VICEhttps://www.vice.com/id_idRSS feed for https://www.vice.comidTue, 18 Dec 2018 12:33:46 +0000<![CDATA[Beginilah Beratnya Keseharian Buruh Perempuan yang Menjahit Pakaian Branded-mu]]>https://www.vice.com/id_id/article/jpyyk7/beginilah-beratnya-keseharian-buruh-perempuan-yang-menjahit-pakaian-branded-muTue, 18 Dec 2018 12:33:46 +0000 Pada akhir sebuah hari kerja, belasan pekerja garmen menjejalkan diri ke dalam bak truk—yang lebih cocok untuk mengangkut barang atau ternak. Sembari mereka melakukan perjalanan melalui kegelapan provinsi Kampong Speu, beberapa jam perjalanan dari ibukota Kamboja, Phnom Penh, ada yang mengirim pesan dan emoji dari ponsel mereka. Beberapa darinya menyanyikan lagu pop Khmer. Ton Pol, 36, berbicara di telepon.

Dia ingin pulang untuk bertemu dengan anaknya yang berumur empat tahun. Di sebelahnya, Reoun Sinoun, perempuan berumur 27 tahun dari kampung yang sama, menatap ke jalanan. “Biasanya aku hanya mendengarkan orang lain dan berusaha untuk menenangkan diriku,” ucapnya.

Perjalanan ini merupakan bagian paling membahayakan pada hari kerja seorang pekerja garmen. Ketika dia menyelesaikan pekerjaannya, dia tidak boleh langsung istirahat, meskipun sudah lelah setelah menjahit baju selama 12 jam berturut-turut untuk merek-merek seperti Zara, Gap, dan H&M dengan gaji Rp 2 juta per bulan sebelum lembur. Malahan, dia harus menanggung perjalanan pulang berjam-jam berdiri di belakang truk pickup atau dalam sebuah minibus. Kalau beruntung, dia hanya pusing—yang disebabkan pengemudi sembrono dan diperburuk kekurangan gizi—dan kepanasan menyengat pada musim panas April atau musim hujan. Kalau tidak beruntung, terjadi tabrakan.

April kemarin, sekitar 70 pekerja terluka setelah sebuah truk terbalik di Kampong Speu. Lebih dari 7.000 pekerja terluka dan 130 tewas akibat tabrakan mobil pada 2015, sementara 73 pekerja tewas pada 2014, menurut National Social Security Fund, lembaga pemerintah yang menyampaikan kompensasi bila terjadi kecelakaan tempat kerja. "Jumlah pabrik [dan] pekerja dalam industri ini telah naik dalam beberapa tahun lalu, jumlah kendaraan di jalanan juga naik; jadi tidak mengherankan," ucap William Conklin, direktur Kamboja LSM yang mengadvokasi buruh internasional Solidarity Center.

Tahun lalu, Kamboja mengekspor jumlah garmen senilai Rp72 triliun. Kendati industri tersebut terus berkembang, transportasi pekerjanya tidak diberi perhatian yang cukup, kata Conklin. Para pekerja diberi ongkos transportasi sebesar Rp100.000 per hari, tetapi mereka biasanya terpaksa mengeluarkan jumlah yang lebih besar pada layanan transportasi yang dioperasikan pemilik kendaraan pribadi.

"Bagi mereka [para pengemudi], lebih banyak orang yang bisa dimuatkan ke dalam sebuah kendaraan, artinya lebih banyak untung," katanya. "Mereka tidak memikirkan keamanan, mereka hanya ingin memenuhi kebutuhan hidup mereka."

the-hellish-commute-of-the-women-who-make-fast-fashion-body-image-1462791363

Salah satu buruh garmen makan siang di parit dekat pabrik.

Daripada harus menempuh perjalanan pulang yang berisiko, beberapa pekerja termasuk Jeang memilih bermalam di pabrik. “Orang tua saya sudah lanjut usia. Saya harusnya pulang tapi memilih untuk tetap hidup agar bisa mengirim uang,” katanya,

Malang, opsi serupa tak bisa dipilih oleh Ton, yang rela menumpang truk selama empat jam agar bisa menghabiskan sedikit waktunya dengan anaknya. “Kadang, kalau lagi hoki, saya bisa ngobrol dan main dengan anak laki-laki saya barang setengah sampai satu jam,” ungkapnya. Kali lain, putra Ton sudah tidur saat dia sampai di rumah. Alhasil, dia hanya mencuci, memasak dan lekas tidur. Truk yang ditumpangi Ton kembali ke desanya pukul 5 pagi keesokan harinya. “Saya merasa lelah, kehabisan tenaga tiap hari, tapi tak ada pilihan lain,” katanya.

Di atas truk, percakapan antara penumpang melebar, dari masalah keluarga hingga isi kocek. “Kamu sekarang jarang lembur ya,” ucap seorang perempuan yang memakai topi baseball biru pada temannya. Suaranya agak dikeraskan meski ujung-ujungnya termakan deru mesin truk. “Iya nih, keuanganku berantakan bulan ini,” jawab temannya. Setelah lewat satu jam, truk masuk kawasan pedalaman Kamboja. Jalan yang ditempuh berbelok melintasi sungai. Di atas sebuah jembatan, mesin truk makin menggerung. Ujung-ujung dedaunan sesekali menyasar kepala para pekerja.

Mata Reoun Sinoun terpaku pada jalan. "Aku pusing. Kepala rasanya seperti berputar," katanya. "Perutku rasanya tak keruan.” Sinoun bermimpi punya salon kecantikan. Tapi sebagai anak tertua di keluarganya, tanggung jawab yang digantung kepadanya kelewat banyak. Adik laki-lakinya perlu uang untuk membayar biaya kuliah di sebuah universitas di Phnom Penh. Kedua orang tuanya sakit-sakitan. Konsekuensinya, Sinoun butuh pendapatan yang stabil dan yang banyak tersedia adalah lowongan bekerja di pabrik garmen. “Aku tak mau bekerja seperti budak, tapi masalahnya, aku harus memenuhi tanggung jawabku,” ujarnya.

Setelah satu setengah jam, truk itu akhirnya sampai di depan rumah Sinoun—sebuah rumah berbahan kayu khas Kamboja. Sinoun turun dan menapaki jalan di depan rumahnya. Ayahnya tampak menunggu. Dia menyapa sang ayah dan merebahkan diri pada sebuah bangku.

Hari esok yang sama seperti hari-hari melelahkan seperti kemarin akan dimulai dalam hitungan jam sementara kelelahan Sinoun belum sepenuhnya sirna.

Oudom Tat turut membantu liputan ini

Artikel ini pertama kali tayang di Broadly

]]>
jpyyk7Poppy McPhersonVICE BroadlyFashionÁsiazaraH&Mfast fashionBuruhPerbudakan ModernIndustri GarmenIndustri Pakaian
<![CDATA[Cara Mendapatkan Manfaat Diet Vegan Tanpa Perlu Jadi Vegan]]>https://www.vice.com/id_id/article/8xpeap/cara-mendapatkan-manfaat-diet-vegan-tanpa-perlu-jadi-veganTue, 18 Dec 2018 10:00:00 +0000Sebagai makhluk omnivor, menjadi vegan adalah tugas yang amat sulit. Banyak yang perlu dikorbankan dan dijelaskan kepada teman dan keluarga. Mengikuti pola makan vegan juga harus disiplin, yang berarti tidak ada lagi kata “mulai besok saja deh” buat makan sayuran dan berhenti makan daging. Selain itu, kita harus memperhitungkan matang-matang bagaimana caranya memenuhi asupan makronutrien, mineral, dan vitamin yang biasanya didapat langsung dari produk hewani.

Belakangan ini, semakin banyak penelitian yang menunjukkan beragam manfaat kesehatan dari diet berbasis sayuran. Beberapa di antaranya seperti kadar kolesterol rendah, menurunkan risiko sakit jantung, meningkatkan tingkat metabolisme istirahat, mengendalikan diabetes tipe 2 lebih baik, mengurangi gejala penyakit osteoartritis dan rheumatoid arthritis, dan masih banyak lagi.

Menarik, sih. Tapi tetap saja susah menjalaninya, kan?

Salah besar! Kalian masih bisa merasakan manfaatnya tanpa perlu menjadi vegan. Kalian cukup mengikuti empat tips berikut supaya tubuh jauh lebih sehat.

Tingkatkan asupan serat

Makanan berserat tinggi seperti sayuran, biji-bijian, kacang polong, buah, dan kacang-kacangan sangat baik untuk pencernaan. Sayangnya, konsumsi serat kita masih rendah. “Serat mengatur sistem pencernaanmu,” kata Niket Sonpal, ahli gastroenterologi dan dosen kedokteran di Touro College. Sonpal menerangkan bahwa serat mampu membersihkan usus dan membantu kita tetap merasa kenyang untuk waktu yang lama. Keinginan untuk makan banyak dan mencamil pun tertahan.

“Serat juga mengatur gula darah,” katanya. “Asupan serat akan bertambah apabila kita makan sayuran seperti brokoli, kacang almond, buah-buahan seperti pir, blackberry dan jeruk, serta kacang-kacangan. Pencernaan dan buang air menjadi lebih lancar.” Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa asupan serat yang cukup secara signifikan mengurangi risiko kenaikan berat badan dan lemak tubuh, selain mengikuti latihan fisik dan diet lemak.

Ikuti cara vegan yang menambahkan serat ke dalam makanannya. Alhasil buang air besar bakalan lebih mudah. Susan Tucker, konselor gizi dan pendiri Green Beat Life (praktik konseling gizi di Kota New York), menyarankan agar porsi makan malam kita mengandung separuh sayuran, seperempat pati, dan seperempat sisanya berisi protein. “Tambahkan makanan berserat setiap kali makan atau mencamil,” katanya. “Keinginan mencamil akan berkurang.”

Hindari makanan kaya kolesterol

Vegan tidak mengonsumsi lemak hewani, daging olahan, keju, dan minyak non-nabati. Itu artinya mereka menghindari makanan berkolesterol tinggi. Meskipun konsensus ilmiah soal penyakit akibat kolesterol sudah berkurang selama beberapa tahun terakhir, Pedoman Diet 2015-2020 untuk Orang Amerika masih sangat menyarankan kita untuk mengurangi makanan berkolesterol. Pedoman ini menyinggung beberapa penelitian dan uji coba yang telah membuktikan bahwa makanan rendah kolesterol dapat mengurangi risiko penyakit jantung pada orang dewasa.

Keri Glassman, ahli gizi terdaftar di Kota New York, mengatakan bahwa sekitar 30 persen kalori dalam tubuh kita harus berasal dari lemak. Semua lemak baik yang disarankan adalah vegan: lemak tak jenuh tunggal (seperti minyak zaitun, minyak kacang, minyak biji rami, kacang-kacangan dan alpukat), lemak tak jenuh ganda dan asam lemak esensial (termasuk minyak safflower, minyak bunga matahari dan wijen, biji-bijian, kacang-kacangan, dan rami). Menurut Tucker, lebih baik makan roti bakar gandum dengan alpukat dan jeruk nipis daripada roti bakar telur ceplok. Kalian bisa mencamil satu ons kacang sebagai pengganti keju.

Tambahkan volumenya

Matt Ruscigno, ahli gizi terdaftar sekaligus penulis The No Meat Athlete yang sudah 19 tahun menjadi vegan dan mendalami nutrisi vegetarian, berujar bahwa kebanyakan bahan makanan nabati, terutama sayuran, menyediakan lebih banyak volume daripada makanan hewani. Dengan kata lain, porsi makan bisa lebih besar dengan sedikit kalori.

“Klien saya banyak yang atlet dan baru menjadi vegan. Kebanyakan bingung dengan ini dan akhirnya malah kurang makan,” katanya. Kalian bisa menyantap lebih banyak sayuran untuk mendapatkan manfaat yang sama. Ruscigno menganjurkan bagi para vegan untuk lima kali makan, bukan lima porsi per hari.

“Ketika kamu lebih banyak makan sayur, kamu akan menyadari kalau kamu bisa makan lebih banyak dengan kalori yang lebih rendah,” kata Sonpal, membenarkan saran Ruscigno. “Ini adalah cara terbaik menurunkan berat badan sambil tetap mencukupi nutrisi tubuh,” kata Sonpal. Menambahkan zucchini, terung, paprika, irisan mentimun, buah zaitun dan kembang kol sebagai lauk pauk saat makan nasi atau kentang bisa membuat perubahan besar bagi tubuh kita.

Menyiasati asupan nutrisi

Selama ini, sebagian besar manusia tidak bisa bisa dipisahkan dari daging, ikan, telur dan susu. Alasannya sederhana saja. Makanan-makanan ini mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Vegan harus mencari berbagai alternatif untuk memenuhi semua nutrisi penting. Mereka cenderung mencoba bahan-bahan baru untuk membuat makanan yang padat nutrisi. Kalian belum siap berpisah dengan keju, daging dan es krim? Tucker menyarankan kalian untuk lebih kreatif dan berani seperti vegan. “Tambahkan produk nabati warna-warni ke dalam makananmu. Bisa dengan buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Kamu juga bisa mengganti burger biasa dengan burger kacang hitam,” katanya.

]]>
8xpeapGrant StoddardAnanda BaduduVeganKulinerNutrisiSayurnutrisi dan makananpantang daging
<![CDATA[Korut Mengklaim Sukses Bikin Minuman Keras yang Tak Akan Memicu Hangover]]>https://www.vice.com/id_id/article/pgxajb/korut-mengklaim-sukses-bikin-minuman-keras-yang-tak-akan-memicu-hangoverTue, 18 Dec 2018 08:58:22 +0000 Meski sering diberitakan mengalami kelangkaan bahan pangan dan kelaparan, Republik Rakyat Demokratik Korea Utara (DPRK), atau Korut, terus berusaha memenangkan perang pencitraan di skala Internasional. Selain pamer nuklir, negara tertutup itu berusaha membuat gentar seterunya di barat dengan cara mengumumkan capaian-capaian kuliner dalam negeri.

Mulai dari mengkampanyekan superioritas kimchi sampai menjamu turis asing dari barat dengan banket mewah, rezim totaliter yang dipimpin Kim Jong-Un tak pernah bosan mengeluarkan klaim-klaim yang begitu nekat tentang makanan dan minuman (keras) dari Korea Utara.

Kali ini, misalkan berita dari media milik pemerintah Korut bisa dipercaya, negara totaliter itu mencatatkan capaian luar biasa di ranah kuliner dengan menciptakan Koryo Liquor, minuman keras yang diklaim mustahil bikin peminumnya menderita hangover atau basian setelah meminumnya.

Dalam sebuah artikel baru yang berjudul "Minuman Keras Menang Medali Penghargaan Karena Berhasil Mengabadikan Rasa Khas Minum Korut," surat kabar berbahasa Inggris milik pemerintah Pyongyang Times mengklaim Pabrik Bahan Makanan Taedonggang berhasil memproduksi minuman keras berbahan ginseng dan beras yang berkualitas tinggi dan elegan. Saking elegannya, minuman keras ini konon tak bikin peminumnya mengalami basian alias hangover.

"Koryo Liquor, berbahan baku Kaesong Koryo insam (ginseng) yang dikenal sebagai ginseng dengan manfaat medis paling tinggi dan beras panggang, mendapatkan respon hangat dari para pakar minuman keras dan konsumen karena begitu elegan dan tak bikin hangover," seperti dilansir dari Pyongyang Times.

Ini jelas berita yang menggembirakan bagi sang diktator Kim Jong-Un, yang seperti ayahnya sangat menyukai minuman keras dan menghabiskan dana jutaan dollar demi mengimpor minuman keras mahal dari seluruh penjuru dunia.

Kehadiran Koryo Liquor juga berarti Jong-un bisa mabu-mabuan tanpa harus hangover apalagi jatuh sakit. Di sisi lain, Jong-un bisa berhenti mengimpor minuman keras dari negara lain yang katanya "tidak memiliki rasa khas Korut….apalagi dari kemasan dan bentuk botolnya."

Pyongyang Times turut merinci metode yang digunakan untuk memisahkan toksin penyebab hangover dari ramuan Koryo Liquor serta kenapa minuman ini punya faedah kesehatan yang begitu aduhai.

"Selama proses penggodokan, bagian beras yang memiliki kandungan gizi akan turun ke bagian bawah dan sari pati berasnya terurai menjadi glukosa dalam temperatur yang tinggi," tulis Pyongyang Times sambil menambahkan, "produsen minuman keras biasanya menggunakan gula untuk mengurangi rasa pahit, tapi mereka gagal mengenyahkan bagian yang bikin hangover."

Ini bukan kali pertama DPRK mengklaim menciptakan produk ginseng yang memiliki kegunaan medis yang luar biasa. Tahun lalu, DPRK mengumumkan berhasil menciptakan cairan yang terdiri dari ginseng, platinum dan emas. Konon, jika disuntikan ke tubuh manusia, ramuan ini akan mampu melawan virus Ebola, AIDS, MERS dan SARS.

Mudah diduga, Koryo Liquor, menurut P yongyang Times, laku keras di pasaran. Minuman anti-basian ini juga menduduki peringkat pertama pada Pemeran Minuman Keras Nasional Kelima di Korea Utara dan diganjar penghargaan tertinggi dalam gelaran Festival Teknologi dan Sains ke-30, Desember lalu.

Sejatinya, apa yang membuat klaim DPRK ini kelewat berani adalah asumsi bahwa alkohol bisa digunakan untuk mengatasi basian. Memang sih, pengalaman menunjukkan bahwa hair of the dog—sejenis minuman alkohol—bisa menyembuhkan basian, belum ada bukti ilmiah bahwa alkohol bisa menyembuhkan hangover.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES

]]>
pgxajbNick RoseMunchies StaffMunchieskim jong-unHangovermirasKulinerKorea UtaraMinuman BeralkoholbasianPropaganda Korut
<![CDATA[Tren Pangan Organik atau Permakultur Bagus, Tapi Jika Tak Hati-Hati Bisa Merugikan Iklim]]>https://www.vice.com/id_id/article/nep5yg/tren-pangan-organik-atau-permakultur-bagus-tapi-jika-tak-hati-hati-bisa-merugikan-iklimTue, 18 Dec 2018 08:22:39 +0000 Tentu tak ada yang mau melewatkan seporsi sayuran dan buah segar organik yang diambil dari sebuah kebun di pedalaman antah berantah, yang tersaji di mangkok besar dengan siraman mayones dan saus thousand island. Buat para vegetarian hal itu tentu adalah suatu kenikmatan yang hakiki.

Namun buat para vegetarian yang mendewakan makanan organik di atas segalanya, terutama mereka yang mau merawat bumi tanpa bahan kimia, tampaknya harus mulai berpikir dua kali sebelum mendorong semua orang mengonsumsi makanan organik. Sebuah studi yang terbit di jurnal Nature pekan lalu menunjukkan pertanian organik juga mempunyai dampak buruk terhadap iklim.

Studi yang bertajuk "Assessing the Efficiency of Changes in Land Use for Mitigating Climate Change" yang dilakukan sekelompok peneliti dari Chalmers University of Technology, Swedia, menyimpulkan pertanian organik menghasilkan panen lebih sedikit lantaran tidak memakai pupuk kimia. Sehingga untuk menghasilkan panen lebih banyak, maka dibutuhkan lahan lebih luas. Ketika pembukaan lahan organik terjadi berlebihan, emisi karbon yang dihasilkan tak kalah buruk buat planet Bumi.

"Penggunaan lahan besar-besaran untuk pertanian organik secara tidak langsung menghasilkan emisi karbon dioksida lebih besar, ini disebabkan oleh deforestasi," kata salah satu peneliti Stefan Wirsenius. "Produksi pangan dunia diatur oleh skema perdagangan internasional, jadi bagaimana kita bercocok tanam di Swedia misalnya, akan mempengaruhi deforestasi di daerah tropis. Jika kita membuka lahan lebih banyak untuk jumlah pangan yang sama, kita berkontribusi terhadap deforestasi besar-besaran di daerah lain secara tidak langsung."

Menurut Wirsenius penggunaan lahan amat penting dalam menentukan kebijakan tentang iklim karena vegetasi dan tanah adalah penyimpan karbon alami. Jika karbon tersebut lepas karena ekspansi pertanian—ditambah dengan emisi hasil produksi pertanian—hal tersebut bisa menyumbang 20 hingga 25 persen emisi gas rumah kaca.

Yang jadi ironis, strategi untuk menjaga iklim mengharuskan kita menjaga agar karbon tersebut tidak banyak yang lepas ke lapisan ozon sembari memenuhi kebutuhan pangan yang diprediksi naik hingga 50 persen pada 2050. Strategi tersebut pada akhirnya berlawanan dengan sistem pertanian organik.

Nah, buat pecinta daging yang jarang makan sayur mungkin merasa tidak berdosa sendirian. Eh tapi tunggu dulu, industri peternakan—termasuk peternakan organik—sebenarnya tak kalah brutal dalam menyumbang emisi karbon. Jadi gini, dalam industri peternakan yang menuntut ternaknya untuk menjadi gemuk dengan sangat cepat, para peternak memberi makan sapi dengan biji-bijian seperti gandum dan jagung. Imbasnya sama dengan pertanian organik tadi. Lantaran peternakan butuh pasokan pakan ternak organik, permintaan tersebut memicu produksi pakan organik yang tinggi.


Tonton dokumenter VICE mengenai eksperimen pertanian sadar karbon di Meksiko sebagai solusi mengatasi perubahan iklim:


"Ini karena produksi susu dan daging organik membutuhkan pakan organik juga," kata Wirsenius. "Artinya produksi susu dan daging macam itu tentu membutuhkan lebih banyak lahan dibandingkan produk konvensional."

Mengonsumsi makanan organik memang menjadi tren sejak beberapa tahun terakhir. Di AS angka konsumsi makanan organik mencapai US$49,4 miliar sepanjang 2017, naik 6,4 persen dari tahun sebelumnya menurut data Organic Trade Association. Di Indonesia sayangnya belum ada catatan dan data mengenai tren tersebut. Bisa jadi karena harga pangan organik cenderung lebih mahal dibanding bahan makanan konvensional.

Di Indonesia tren pertanian organik atau permakultur sudah marak sejak lima tahun terakhir di beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Salatiga, mengundang para kelas menengah dan hipster untuk menyepi dan kembali ke alam. Semangat permakultur pada intinya adalah ingin melawan hegemoni pasar bebas yang menghisap para petani, dengan menerapkan skema perdagangan adil dan transparan.

Secara teknis, permakultur dan budaya mengonsumsi makanan organik tentu berimbas positif pada tubuh dan Bumi. Di satu sisi, kita tak lagi mencemari tubuh kita dengan substansi kimia yang jamak ditemui pada makanan konvensional yang mungkin terpapar pupuk kimia dan pestisida. Di sisi lain, lingkungan juga menjadi lebih sehat lantaran tak ada limbah yang terbuang sia-sia. Pendek kata apa yang sudah diambil dari alam, kembali kepada alam.

Dilema ini tentu membutuhkan pemecahan yang akurat. Toh, masalah terbesar dari pembukaan lahan selama ini tidak berasal dari pertanian organik, melainkan pembalakan liar, kebutuhan atas permukiman dan industri sawit.

Intinya selama produksi pangan organik masih bisa dipertanggungjawabkan dan dilakukan secara adil pada lingkungan, ya enggak ada masalah sih.

]]>
nep5ygAdi Renaldi Ardyan M. ErlanggaindonesiapenelitianPemanasan GlobalPerubahan IklimLingkunganPertanianPermakulturDeforestasiPangan Organik
<![CDATA[Inilah Password Paling Pasaran di Internet, Semoga Kata Sandimu Enggak Termasuk]]>https://www.vice.com/id_id/article/wj3kem/daftar-password-paling-pasaran-di-internet-semoga-kata-sandimu-enggak-termasukTue, 18 Dec 2018 06:58:34 +0000Perusahaan pengelolaan dan keamanan kata sandi SplashData telah mengorek timbunan kata sandi hasil retasan demi mencari password-password terburuk tahun ini. Splash sudah melakukan ini setiap setahun sekali sejak delapan tahun lalu. Perusahaan tersebut mengevaluasi lebih dari 5 juta kata sandi yang bocor di internet, dengan pengecualian peretasan akun-akun situs dewasa. Tahun ini, ‘donald’ masuk daftar 25 kata sandi paling populer, barangkali mengacu kepada Presiden AS Donald Trump.

Tentu saja, password jelek tahun ini mirip banget dengan password jelek tahun lalu. Peringkat pertama dan kedua tidak berubah: “123456” dan “password.” Dan seperti tahun lalu, SplashData memperkirakan hampir 3 persen orang pernah menggunakan password terburuk, dan hampir 10 persen orang pernah menggunakan salah satu dari top 25 kata sandi terburuk.

Kata sandi yang gampang ketebak terus muncul, seperti ‘123456789,’ ‘12345678,’ ‘12345,’ ‘1234567,’ ‘qwerty,’ ‘iloveyou,’ ‘admin,’ ‘welcome,’ ‘abc123,’ ‘football,’ ‘123123,’ dan ‘monkey.’

Tapi ada juga perubahan pada daftar tahun ini… terutama urutan numerik dan sedemikian, tetapi juga “sunshine” (#8), princess (#11), charlie (#21) dan donald (#23). Kata sandi lain yang muncul tahun ini termasuk ‘111111,’ ‘666666,’ ‘654321,’ ‘!@#$%^&,’ ‘aa123456,’ ‘password1’ dan ‘qwerty123.’ Password-password inilah yang menggantikan ‘letmein,’ ‘login,’ ‘starwars,’ ‘dragon,’ ‘passw0rd,’ ‘master,’ ‘hello,’ ‘freedom,’ ‘whatever,’ ‘qaxwsx,’ and ‘trustno1’ dari tahun lalu.

CEO SplashData, Inc. Morgan Slain, yang tidak tahu ‘Charlie’ itu siapa, mengatakan bahwa kejutan terbesar adalah betapa orang tak kunjung berubah dalam hal bikin password, terus-terusan saja bikin yang jelek dan gampang ketahuan. “Salah satu alasan kami menerbitkan daftar ini setiap tahun adalah untuk menegaskan, ‘hey semuanya, kalian membahayakan diri kalian dengan terus-terusan menggunakan kata-kata sandi ini yang lemah dan mudah dikenal,” ujarnya.

Heran ya, zaman sekarang masih ada situs-situs yang mengizinkan kata sandi dengan hanya huruf kecil dan tanpa angka atau simbol.

“Seringkali password-password yang bocor ini berasal dari situs-situs dengan perlindungan keamanan lemah, jadi mungkin situs-situs tersebut tidak mempunyai restriksi-restriksi atau mungkin situsnya dan kata sandinya sudah lama,” kata Slain. “Bisa salah satu atau kedua alasan tersebut: perlindungan keamanan lemah di situs web atau kata sandi yang belum diubah meskipun persyaratan kata sandi sudah diupdate. Kami harap situs-situs yang lebih besar dan baru akan mempunyai persyaratan kata sandi yang kuat, tapi tidak selalu begitu.”

Tahun lalu, banyak pengguna internet mengubah huruf O menjadi angka nol. Tahun ini, rupanya semua orang menjadi nihilis habis-habisan dan bahkan tidak merepotkan diri dengan perubahan ini yang tidak berguna.

Seperti kecenderungan orang akan kata sandi yang buruk dan gampang diprediksi, saran mengenai password tidak berubah, tapi kita ulang kembali: gunakan frasa-frasa unik untuk setiap akun (jadi kalau satu diretas, kamu hanya perlu mengubah kata sandi itu dan bukan 50 akun lain), dan gunakan sebuah pengelola kata sandi untuk menciptakan dan menyimpan kata-kata sandimu. Gunakan autentikasi dua tahap, terutama yang berbasis di ponsel seperti Google Authenticator atau perangkat kecil seperti Yubikey untuk menambah perlindungan keamanan.

Daftar komplit 25 password paling sering digunakan tahun ini yang ditemukan SplashData:

123456
password
123456789
12345678
12345
111111
1234567
sunshine
qwerty
iloveyou
princess
admin
welcome
666666
abc123
football
123123
monkey
654321
!@#$%^&*
charlie
aa123456
donald
password1
qwerty123

]]>
wj3kemYael GrauerAnanda BaduduInternetprivasimedia sosialKultur InternetpasswordKeamanan InternetKata Sandi
<![CDATA[Takut Pesertanya Kentut-Kentut, Panitia Kejuaraan Makan Pie Sejagat Pakai Daging Ayam]]>https://www.vice.com/id_id/article/yw7kdv/takut-pesertanya-kentut-kentut-panitia-kejuaraan-makan-pie-sejagat-ganti-isi-pie-dengan-daging-ayamTue, 18 Dec 2018 06:00:00 +0000Bulan lalu, lelaki 33 tahun asal Wales bernama Gerwyn Price menjadi kampiun Grand Slam of Darts. Dia menyingkirkan lawannya Gary Anderson (47) dengan skor 16-13. Sayangnya, meski nama Price akan selamanya tercatat dalam sejarah olahraga lempar dart, kontes tahun ini selamanya tak dikenang karena kegemilangannya menang setelah jauh tertinggal, tapi lebih karena salah satu pertandingan sebelum final saat lawan Anderson menuduhnya ketut saat berlomba.

Pertandingan yang dimaksud adalah ketika Anderson mengalahkan Wesley Harms dengan skor telak 10-2. Akan tetapi, Harms mengklaim dia kalah lantaran mencium “bau sedap “ dari arah Anderson. Lelaki asal Skotlandia itu menampik tuduhan tersebut. Sebaliknya, dia juga mengaku hidungnya mengendus bau “telur busuk” dan berasumsi bau itu datang dari arah Harms. “Sodok saja pantatku dengan jarimu, kamu enggak akan mencium bau apapun,” kata Anderson kepada jurnalis dari RTL7 (Panitia kompetisi sepertinya percaya-percaya saja apa yang dikatakan Anderson. Mungkin mereka enggak mau membuktikannya sendiri. Dan, FYI, Price emoh berjabat tangan dengan Anderson setelah dinyatakan sebagai kampiun. Mungkin, dia malas membayangkan kalau jari-jari lawannya baru saja berkunjung ke lubang pantat).

Beberapa minggu setelah kasus skandal kentut ini—jelas, insiden ini bakal dijuluki Fartgate, emang ada namanya yang lebih pantas lagi gitu?—panitia sebuah lomba di Inggris memutuskan untuk mengubah salah aspek mendasar kontes yang mereka selenggarakan akan insiden kentut macam ini tak terjadi. Tony Callaghan, pemilik Harry’s Bar di kawasan Wigan, Inggris, memutuskan bahwa dirinya ogah mengambil risiko dalam penyelengaraan World Pie Eating Championships alias Kejuaraan Dunia Makan Pie pekan depan. Makanya, dia mengganti bahan pie tradisional dengan bahan-bahan yang tak bikin pesertanya kentut-kentut.

Seperti yang diberitakan The Mirror, para peserta kejuaraan makan pie sekolong jagat akan melahap pie dari daging ayam, alih-alih pie tradisional yang terbuat dari daging dan kentang seperti tahun lalu. “Kami sengaja menjauhi daging merah tahun ini karena alasan kesahatan dan agar terhindar dari masalah gas metana,” kata Callaghan (Dia juga mengatakan dirinya khawatir akan masalah “gas ruang kaca dari hewan ternak” dan apa yang terjadi di Grand Slam of Darts.)

Dave Smyth, kampiun Kejuaraan Dunia Makan Pie pertama pada 1992, mengatakan pada The Mirror bahwa dirinya agak kecewa dengan perubahan ini. Alasannya, ini akan menurunkan tantangan yang dihadapi peserta. “Ayam itu lebih gampang dikunyah dan butuh teknik yang tak begitu susah,” ujarnya. “Dengan mengganti isi pie menjadi daging ayam, kompetitor dadakan dengan level rendahan akan mampu bersaing dengan para kompetitor elit.”

Akan tetapi, Martin Appleton-Clare, juara dunia makan pie empat kali, tiga di antaranya dalam tiga tahun terakhir ini, sepertinya tak begitu terganggu dengan perubahan yang diusulkan Callaghan. “Kita lihat pie seperti apa yang akan disajikan di hari perlombaan,” ucapnya pada MUNCHIES. “Selama saya makan lebih cepat dari lawan-lawan saya sih, saya enggak ada masalah dengan isi pienya.”

Dalam kompetisi tahun lalu, Appleton-Clare menghabiskan pie kentang dan ayamnya dalam 32 detik saja. Catatan waktu ini lebih cepat 13 detik dari catatan kemenangannya tahun lalu. FYI, catatan terbaik Appleton-Clare adalah 23,53 detik untuk tiap satu pie. Rekor ini diraihnya pada kejuaraan dunia 2012.

“Enggak ada strateginya kok,” katanya. “Saya cuma cowok dari kawasan utara Inggris dengan nafsu makan yang besar. Itu saja.”

Kejuaraan Dunai Makan Pie tahun ini akan digelar Rabu besok pukul 12 siang waktu Inggris.

Mari berdoa semoga tak ada satupun peserta kentut saat lomba sedang berjalan.

]]>
yw7kdvJelisa CastrodaleAnanda BaduduDagingLomba MakanMakankentutkompetisi
<![CDATA[Ledakan Besar di Jepang Diduga Karena Pengharum Ruangan]]>https://www.vice.com/id_id/article/qvqmv7/ledakan-besar-di-jepang-diduga-karena-pengharum-ruanganTue, 18 Dec 2018 04:56:09 +0000Sebuah bangunan kayu berisi pub, klinik, dan agen real estate di Sapporo, Jepang hangus terbakar pada Minggu pekan lalu. Kepolisian meyakini ledakannya disebabkan oleh 100 kaleng pengharum ruangan.

Ya, pengharum ruangan yang wanginya kayak kue atau buah-buahan bisa menyebabkan ini:

Insiden itu masih dalam proses penyelidikan, tetapi pihak berwajib mencurigai kebakarannya bisa terjadi karena ada orang yang menimbun kaleng bekas pengharum ruangan untuk nantinya dibuang ke tempat yang aman. Perlu diingat bahwa kita tidak bisa sembarangan membuangnya ke tempat sampah, apalagi kalau tinggal di Jepang. Negeri Sakura ini memiliki sistem pembuangan sampah yang sangat ketat dan rumit. Beberapa isi kalengnya bocor dan meledakkan seluruh gedung ketika pemanas air menyala.

Ledakan ini mengguncang kota Sapporo sejauh 70 meter, dan melukai 42 orang dengan pecahan kaca. Media lokal melaporkan bahwa penduduk yang lokasinya jauh dari bangunan tersebut mengira ada gempa bumi.

“Saya tiba-tiba mendengar dentuman keras. Tubuhku sampai terangkat dan terlempar ke lantai,”

kata seorang korban ledakan berusia 28 yang ada di pub pada saat kejadian. “Listriknya mati setelah ledakan, dan api langsung menyebar ke seluruh ruangan. Saya langsung loncat ke jalanan dari jendela yang terbuka.”

“Kami semua terjebak karena plafonnya ambruk dan lantai atas runtuh. Kami berhasil menyelamatkan diri setelah orang-orang menendang dindingnya.”

Menurut media lokal, tempat usaha itu tidak memiliki langkah-langkah keselamatan dasar jika terjadi kebakaran. Padahal, mereka sudah berulang kali diingatkan risikonya.

“Kami sudah meminta mereka meningkatkan titik-titik penyelamatan saat mengadakan inspeksi ke bangunan itu pada Oktober, tapi belum ada kemajuan juga,” kata Takashi Shida, petugas pemadam kebakaran Sapporo, kepada AFP.

Ada beberapa tangki propana juga di sana, baik di dalam maupun di luar gedung. Benda-benda tersebut kemungkinan berkontribusi dalam ledakan yang dahsyat itu.

Kobaran api dengan seketika meludeskan bangunan tersebut:

Untuk berjaga-jaga, lebih dari 50 penduduk Sapporo segera diamankan ke tempat pengungsian begitu kebakaran mulai menyebar. Korban lukanya mencapai 42 orang, termasuk seorang bocah 1 tahun. Sebagian besar korbannya merupakan pengunjung pub. Menurut seorang penyintas, jumlah korbannya bisa saja lebih tinggi. Para pengunjung bar dapat menyelamatkan diri karena lantai kedua bangunannya runtuh saat terjadi ledakan.

Kalau tidak? Situasinya mungkin jauh lebih parah dari ini, menurut seorang pengunjung bar kepada Kyodo News.

“Semua orang mungkin akan terjebak dan tewas terbakar,” kata laki-laki 49 tahun itu.

]]>
qvqmv7VICE StaffAnanda BaduduJepangKebakaranSapporoKecelakaanLedakanmusibah
<![CDATA[Lupakan Drone, Lebah dengan Ransel Sensor di Punggungnya Jauh Lebih Canggih]]>https://www.vice.com/id_id/article/nepkyw/lupakan-drone-lebah-dengan-ransel-sensor-di-punggungnya-jauh-lebih-canggihTue, 18 Dec 2018 04:18:07 +0000Bahkan drone paling mahal dan bertenaga kalah dengan si lebah. Lebah bisa terbang membawa berat hampir setara dengan berat badan mereka, dan terbang sejauh 19 kilometer dalam sekali waktu, sementara drone-drone jarak jauh terbaik yang ada di pasar hanya mampu terbang sejauh enam kilometer dari operatornya.

Agar dapat bersaing dengan drone-drone komersial untuk penerapan seperti pemantauan panen, sebuah tim mahasiswa dan fakultas riset di Universitas Washington memasang sensor pada lebah demi menerapkan teknologi 'internet pada semua yang hidup'.

Ransel-ransel kecil lebah-lebah ini menonjolkan komunikasi backscatter, perangkat keras pemantau posisi diri, sensor, dan baterai yang tahan 7 jam dan dapat di-charge ulang dan mengirim sampel lokasi setiap empat detik, menurut laporan mereka yang akan disampaikan di MobiCom 2019. Ini semua dimampatkan ke dalam perangkat seberat 102 miligram yang muat di punggung lebah.

Ketika kembali ke sarang, mereka mengunggah data yang mereka telah kumpulkan dan mengisi ulang baterai mereka sebelum kembali keluar.


Para peneliti mengatakan mereka berharap kawanan lebah mereka suatu hari akan digunakan di bidang pertanian untuk mengumpulkan data kelembaban dan suhu di sebuah ladang agar para petani dapat memahami pola panen mereka lebih baik. Drone pertanian sudah menjadi pasar untuk pengumpulan data dan optimisasi ladang pertanian; menggunakan lebah alih-alih drone berpotensi mengecilkan skala data hingga menjadi lebih spesifik, menurut para peneliti.

Ada beberapa kekurangan ketika menggunakan lebah alih-alih drone untuk mengoleksi data, menurut para peneliti. Jika ada lebah yang mati saat sedang memantau (masa hidup lebah hanya sebulan), perangkat elektronik yang dipasang di tubuh mereka akan menjadi sampah, jadi orang yang mengontrol perangkat tersebut harus mengatur waktu penerbangan di sekitar waktu kematian mereka. Membuat dan memasang perangkat ke tubuh lebah harus dilakukan secara manual—bukan cara efisien untuk memantau keseluruhan sebuah ladang pertanian dengan belasan atau ratusan lebah.

Yang tidak tertera di laporan para peneliti adalah risiko mengenai menciptakan jaringan serangga berakal yang berpotensi mengakhiri kemanusiaan.

]]>
nepkywSamantha ColeJordan PearsonAnanda BaduduInternetteknologiPertanianPanganLebahpenerapan teknologipola panenmasa panen
<![CDATA[Simak Foto-Foto dari Kuil Penis Raksasa di Thailand]]>https://www.vice.com/id_id/article/pg7j9g/simak-foto-foto-dari-kuil-penis-raksasa-di-thailandTue, 18 Dec 2018 03:00:00 +0000Ratusan patung alat kelamin laki-laki tersebar di belakang Hotel Swissôtel Bangkok di Thailand. Meskipun terdengar ‘nyeleneh’, kuil ini berfungsi untuk melayani kebutuhan rohani bagi banyak perempuan. Mereka mengunjungi kuil ini untuk menghormati dewi kesuburan Chao Mae Tubtim dan memohon agar dikaruniai anak. Fotografer Amy Lombard menyempatkan waktunya mendatangi kuil penis ini ketika sedang berkunjung ke Thailand.

Berikut beberapa hasil jepretannya yang, ehem, seronok:

]]>
pg7j9gAmy LombardAnanda BaduduSexThailandKulturBudayaSeri FotoFotografikelamin
<![CDATA[Saran Penting Tapi Tak Populer: Segera Hapus Semua Aplikasi Gratisan Di Ponselmu]]>https://www.vice.com/id_id/article/j5zap3/saran-penting-tapi-tak-populer-segera-hapus-semua-aplikasi-gratisan-di-ponselmuMon, 17 Dec 2018 12:38:00 +0000 Awal bulan ini, New York Times menerbitkan artikel investigasi mengerikan yang meninjau kumpulan data besar berisi data lokasi yang sudah “dianonimkan” dari aplikasi pihak ketiga. Mereka membuka datanya dan melacak kehidupan sehari-hari orang biasa, termasuk tempat-tempat sensitif yang dikunjungi seperti rumah dan kantor.

Artikel tersebut memuat laporan yang mengonfirmasi ketakutan banyak orang-orang yang khawatir privasi mereka diganggu: bahwa aplikasi di ponsel melacak kegiatanmu. Selama ini, raksasa teknologi menjanjikan kalau data kita sudah “dianonimkan” dan hanya dikumpulkan secara agregat saja. Nyatanya, kebiasaan kita yang sangat spesifik dan unik sehingga penanda yang dianonimkan bisa dengan mudah direkayasa dan digunakan untuk melacak setiap orang.

Selain investigasi, New York Times juga mempublikasikan panduan untuk mengelola dan membatasi data lokasi pada aplikasi tertentu. Sayangnya, pedoman ini lebih mudah dilakukan di iOS daripada di Android. Perlu diingat bahwa kita wajib melakukan ini secara berkala. Kalian harus tahu kalau teliti dalam mengatur data lokasi saja belum cukup. Kita juga mesti lebih ketat dalam memilih aplikasi untuk dipasang.

Gawai tidak hanya memiliki chip GPS yang bisa melacak lokasi kita, tetapi juga koneksi internet yang dirancang untuk mengirimkan informasi ke pihak ketiga. Data itu nantinya akan dimonetisasi oleh mereka. Data lokasi bisa dikumpulkan dengan melacak menara provider ponsel kita. Kalian sebenarnya bisa saja menjaga kerahasiaan data pribadi, tetapi itu artinya kalian cuma bisa menggunakan ponsel jadul atau tidak punya hape sama sekali.

Sangat mustahil, bukan? Hidup kita saat ini tidak bisa dipisahkan dari perangkat elektronik. Maka dari itu, cara terbaik untuk menjaga privasi yaitu dengan mencermati jenis dan nilai aplikasi yang diinstall di ponsel, baik untuk kita sebagai pengguna maupun pengembang aplikasinya.

Coba tanyakan kepada diri sendiri "mengapa ada aplikasi semacam ini?"

Keputusan desain awal Apple, Google, dan pengembang aplikasi terus menghantui kita bahkan sampai berpuluh-puluh tahun lamanya. Selama ini, kita tidak pernah keberatan membeli ponsel mahal, tapi paling ogah kalau beli aplikasi berbayar yang harganya tidak seberapa. Privasi kita menjadi bayarannya akibat keengganan kita. Aplikasi gratis seperti senter atau suara kentut bukan untuk digunakan secara cuma-cuma. Aplikasi-aplikasi ini dibuat untuk menghasilkan uang, yang biasanya dilakukan dengan mengumpulkan dan menjual datamu.

Silakan buka ponsel kalian dan evaluasi aplikasi yang sudah terpasang. Lalu, tanyakan kepada diri sendiri “mengapa ada aplikasi semacam ini?” Kalau misalnya aplikasi tersebut berbayar atau merupakan ekstensi aplikasi gratis dari layanan berbayar, maka aplikasi-aplikasi ini kemungkinan besar bisa bertahan tanpa perlu mengumpulkan dan menjual data kalian. Tapi kalau aplikasinya gratis supaya punya banyak pengguna, maka bukan tidak mungkin kalau pengembang telah memonetasinya dengan menjual data ke pemasang iklan.

New York Times mencatat bahwa kebanyakan data yang digunakan dalam artikel investigasi ini berasal dari aplikasi perkiraan cuaca dan skor gratis yang mendeanonimkan dan menjual data penggunanya. Ratusan aplikasi game, senter, dan podcast gratis meminta izin pengguna untuk memonetisasi datanya, meskipun mereka sebenarnya tidak begitu memerlukan izin apa pun.

Bahkan aplikasi yang tidak sembarangan mengambil data juga seringnya berfungsi seperti itu. Facebook dan rangkaian aplikasinya (Instagram, Messenger, dll.) mengumpulkan data dari kebiasaanmu di aplikasi dan langsung dari ponselmu (Facebook mati-matian menyembunyikan fakta bahwa aplikasinya di Android mengumpulkan data log panggilan penggunanya).

Google memanfaatkan Android sebagai alat pengumpulan data untuknya. Kita tidak akan pernah tahu informasi apa saja yang dikumpulkan dan dijual aplikasi-aplikasi gratis ini apabila tidak membaca kebijakan privasinya yang sampai berpuluh-puluh halaman.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

]]>
j5zap3Jason KoeblerEmanuel MaibergJason KoeblerMotherboardFacebookAppleandroidnew york timesiosteknologiPonsel PintarAplikasi PonselPelanggaran PrivasiData pribadiPrivasi PenggunaPenjualan Data