeEcuadorteknologiVICE AUprivasiDemokrasiKebebasan BerpendapathousekeepingKucingKeamanan InternetKedubes EkuadorAktivis DemokrasiPembocoran Data
<![CDATA[Jangan Lengah Walau Robot Anjing Sekarang Bisa Menari, Ingat Skenario Film 'Terminator']]>https://www.vice.com/id_id/article/mbdwx8/jangan-lengah-walau-robot-anjing-sekarang-bisa-menari-ingat-skenario-film-terminatorThu, 18 Oct 2018 04:26:00 +0000 Suatu saat nanti, kamu bisa saja mengenang video viral anjing robot yang kami bahas di artikel ini. Kau akan teringat, "Si Anjing dulu cuma bisa menari, kok sekarang udah berhasil menggulingkan pemerintahan dan menjadikan kita budaknya?!!"

Kamu sedang berada di pengadilan yang dijalankan robot, menunggu hasil putusan yang menentukan nasibmu. Untung saja robot anjing bukan binatang buas, jadi mereka masih mengutamakan persidangan yang adil bagi manusia.

Andai robot yang mengadilimu bengis, kamu pasti langsung dihabisi tanpa mendapat pengadilan sama sekali. Selama menunggu hakim robot mengetuk palu, kamu kembali mengingat-ingat momen ini. Momen di mana kamu merendahkan robot anjing buatan manusia, tak menyadari kalau mereka sejak awal merencanakan pembalasan dendam. Terutama membalas masa lalul leluhur, ketika robot anjing diprogram bisa menari untuk hiburan manusia.

Boston Dynamics—kolektif sejumlah peneliti dari kampus top MITyang semakin mirip dengan Cyberdyne Systems—mengunggah video ke YouTube. Video tersebut menampilkan robot anjing cybernetic hasil pengembangan mereka beberapa tahun terakhir. Sekarang mereka tidak membuat robot anjing yang bisa berlari, melompat, atau menyerang manusia. Mereka "hanya" memaksa robot ini untuk menari.

Binatang artifisial tersebut bergoyang mengikuti lantunan lagu “Uptown Funk” yang populer pada 2014. Gerakannya memang bagus, tapi apa akibatnya nanti? Bagaimana kalau seandainya mereka punya perasaan? Apakah mereka akan mengingat ini dan memaksa penciptanya di MIT untuk menari sebagai pembalasan?

YouTube comment from user Pane Of Reality Channel


Asal tahu saja, sih, percobaan macam ini akan berujung petaka. Sudah nonton Ex Machina?

Kalau sudah, kalian pasti ingat adegan paling terkenal di film soal kecerdasan buatan tersebut. Tahu sendiri ending ceritanya seperti apa.

Jadi pesan moralnya, wahai manusia, jangan terlalu terhibur nonton video anjing robot menari imut, kalau tidak mau mendapat pembalasan dendam dari robot anjing di masa depan. Ingat selalu skenario film 'Terminator'. Perbudakan umat manusia oleh robot kelak bisa terjadi bukan sekadar karena niat, namun juga lantaran ada kesempatan. Waspadalah. Waspadalah!


*P.S: Kali ini agak serius. VICE mendukung pengembangan robot kok. Tapi kami juga mendorong kalangan ilmuwan mengembangkan kecerdasan buatan yang mengutamakan faktor etis. Kita di Indonesia mungkin belum merasa isu ini penting. Padahal jangan salah, masalah hadirnya produksi robot yang berisiko dicampuri kepentingan politis, lebih-lebih militer, akan semakin mengemuka beberapa tahun lagi. Simak seri liputan serius VICE (artikel di atas lebih buat becanda doang bos, jangan pada baper ya) seputar topik robot bisa kalian ikuti di tautan berikut.

Follow VICE di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US

]]>
mbdwx8River DonagheyLauren MessmantechMotherboardrobotsfuturedystopiauptown funkvideo viralvgtrnBoston Dynamicsteknologirobot dogRobot AnjingManusia Diperbudak RobotSkenario Masa Depan
<![CDATA[Tonton Aksi Post Malone Nyamar Jadi Penjaga Toko Musik Tapi Gagal Total]]>https://www.vice.com/id_id/article/a3p88a/tonton-aksi-post-malone-nyamar-jadi-penjaga-toko-musik-tapi-gagal-totalThu, 18 Oct 2018 03:50:50 +0000 Pekan lalu, dalam sebuah artikel, kantor berita Associated Press menulis Post Malone tak bisa masuk kategori Artis Baru Terbaik Grammy 2019. Dan setelah melalui sekian pertimbangan, Post Malone juga kayaknya enggak akan masuk nominasi—apalagi menang—kategori prankster terbaik 2018.

Tiga bulan lalu, Malone diberitakan berusaha mati-matian menghindari nasib buruk, maka sebenarnya enggak ada salahnya Austin Richard Post—nama asli Malone—berusaha sedikit bersenang-senang. Rapper Penyanyi pop ini berusaha menunjukkan talentanya untuk mengerjai pengunjung beberapa toko musik sebagai bagian kegiatan amal online produsen mobil Bentley. Sayangnya, Malone kelihatan setengah mengerjakan tugasnya dengan setengah hati.

Dalam skema prank yang dilakoninya, Malone menyamar menjadi karyawan toko musik dengan hanya bermodal kacamata dan topi—sumpah enggak niat banget deh. Setelah itu, dia berjalan berkeliling toko sambil ngomong ke pengunjung toko bahwa musiknya busuk banget.

Kalau lihat videonya di awal artikel ini, kalian mungkin akan bertanya-tanya: emangnya enggak ada yang ngebilangin Malone kalau nyamar itu kudu niat sampai kelihatan kayak orang lain? Makanya, penyamaran—yang sekali lagi modalnya cuma kacamata dan topi itu—terbongkar dalam sekejap meski Post Malone mengaku sebagai lelaki bernama Skylar dan sok-sok mengganti suaranya. "Ah kamu langsung tahu," kata Malone pada seorang cewek yang langsung mengenalinya. "Kamu enggak bisa jalan kemana-kemana dengan tato seperti itu dan ngarep orang enggak ngenalin kamu," balas cewek itu. Ada benernya juga tuh.

Di kesempatan lain, proses “magang” Post Malone di toko musik itu juga bikin dirinya harus kembali menjejak bumi. Kebanyakan pengunjung tak tahu siapa itu Post Malone. Bahkan, dia dinasihati untuk lebih mendekatkan diri pada Yesus setelah seorang kakek membaca lirik lagu "Rockstar."

Untungnya, hari itu enggak berakhir menyedihkan. Setidaknya ada seorang anak kecil yang mengaku lagu kesukaannya adalah 'Better Now' dari Post Malone. Nah itu dia, barangkali Post Malone memang rapper favorit anak-anak.

Tonton Video Post Malone gagal nyamar di tautan awal artikel ini.


Kristin Corry adalah staff writer di redaksi Noisey. Follow dia lewat Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey

]]>
a3p88aKristin CorryColin JoyceHip-HopNoiseyrapMusikGrammyspost maloneprankMusisibeerbongs & bentleysbetter nowTren Prank Youtube
<![CDATA[Mual-Mual di Pagi Hari Semasa Aku Hamil Hilang Berkat Instagram]]>https://www.vice.com/id_id/article/8xjbkp/mual-mual-di-pagi-hari-semasa-aku-hamil-hilang-berkat-instagramWed, 17 Oct 2018 12:01:16 +0000Beberapa hari setelah aku tahu aku hamil, aku panik lantas takut bayinya keluar di tahun 2018 ini. Namun kegelisahan ini lantas sirna akibat morning sickness yang tak ada akhirnya—rasa mual yang biasanya datang pada pagi hari, tapi yang aku alami 24 jam per hari, pas tidur pula. Badanku terasa berat, lambat, dan aku takut tubuh bisa meledak setiap saat. Rasanya kayak pengar sehari setelah pesta tahun baru tapi enggak hilang-hilang. Aku terpaksa menjalankan hari seperti biasa seolah aku enggak apa-apa, padahal rasanya ingin muntah di pinggir jalan.

Di luar kehamilan, merasa mual adalah tanda ada yang tidak benar dengan tubuh. Misalnya kalau kita menelan arsenik atau ham yang sudah busuk, atau kalau minum kebanyakan martini di event kantor. Tapi pas lagi hamil, mual itu mungkin hal yang lumrah. Biarpun merasa mual tidak karuan, aku terpaksa menjalani hari seperti biasa dengan harapan aku bisa bertahan sampai jam 7 malam kemudian bisa rebahan sambil nonton Forensic Files dan makan baso goreng beli dari toko sebelah. Tentunya aku enggak sendirian di kamar—Instagram setia menemani kok.

Ketika sedang beristirahat di malam hari, aku terobsesi memantengi akun Instagram teman-temanku. Aku sirik melihat foto-foto mereka nongkrong di rooftop sambil minum wine dan makan tiram dan bahkan ketika mereka melakukan hal-hal yang sederhana, misalnya minum kopi atau baca buku. Rasa iriku tak tertahankan. Aku benci melihat foto-foto orang barbekyu-an dan jalan-jalan bersama anjing mereka. Hampir saja aku buru-buru hapus salah satu app media sosial paling populer ini sebelum anehnya Instagram justru menyelamatkan hidupku.

Aku dari dulu demen banget nonton video dari Buzzfeed Tasty. Melihat bawang terpotong kecil-kecil di mangkuk yang dilemparkan ke panci bikin aku rileks. Rempah-rempah yang dijatuhkan seperti salju ke atas wajan berisi mentega membuat aku merinding dan bergidik penuh euforia.

Autonomous Sensory Meridian Response—ASMR—merupakan getaran khusus yang manusia rasakan sebagai reaksi pada sentuhan, suara, atau gerakan yang menurut otakmu menyenangkan. Di balik ASMR memang tidak ada ilmu yang konkret, tapi sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa ASMR bisa mengurangi kecemasan, menurunkan denyut jantung, membuat orang tidak sedih, dan meringankan nyeri kronis. Bermacam-macam video ASMR yang tersedia di internet di antaranya adalah: orang bisik-bisikan, kuku yang mengorek handuk, dan tangan yang memainkan Play-Doh. Sembari berjuang melawan morning sickness, aku menemukan efek samping positif dari ASMR: bangkitnya nafsu makanku. Lama-lama ASMR justru meringankan morning sickness-ku. Dengan menonton tangan-tangan yang lihai memasak bacon dan kentang dan membentuknya menjadi mawar, aku mulai bisa membayangkan makanan lagi.

Namun Buzzfeed Tasty hanyalah pemanasan untuk video-video makanan ASMR yang lebih intens. Aku akhirnya mendarat di akun beberapa restoran Turki di Istanbul, di mana ASMR-nya benar-benar kerasa. Aku paling suka akun Sirali Kebap, tempat kamu bisa nonton video makanan yang dibuat dari awal sampai akhir tanpa musik yang menganggu. Suara-suara orang masak itu seksi dan menyenangkan. Menonton pisau tajam menghancurkan bawang putih, terus jalapeno, lalu bawang bombay... membuat perutku tenang. Suara pisau yang memukul talenan membuatku lapar memikirkan makan malam. Suara isi pai daging yang dilemparkan ke kalam adonan yang ditaburi keju. Krenyesnya adonan garing yang dipotong-potong. Semua panca inderaku bergejolak akibat rasa riang.

BreadFace membuat aku pengin makan karbohidrat. Aku ngiler setelah nonton tayangan RacletteNYC yang memamerkan keju meleleh. Pun aku ketawa-ketawa sendiri melihat sebilah pisau diayunkan perlahan guna mengupas lapisan teratas dari keju raclette dan melumerkannya di atas tumpukan kentang goreng. Aduh ampun deh restoran-restoran Turki itu. Mestinya para ginekolog meresepkan video-video ini aja sekalian. Jadi sembari aku menderita morning sickness, mengunjungi akun Sirali justru berfungsi sebagai obat. Selama sembilan puluh detik yang indah, aku bisa intim dengan ponselku, dan paprika yang sedang direndam minyak zaitun. Sinapsisku tergelitik.

Aku sudah enggak lagi mengalami morning sickness—rekan-rekan di kantor, sesama penumpang kereta, suamiku, dan diriku sendiri bersuka ria karena fase ini sudah lewat—tapi kamu masih bisa menikmati ASMR makanan meskipun perutmu udah enggak mual-mual lagi. Kalau lain kali perutmu sakit, gak usahlah minum air kelapa dan langsung saja menuju akun Instagramnya Sirali Kebab. Mungkin tahun ini kamu enggak akan hamil seperti saya, tapi siapa juga yang enggak butuh obat andalan ketika lagi muntah-muntah?

]]>
8xjbkpKea KrauseAnanda BaduduMunchiesBroadlyInstagramkesehatankehamilanmedia sosialMakananIbu dan Anak
<![CDATA[Teddy Adhitya Ingin Jadi Musisi Berjiwa Anti Hero ]]>https://www.vice.com/id_id/article/mbdnqx/teddy-adhitya-ingin-jadi-musisi-berjiwa-anti-heroWed, 17 Oct 2018 11:18:51 +0000 Dunia yang terus bergerak dengan cepat seakan membutuhkan pahlawan-pahlawan baru. Selalu ada banyak hal yang harus dilawan dan diperjuangkan.

Ketika dunia semakin nyaman, tak pernah ada salahnya untuk mendobrak kemapanan. Itulah setidaknya yang coba dilakukan oleh sosok musisi Teddy Adhitya.

Penyanyi kelahiran Yogyakarta 27 tahun yang lalu tersebut enggan berada dalam bayang-bayang menjadi pahlawan, kendati musiknya telah memberi inspirasi dan mengubah banyak orang. Setelah merilis debut album bertajuk Nothing Is Real pada awal 2017 yang meraih banyak penghargaan, Teddy mendobrak kenyamanan dengan menjadi anti-hero dengan caranya sendiri seperti menjadi seorang traveller dan storyteller.

1539774617105-DSC05579_WEB_SIZED

"Menjadi anti-hero itu percaya sama sesuatu yang telah dilakukan selama dia pikir itu bener,” kata Teddy. "Meski itu kontradiktif dengan konsep yang dilakukan oleh hero."

Ide tentang anti-hero tersebut akhirnya mengantarkannya berkolaborasi dengan brand sneaker ternama Converse dalam tajuk Rated One Star. Agustus lalu, Teddy sempat keliling kota Jakarta membawa setumpuk stiker dari Converse yang ditempelkan di seantero sudut Jakarta. Pesannya, tentu saja, bagaimana menjadi konsisten bahkan ketika harus melawan diri sendiri.

Dalam sebuah wawancara singkat, Teddy sempat bilang bahwa meski album perdananya meraih sukses, ia tak pernah merasa puas meski telah mampu menjaring pendengar di seluruh Indonesia. Justru album tersebut, baginya, menjadi penanda untuk terus mengejar mimpi.

1539774598903-DSC05233_WEB_SIZED

"Sebagai musisi dan secara pribadi gue merasa album pertama gue sukses. Karena lumayan nabrak bunyi-bunyinya dan musiknya beda," kata Teddy. "Dengan perbedaan itu ada beberapa pencapaian yang tadinya gue enggak sangka akan dapet ternyata dapet. Sekarang gue semakin yakin kalau gue percaya dengan sesuatu yang gue bikin, ya stick with it."

Itu semua seperti tertuang dalam video klip salah satu lagunya berjudul Won’t Hurt You Tonight, di mana Teddy seolah menari di sudut-sudut jalanan tanpa peduli situasi sekelilingnya.

1539774691575-DSC05635_WEB_SIZED

Bukankah menjadi anti-hero pada akhirnya adalah mencoba untuk tak peduli dengan pendapat dan pandangan orang lain?

Teddy Adhitya berusaha membuktikan prinsip itu menjelang hari-hari depan. Single dan album selanjutnya dari musisi asal Yogya ini akan menjadi jawabannya buat kita semua.


Artikel ini adalah wawancara mini yang masuk dalam seri Anti Hero dari Converse Indonesia

]]>
mbdnqxVICE StaffArdyan M. ErlanggaFashionAnti HeroconverseJakartaSneakersprofilMusisiTeddy AdhityaPromosiKota TuaKerja Kreatif